Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Ngak Akan Ada Yang Marah


__ADS_3

Happy Reading😘


Al duduk di samping Lala, lalu menggenggam tangan Lala yang terasa sangat begitu dingin. "Kamu gugup sayang?" Tanya Al dengan lembut, sambil menyelipkan rambut Lala ke belakang telinga.


Lala mengangguk dengan kepala menunduk, dia tak berani melihat ke arah Al. Bahkan saat ini wajahnya sudah merah merona menahan malu. Lalu dengan perlahan Al mengangkat dagu Lala dengan jari telunjuknya, agar Lala melihat dan menatap ke arahnya.


"Nggak usah malu sayang! Kita kan sekarang udah suami istri, dan kita udah sah. Jadi aku mau cium kamu di manapun, udah nggak akan ada yang marah, dan nggak akan ada yang larang lagi. Bahkan Mama juga udah nggak bakalan melarang aku lagi saat akan mencium kamu," Ujar Al.


Lala terkekeh lalu mengangguk, dia teringat bagaimana kesalnya Al saat akan mencium dirinya, tetapi digagalkan oleh Mama Rose dan itu bukan sekali dua kali saja.


"Tapi sayang aku malu, soalnya ini kan baru pertama kali buat aku. Dan aku juga nggak terbiasa tidur dengan laki-laki," Jelas Lala dengan lirih sambil menggigit bibir bawahnya.


Sebagai pria normal, melihat Lala menggigit bibirnya, membuat Al merasakan desiran yang aneh. Dia ingin sekali mela-hap bibir itu, yang begitu menggemaskan dan sangat menggoda di mata nya.


Dengan perlahan Al mendekatkan wajahnya ke arah Lala, dan sementara itu Lala memejamkan matanya. Dia pasrah dengan apa yang akan Al lakukan pada dirinya. Karena Lala tahu, saat ini Lala sudah sah menjadi istrinya Al, dan tubuhnya pun sudah sepenuhnya milik Al.


Dengan perlahan Al mulai menya-tukan bibirnya dengan bibir lembut milik Lala. Setelah itu, dia membaringkan tubuh Lala secara perlahan, lalu dengan satu tangannya Al mengambil remote dan mematikan lampu.


Dan kini hanya ada remang-remang lampu tidur yang menghiasi, dan menambah kesan romantis di kamar hotel nan indah itu.

__ADS_1


Al mulai melancarkan aksinya,


dia mulai melahap dan juga memakan permen manis itu dengan penuh tuntutan, sedangkan satu tangannya sudah menjalar ke tempat lain dan mulai membuka satu persatu kancing baju tidur milik Lala.


Tidak terasa keduanya pun sudah po los tanpa sehelai benang pun. Al mulai menyusuri setiap lek uk tubuh milik istrinya, dan semua tidak lewat dari tanda kepemi--likannya. Dari atas sampai ke perut, semua penuh dengan tanda milik Al.


Dan saat ini Al sedang berada di depan hutan rimba yang tidak terlalu lebat, namun sangat indah. Dia sedang Menikmati keindahan hutan itu, sambil sesekali menelan ludah.


Dan Al pun mulai menyusuri hutan rimba itu dengan perlahan, dia mulai masuk ke dalam hutan rimba itu. Sedangkan Lala hanya memejamkan matanya, sambil menggigit bibir, merasakan setiap sentuhan yang Al berikan.


Melihat Lala sudah siap untuk bertarung, Al pun mulai memasukkan algoj-onya ke dalam sarang pertarungan dengan perlahan. Saja etelah itu dia menekan pedang Halimun miliknya untuk mulai memasuki gua yang terasa begitu sempit.


"Awwhh.... Sakit! Sakit sayang.....," Ringis Lala sambil meremas lengan Al dengan keras.


Setelah susah payah dan bermandikan keringat saat menjebol sebuah area pertarungan, Al pun berhasil menjebol pertahanan itu. Lalu Al mulai menggerakkan tubuhnya dengan perlahan.


Suara-suara yang indah bercampur sakit saling bersahut di kamar itu, tapi lama-kelamaan suara itu berubah menjadi sebuah suara yang membuat Al benar-benar mabuk kepayang, sampai-sampai dia tidak sadar jika sudah melakukannya selama 3 jam dalam 2 ronde.


"Kamu capek?" Tanya Al saat sudah selesai melakukan ritual ajaibnya bersama Lala.

__ADS_1


"Ya capek lah sayang! Gimana aku nggak capek, orang kamu bertarungnya kuat banget? Tenagaku habis nih," Keluh Lala sambil mendorong tubuh Al yang berada di atasnya.


Melihat Lala kecapean, Al mengusap keringat di dahi Lala. Lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Kemudian Al mencium kening Lala dengan lembut dan juga penuh cinta.


"Maaf ya, aku udah buat kamu kecapean. Tapi aku pasti ketagihan," Goda Al sambil menjawil hidung Lala dengan gemas.


Mendengar itu Lala mendengus dengan kasar. 'Dasar laki-laki nggak ada puasnya. Aku aja udah sakit begini, dia masih belum puas juga?' Batin Lala dengan kesal.


Mereka pun mulai memejamkan mata nya, padahal Jam sudah menunjukkan jam 03.30 pagi, dan mereka baru saja tidur. Entah jam berapa mereka akan bangun nanti, apalagi Lala juga merasakan sakit yang teramat sangat di bagian intinya.


'Ternyata benar kata orang ya, jika malam pertama itu sangat menyakitkan. Namun juga sangat mengenakkan,' Batin Lala dengan bibir yang tersenyum saat mengingat bagaimana ganasnya Al tadi.


"Jangan senyum begitu, nanti aku gempur lagi kamu mau!" Goda Al saat melihat Lala Tersenyum dalam pelukannya.


"Nggak ada puasnya banget sih?" Gerutu Lala.


"Jika enak seperti tadi, aku nggak akan ada puasnya sayang. Bahkan mungkin, tiap hari sebelum aku kerja kamu harus memberikan jatahku dulu!"


Mendengar itu Lala mencubit perut Al dengan keras, sampai membuat pria itu memekik sakit. "Kok dicubit sih? Sakit sayang," Protes Al.

__ADS_1


"Ya lagian otaknya perlu direndam sama rinso. Ini aja masih sakit, udah mau nambah lagi?" Kesal Lala, setelah itu dia memejamkan matanya agar Al tidak lagi menggodanya. Sementara itu Al tersenyum melihat sang istri kecilnya merasa kesal. Bagi Al itu sangat menggemaskan.


Bersambung. ........


__ADS_2