Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Luka Yang Begitu Dalam


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Setelah beberapa saat Lala menangis, kini perasaan nya jauh lebih baik. Lala merasa sesak di dada nya sedikit berkurang, tapi dia merasa tak enak hati sebab baju nya Alvin basah oleh air mata nya.


"Maaf Tuan, baju anda basah gara gara saya." Ucap Lala dengan nada tak enak.


"Gak papa, yang penting kamu merasa baikan." Jawab Al.


Lala menatap ke arah depan dengan pandangan yang menerawang jauh. Lala tak menyangka jika hari ini dia harus mendapatkan dua rasa sakit sekaligus.


"Aku tak menyangka, jika Mama sudah benar benar meninggalkan kami. Aku pikir, Mama akan kembali suatu saat nanti? Tapi ternyata aku salah. Dia bahkan tak memikirkan bagaimana keadaan kami selama 2 tahun ini?" Ucap Lala dengan air mata yang kembali mengalir.


Al hanya diam mendengarkan isi hati Lala, dia tak mau menjawab atau berasumsi apapun. Karena yang tahu keadaan hatinya Lala saat ini hanyalah Lala saja.


Terkadang, orang yang terlihat kuat di luar, belum tentu kuat di dalam nya. Mereka terkadang menutupi sebuah luka di balik senyum ceria nya.


"Yasudah Tuan, kalau begitu Lala mau lihat Papa lagi. Maaf jika Lala sudah bikin baju Tuan basah. Dan, kalau Tuan mau pulang, gak papa kok! Lala mau jaga Papa lagi." Ucap Lala sambil berdiri.


"La....." Panggil Al saat Lala akan pergi.


"Iya Tuan." Jawab Lala, sambil menengok ke arah Alvin.


"Kamu gak usah kerja dulu ya! Kamu jagain Papa kamu dulu sampai sembuh." Ujar Al


Lala yang mendengar itu tentu saja merasa bahagia, sebab Alvin ternyata mengerti akan keadaan nya. Dengan cepat Lala mengangguk, lalu pergi meninggalkan Al setelah mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Di tempat lain, Dev sedang duduk di saung yang ada di tengah sawah Ayah Rozak. Selama 2 hari disana, Dev senang sekali kesawah.


Bukan turun ke sawah nya, tapi senang bersantai di dalam saung itu. Sebab bagi Dev udara nya sangat sejuk dengan angin sepoi sepoi.


"Mas, mau kopi gak?" Tanya Dea saat Al tengah menatap guyuran hujan yang begitu deras.


"Nggak sayang, aku butuh nya kamu." Jawab Dev dengan senyum seringai nya.


"Jangan aneh aneh Mas. Ini tuh tengah sawah." Ujar Dea sambil mencubit hidung suaminya.


"Mas... Boleh Dea tanya?"


"Tanya apa sayang?" Jawab Dev sambil meminum kopi nya.


"Mas, sebenarnya siapa sih yang mau celakain aku?" Tanya Dea dengan wajah penasaran.


Dev melirik ke arah istrinya, lalu menggenggam tangan Dea. "Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Dev dengan alis terangkat.


"Gak papa Mas! Dea cuma mau tahu saja. Soalnya Dea gak merasa punya musuh selama di kota? Dan Dea hanya punya 1 aja deh kayaknya?" Jelas Dea sambil mengetuk dagu nya.

__ADS_1


"Siapa itu?"


"Ya siapa lagi Mas? Tentu saja mantan terindah kamu." Sindir Dea.


Dev mencubit pipi Dea dengan gemas, dia tahu pasti istrinya itu sangat penasaran dengan pelaku nya. Apalagi soal pengeboman yang membuat Dea sedikit banyak nya merasa takut.


"Gak usah di pikirin sayang. Kamu tenang saja ya! Pokoknya aku gak akan biarkan kamu terluka, dan aku akan selalu menjaga kamu." Ucap Dev dengan tatapan hangat nya.


Dea sebenarnya masih bingung dengan sikap Dev yang tiba tiba berubah 180 derajat. Sekarang Dev sangat romantis dan juga menatap Dea dengan hangat setelah melakukan penyatuan mereka beberapa hari yang lalu.


"Kenapa Mas jadi sehangat ini sih?" Tanya Dea dengan penasaran.


"Gak papa sayang! Emang gak boleh ya kalau aku romantisin kamu?"


"Gak papa sih, cuma aku heran aja Mas."


Dev memang berubah setelah melakukan penyatuan itu bersama Dea, sebab dari malam itu Dev sudah mengklaim jika Dea adalah miliknya dan satu satunya.


Dengan keaucian yang Dea berikan malam itu, Dev yakin jika hatinya telah berlabuh kepada istri cantik nya itu, dan Dev akan selalu berusaha membuat Dea bahagia.


"Sayang, apa kamu mau cepet hamil apa nggak?" Tanya Dev sambil menarik Dea untuk bersandar pada dada bidang nya.


"Ya mau lah Mas. Tapi aku akan menunggu sampai Allah mempercayakan itu pada kita." Jawab Dea sambil memejamkan mata nya, saat merasakan sebuah kecupan hangat di kepala nya.


"Kita akan berusaha sayang, supaya adonan nya cepat jadi." Jelas Dev.

__ADS_1


Dea hanya menggeleng heran mendengar penuturan suaminya itu. Lalu mereka pun hanyut dalam suasana hangat dan romantis di tengah sawah dengan dinginya guyuran air hujan.


Bersambung......


__ADS_2