Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Jangan Bekerja Lagi


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Lala masuk kedalam kamar Mama Rose, banyak pelayan yang menatap heran ke arah Lala saat dia melewati para pelayan.


Mungkin mereka heran melihat Nyonya mereka menggandeng tangan Lala, dan membawanya ke kamar.


"Sini sayang duduk dulu!" Ucap Mama Rose sambil menepuk ranjang nya.


Lala menurut saja dan duduk di tepi ranjang. Dia melihat wanita paruh baya itu sedang memilih paperback.


Setelah menemukan yang di cari, Mama Rose duduk di samping Lala.


"Sayang, ini hadiah yang Mama beli buat kamu." Ucap Mama Rose sambil memberikan paperback berwarna pink itu pada Lala.


Lala menerima nya dan membuka isi nya, mata Lala berbinar saat melihat drres berwana biru muda dengan tali tipis di bahu.


"Ma, ini buat Lala?" Tanya Lala


"Iya sayang, gimana kamu suka?"


"Suka Ma, suka banget. Makasih Ma."


Lala dengan sepontan memeluk tubuh Mama Rose. Dia begitu terharu dengan kebaikan calon Mama mertuanya itu.


Dia tak menyangka jika Mama Rose begitu baik padanya. Bahkan mau menerima dia yang notabe nya orang susah.


Lala seperti menemukan pelukan hangat yang lama tak ia rasakan. Pelukan seorang ibu.


"Loh, loh. Kamu kenapa nangis sayang?" Tanya Mama Rose saat melihat Lala terisak.


Lala menghapus air mata nya, dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gak papa Ma! Lala hanya merasa, jika pelukan Mama adalah sesuatu yang Lala rindukan selama ini." Ucap Lala


"Kalau boleh Mama tahu, kemana ibu kamu?" Tanya Mama Rose.


Padahal kenyataannya dia sudah tahu kemana Mama nya Lala pergi, dan karena apa.


Semua kehidupan Lala sudah Mama Rose selidiki, dan dia sudah tahu semuanya tentang Lala. Tapi Mama Rose ingin mendengar langsung dari mulut Lala.


"Mama Lala.... Dia sudah pergi meninggalkan Lala dan Papa." Ucap Lala dengan wajah sendu.


Ingatan nya kembali ke saat dimana ia bertemu dengan Mama nya di rumah sakit.


Hatinya berdenyut sakit saat mengingat jika sang Mama tengah mengandung anak pria lain. Sedangkan waktu itu sang Papa sedang kritis.


Sebagai anak, Lala tentu saja tak bisa memaafkan sang Mama. Walaupun Mama nya lah surga baginya, tapi mengingat bagaimana kejamnya Mama nya meninggalkan Lala dan Papa nya, membuat Lala menutup hatinya.


"Sabar ya sayang! Mama faham perasaan kamu."


Mama Rose memeluk Lala kembali, mereka tak sadar jika di pintu kamar ada sepasang mata dan telinga yang mendengar dan melihat percakapan itu.


Tapi saat dia sampai, Al terpaku saat melihat wajah sedih calon tunangan nya itu.


'Aku akan selalu membuatmu bahagia sayang!' Batin Al dengan tekad kuat.


"Yasudah, yuk kita sarapan." Ajak Mama Rose saat Lala sudah lebih baik.


"Mama duluan saja! Lala harus menyelesaikan pekerjaan Lala dulu."


Mama Rose mengusap kepala Lala.


"No! Gak ada lagi kerjaan sayang. Mulai sekarang, kamu gak boleh kerja lagi di sini." Ujar Mama Rose

__ADS_1


"Apa! Maksud Mama, Lala di pecat?" Kaget Lala.


"Nggak sayang, kamu kan mau jadi mantu Mama dan Menjadi Nona di rumah ini. So, kamu gak boleh kerja lagi, tapi kamu akan jadi Nona di rumah ini."


"Tapi..."


"No, tak ada tapi tapi. Ucapan Mama gak boleh di bantah. Yuk..." Ajak Mama sambil menggandeng tangan Lala keluar kamar


Lala menurut dan berjalan beriringan menuju meja makan, dimana Al sudah duduk dan meminun kopi nya.


Mama Rose memanggil semua pelayan untuk kumpul di meja makan. Ia akan mengumumkan jika Lala bukan lagi seorang pelayan di rumah itu.


Melainkan seorang Nona muda.


"Dengarkan saya! Sekarang, Lala adalah calon istri Al. Dan dia akan menjadi Nona muda di rumah ini. Jadi, saya minta kalian untuk menghormati Lala, mengerti!" Ucap Mama Rose saat semua pelayan berkumpul.


"Mengerti Nyonya." Jawab semua pelayan serempak.


"Kamu, bersihkan kamar tamu di lantai atas. Karena Lala akan tidur disana." Titah Mama Rose pada salah satu pelayan.


"Baik Nyonya."


Setelah itu semua pelayan bubar, dan Mama Rose mengajak Lala untuk sarapan.


Lala dengan cekatan mengambilkan makanan untuk Al, dan itu membuat Mama Rose tersenyum bahagia.


"Makasih sayang." Ucap manis Al


Lala hanya menjawabnya dengan anggukan saja.


'Terimakasih ya Allah, engkau sudah mempertemukan aku dengan keluarga sebaik Mama Rose dan juga Kak Al.' Batin Lala

__ADS_1


Kebahagiaan yang Lala dapat saat ini, adalah buah dari kesabaran dia selama ini dalam menjalani hidup.


Bersambung......


__ADS_2