Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Maaf aku terlalu bersemangat


__ADS_3

Happy Reading 😘


Dua manusia masih tidur di bawah selimut dengan berpelukan setelah melakukan ritual malam pertama mereka tadi malam.


Nina mulai mengerjapkan mata nya dan membuka nya secara perlahan, badan nya terasa lelah dan remuk.


Dia melihat Fahri masih tertidur lelap sambil memeluk dirinya. Tak dia sangka jika semalam ia dan Fahri telah menyatukan penyatuan tubuh.


Dengan perlahan Nina bangkit tapi pinggangnya di tarik oleh Fahri, sehingga membuat Nina kembali terjatuh di samping Fahri.


"Mau kemana?" Tanya Fahri yang mulai membuka mata nya dengan suara berat khas orang bangun tidur.


"Aku mau ke kamar mandi Mas."


Nina mencoba menetralkan rasa gugup di hati nya saat mata Fahri menatap nya dengan lekat.


"Kenapa menatapku begitu?" Tanya Nina dengan heran.


"Kenapa kau melakukannya? Apa kau tak menyesal nanti, kau kan tahu jika kita tak saling cinta." Tanya Fahri dengan mata yang terus menatap Nina dengan lekat.


"Untuk apa! Toh kamu kan suamiku. Dan ku rasa aku pantas memberikannya padamu! Terlepas kau mencintaiku atau tidak, itu urusan nanti. Tapi aku yakin suatu hari nanti kau akan mencintaiku." Jawab Nina dengan tenang sambil mengusap wajah tampan Fahri.


"Kenapa bisa seyakin itu?"


"Karena aku yakin dengan rencana Allah! Dia tak mungkin menakdirkan aku dan kamu, jika tak ada cinta suatu hari nanti. Cinta itu akan ada karena terbiasa. Tapi cinta tak akan ada jika sang pemilik hatinya juga tak membuka nya."


Setelah mengatakan itu Nina bangun dan duduk di tepi ranjang, bagian intinya terasa amat sakit dan perih. Nina sampai menggigit bibir bawahnya menahan rasa itu.


Grep


Fahri memeluk tubuh Nina dari belakang, membuat wanita itu terjingkat kaget sambil memegang erat selimut di depan nya untuk menutupi bagian depan.


"Apa masih sakit?" Tanya Fahri dengan suara lembut.


Nina sempat terpaku saat mendengar ucapan Fahri. Dia heran kenapa Fahri bisa berbicara dengan suara semanis itu.

__ADS_1


'Ni orang kenapa? Kesambet atau geser? Apa karena kejadian semalam?' Batin Nina dengan bingung.


"Masih lah! Kan semalam kamu yang--"


"Maaf, semalam aku terlalu bersemangat." Potong Fahri.


🌹


🌹


🌹


"Mas...." Panggil Dea saat Dev berada di kamar mandi cukup lama.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka, nampaklah Dev keluar dengan wajah pucat.


Dea yang melihat itu segera memberikan teh hangat untuk suaminya, dia begitu cemas saat Dev 20 menit di kamar mandi.


"Mas, kamu gak usah ke kantor dulu ya! Lihat nih, wajah kamu pucat sekali?" Ucap Dea sambil mengusap wajah Dev yang sedang terbaring di ranjang.


"Ini semua gara gara kak Dira!" Gerutu Dev.


Semalam Dev di suruh memakan mie samyang level 30 oleh Dira, sebab keinginan ngidam nya.


Dev yang tak terbiasa makan sepedas itu, akhirnya sakit perut padahal semalam sudah memanggil dokter tapi masih sedikit sakit.


"Awas saja kak Dira, akan ku balas nanti." Kesal Dev.


Cup


Dea mengecup kening suaminya dengan sayang.


"Jangan pendendam Mas."


"Habisnya aku kesel sayang."

__ADS_1


Dea pun menyuapi Dev makanan yang ia bawa tadi, dengan telaten Dea menyuapi suaminya itu.


Dev begitu beruntung bisa memiliki istri seperti Dea, begitu cantik dan sabar. Pandangan mata nya bahkan begitu sejuk saat mereka saling bersitatap


'Aku berharap tak akan ada kejadian buruk menimpamu sayang! Walaupun itu dalam bayangan arumi.' Batin Dev.


Tok


Tok


Tok.


Dea menghentikan suapan nya lalu berjalan menuju pintu kamar, saat pintu terbuka ternyata yang datang adalah Indira.


"Kak Dira. Kenapa kak?" Tanya Dea


"Eum, keadaan Dev gimana De?"


Dira merasa bersalah pada Dev karena sudah membuat pria itu sakit perut karena ulah nya.


Dea pun mempersilahkan Kaka Iparnya itu untuk masuk kedalam kamar. Dev yang melihat itu segera membuang wajah dengan kesal.


"Dev, bagaimana keadaan kamu?" Tanya Dira


"Menurut Kaka gimana? Pake nanya lagi." Ketus Dev dengan hati yang masih dongkol.


"Maaf ya! Kakak gak maksud begitu sama kamu." Ucap Dira dengan tulus


Tapi Dev tak mau menjawab nya, dia masih kesal pada Dira. "De, kalau gitu kakak keluar dulu ya! Semoga lekas sembuh ya Dev." Pamit Dira.


Dia keluar dari kamar karena memberikan waktu untuk Dev istirahat. Dea berjalan dan duduk di samping suaminya.


"Jangan gitu mas sama Kak Dira! Kan dia sudah minta maaf sama Mas." Ucap Dea sambil menyuapi Dev kembali


"Tapi aku kesel sama dia sayang."

__ADS_1


Maaf dears author baru up🙏🙏kemarin author istirahat total, soalnya lagi sakit🙏jadi baru bisa up sekarang


Bersambung.......


__ADS_2