
Happy Reading 😘
Bibir Lala kembali di bungkam oleh ciuman hangat nan lembut milik Al. Lala mencoba berontak dengan memukul dada bidang Al, tapi tak berpengaruh.
Akhirnya Al menahan tengkuk Lala agar tak banyak bergerak, dan memperdalan ciuman nya. Kali ini ciuman itu terasa sedikit ganas dan tak selembut biasanya.
Entah kenapa Lala merasa cium an itu bagaikan sebuah kekesalan. Tapi juga sangat memabukan. Setelah beberapa saat Lala Terbuai.
Dia mulai mengumpulkan kembali kesadaran nya dan mendorong dada bidang Al, tapi Al tak melepaskan nya.
Kini Al malah mengungkung tubuh nya di tembok dan mengunci pergerakan tangan Lala.
Cium an itu semakin brutal dan turun ke telinga Lala, seketika Lala mengelinjang geli sambil menggigit bibir bawah nya.
Kaki nya terasa amat lemas saat lidah Al mulai menyapu telinga nya. Membuat dia benar benar tak bisa menahan suara lucknut itu.
"Aahh, apa yang Tuan ah, lakukan..."
Lala masih berusaha berontak, walau tangan nya terkunci, tapi semakin Lala bergerak maka semakin Al brutal.
Ciu man itu kini jatuh ke leher Lala. Lidah Al mulai menyes ap nya dengan penuh naf su dan meninggalkan jejak kemerahan disana.
Sshhh
Lala kembali mendesis saat lehernya di hisaap oleh Al. Dia merasakan nyeri namun juga enak, Lala merasa getaran yang aneh di dalam tubuh nya yang semakin lama semakin menguasai dirinya dan akal sehat nya.
Al juga merasakan sesuatu yang sesak di bawah sana.
'Shiit, aku tak bisa berhenti.' Batin Al
Saat pikiran dan tubuh nya akan di ambil alih oleh naf su nya. Lala terisak, membuat Al menghentikan gerakan nikmat nya di leher jenjang milik Lala.
Plak
__ADS_1
Lagi lagi Lala menampar wajah Al dengan keras. Tapi pria itu hanya diam saja tanpa membalas atau menahan nya.
Al merasa jika ia pantas mendapatkan itu.
"Kenapa Tuan? Kenapa anda melakukan ini lagi? Saya wanita normal Tuan, mungkin saja saya bisa kebablasan. Jika Tuan menganggap saya wanita murahan yang bisa Tuan sosor sesuka hati Tuan, maaf saja Tuan. Saya berhenti bekerja!" Ucap Lala sambil menangis.
Al membulat mendengar ucapan Lala, dia langsung memeluk Lala tapi sayang, Lala segera mendorong tubuh nya.
"Don't touch me." Bentak Lala
Al terdiam, dia pun tak tahu kenapa dia sebegitu agresif saat melihat Lala. Sebelumnya ia tak pernah seperti itu pada wanita manapun.
Lala segera membalikan badan nya, tapi langkah nya terhenti saat Al memeluknya dari belakang.
Grep
Lala terdiam sambil menangis.
"Please jangan pergi. Aku minta maaf! Aku juga tak tahu, kenapa aku bisa se agresif itu padamu! Sedangkan aku tak pernah melakukan itu pada wanita lain. Tapi kamu! Kamu begitu berbeda, kamu seperti mempunyai magnet yang mampu menariku dalam pesonamu." Ucap Al dengan jujur.
"Tuan tak perlu bohong. Tidak mungkin jika saya mampu meluluhkan Tuan! Saya sadar Tuan, saya ini siapa."
"Kenapa kau tak percaya! Sekarang lihatlah mataku! Apa aku berbohong padamu?" Tanya Al sambil membalikan badan Lala agar menghadap ke arah nya.
Mata Lala melihat kedua netra hitam Al. Lala melihat kesungguhan di sana dan nyaris tak menemukan keraguan atau ke bohonganbohongan sedikitpun.
"Lalu kenapa Tuan terus mencium saya? Tuan, saya bukanlah wanita murahan." Isak Lala
Alvin memeluk tubuh gadis itu, membiarkan Lala memukul punggung nya.
"Ayo kita menikah." Ajak Al.
Tangis Lala berhenti saat mendengar ucapan konyol Al. Mata nya menatap Al dengan tatapan terkejut sekaligus tak percaya.
__ADS_1
"Tuan, saya merasa anda sedang mabuk." Ucap Lala sambil melepas pelukan itu
"Aku serius! Entahlah, kapan rasa itu datang. Tapi bisa kurasakan di sini, di setiap dekat denganmu maka dada ini akan berdebar kuat." Ujar Al dengan jujur sambil menaruh tangan Lala di atas dada nya.
Mata Lala menatap Dada dan Mata Al bergantian. Dia bisa merasakan debaran jantung Al yang berdetak kencang.
"Bagaimana? Apa kau percaya? Jadi, bagaimana jawabanmu?" Tanya Al dengan penuh harap
'Duh bagaimana ini? Aku bingung harus jawab apa! Umurku saja bahkan baru umur 18 tahun?' Bingung Lala
Al yang seakan tahu kebingungan Lala, akhirnya menggenggam tangan Lala.
"Jika kamu masih bingung, bagaimana jika kita pacaran dulu! Setidaknya aku ingin memperjelas hubungan kita dulu."
Lala terlihat berpikir, dia menatap Al dengan ragu. Bukan ragu akan perasaan Al, tapi dia ragu apakah ia pantas untuk Al.
"Hey, kenapa melamun? Bagaimana?"
"Tapi, jika Nyonya dan Tuan besar tahu gimana Tuan?"
"Mama dan Papa pasti setuju kok! Kamu tenang saja, soal lamaranku tadi, kamu boleh menjawabnya setelah 1 bulan. Aku
Akan menunggumu." Ucap Al
Setelah beberapa saat Lala terdiam, dia pun akhirnya mengangguk dengan wajah malu malu.
Al yang melihat itu segera memeluk tubuh Lala dan mengecup kening nya.
"Sekarang tidurlah, tidak baik udara malam bagimu." Ucap Al
Lala mengangguk lalu pamit ke kamar, tapi sebelum itu Al segera menarik leher Lala dan mengecup singkat bibir Lala beberapa detik.
Tapi walau beberapa detik, ciuman itu mampu membuat jantung keduanya berpacu.
__ADS_1
Bersambung......