Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Aku Butuh Bantuan Kalian


__ADS_3

Happy Reading 😘


Author akan up 1 bab saja sampai hari selasa ya🙏soalnya author sangat sibuk beberapa hari ini, jadi mohon pengertiannya 🙏😘author akan usahakan up walau cuma 1 bab saja


Dev segera menuju mobil, dia melihat Dea yang masih tak sadarkan diri dan itu membuat Dev sangat cemas.


"Sayang, bangun sayang...." Panggil Dev sambil menepuk pelan pipi Dea.


Tapi Dea masih belum bangun, lalu Dev menyuruh Al untuk masuk kedalam mobil dan menuju kantor.


Sementara itu Dillon mengikuti dari belakang dengan supir Dea yang pingsan.


Sesampainya di kantor, Dev langsung membawa Dea keruangan nya, dan membaringkan Dea di kamar pribadinya.


Setelah itu dia menunggu dokter yang di telfon Al tadi di dalam mobil.


"Al, mana dokternya? Kenapa belum datang juga?" Kesal Dev dengan wajah cemas.


"Iya Bos, sebentar lagi."


Dea mengerjapkan mata nya, lalu saat dia menatap Dev. Dea langsung menjerit sambil menutup wajah nya dengan takut.


"Sayang, sayang hey, ini aku suami kamu!" Ucap Dev sambil memegang bahu Dea.


Dengan perlahan Dea membuka tangan yang menutupi wajahnya. Lalu dia langsung memeluk tubuh Dev saat dia sadar jika di depannya itu bukanlah penjahat.


"Mas, aku takut!" Lirih Dea dengan isak tangisnya.


"Iya sayang, ada aku disini. Kamu jangan takut lagi ya!"


Dev mengusap punggung Dea, membuat istrinya nyaman dan tenang.


Tak lama dokter pun datang, dan memeriksa keadaan Dea. Dev bernafas lega saat mengetahui jika Dea tak kenapa napa.


🌹


🌹


🌹


"Dev, siapa sih yang nyerang istri Lo?" Tanya Dillon sambil memegangi wajah nya yang sedikit babak belur.

__ADS_1


"Amber! Dialah pelakunya. Dia meminta bantuan sama geng serigala." Jelas Dev dengan tatapan yang begitu dingin


Pletak


Al menyentil luka di wajah Dillon, membuat pria itu mendelik dengan tajam.


"Apa apaan sih Al! Ngapain Lo nyentil gw, sakit oneng." Kesal Dillon


"Ya lagian Lo, kenapa pakai nanya segala Jumanto! Udah tahu Dev pernah cerita kalau si Ember dalang nya!" Ucap Al


"Ck, ya gausah nyentil juga sih Alkonah." Decak sebal Dillon.


"Gw butuh bantuan kalian." Timpal Dev, membuat tom and Jerry itu berhenti berdebat.


"Apa itu? Gw akan bantu apapun itu, Lo minta gw habisi geng sial*n itu juga gw mau." Ujar Dillon.


Dev mendekat kearah dua sahabatnya itu, lalu membisikan sesuatu yang membuat kedua pria tampan itu mengangguk setuju.


Hari semakin sore, saat ini Dea tengah duduk sambil bersender di sandaran ranjang. Dia masih memikirkan soal kejadian tadi siang.


Ada rasa sesal dan bersalah pada diri dan juga suaminya.


"Sayang, kenapa melamun hem?" Tanya Dev sambil mengusap kepala istrinya


Dea langsung memeluk tubuh Dev dengan erat. "Mas, maafin aku ya! Aku harusnya menelfon kamu dulu untuk memastikan nya. Tapi, aku malah langsung percaya begitu saja!" Ujar Dea dengan nada rasa bersalah.


"Gak apa-apa sayang! Aku ngerti kok."


🌹


🌹


🌹


Jam menunjukan pukul 8 malam, Al baru saja pulang dengan wajah lesu. Dia sibuk mengurusi kerjaan, tapi dia juga tak bersemangat sebab seharian Lala tak bisa di hubungi.


Saat Al akan masuk kedalam kamar nya, dia menyuruh salah satu pelayan untuk menyuruh Dea membuatkan wedang jahe dan membawanya ke kamar.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Pintu di ketuk, dan Dea pun masuk kedalam kamar Al.


"Permisi Tuan, ini wedang jahe nya." Ucap Lala sambil meletakan gelas itu di meja samping tempat tidur.


Al langsung menarik tangan Lala, hingga wanita itu jatuh di atas pangkuan Al.


Kedua pipi Lala langsung memerah malu saat Al menahan pinggang nya.


"Tuan, lepaskan. Nanti ada yang lihat malu Tuan." Ucap Lala dengan malu.


"Siapa yang berani masuk kesini hem? Mama juga gak ada kan, lagi liburan. Dan, kamu lupa ucapan ku waktu itu hem?"


"Ucapan apa?" Bingung Lala.


"Aku kan pernah bilang, kalau hanya kita berdua, maka panggil aku sayang! Kalau kamu melanggar, maka aku akan menghukummu." Jelas Al dengan senyum seringai di wajahnya.


Gluk


Lala menelan ludahnya dengan kasar, saat mendengar Al berbicara seperti itu. Entah kenapa dia merasa lampu merah sedang menyala.


"Maaf, aku--"


"Kenapa seharian ponselmu tak bisa dihubungi?" Tanya Al dengan wajah terlihat kesal.


"I-itu, ponsel aku jatuh kedalam kolam saat membersihkan nya! Jadi mati total." Jelas Lala dengan jujur.


Al mengusap pipi Lala dengan lembut.


"Kenapa tak bilang?"


"Gimana mau bilang! Ponselnya aja mati." Gerutu Lala dengan cemberut.


Al yang melihat bibir sexy Lala, segera menyambarnya. Dia menyatukan bibirnya dengan bibir lembut Lala.


Lala yang sudah biasa mendapatkan ciuman tiba tiba dari Al. Memejamkan mata nya dan mengalungkan tangan nya ke leher Al.


Merasa mendapat lampu hijau, Al pun mulai melahap habis bibir sexy Lala, keduanya pun larut dalam rasa hangat namun mampu membangunkan yang di bawah sana.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2