
Happy reading
Semua orang bergantian berjalan menuju ke pelaminan, untuk mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.
Nina dan juga Hazel sedang berdiri dan menyalami para tamu yang mengucapkan selamat kepada mereka. Sebenarnya Nina sudah pegal, apalagi dari pagi acara masih saja ramai, tidak dia sangka jika tamu dari Hazel begitu banyak.
"Bang... Apa aku boleh duduk? Aku pegal sekali berdiri terus," pinta Nina sambil sedikit berbisik ke arah Hazel.
Mendengar itu Hazel merasa kasihan, kemudian dia menyuruh Nina untuk duduk. "Duduklah! Biar aku yang menyambut tamu," ujar Hazel kepada Nina.
Sebenarnya Nina sudah lelah, apalagi waktu juga sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, dan sebentar lagi Nina dan Hazel harus pergi ke kamar untuk berganti pakaian.
Mama Linda datang memberitahu jika Nina dan juga Hazel harus pergi ke kamar untuk berganti pakaian. Nina mengangguk lalu dia menggandeng tangan Hazel, karena dia tidak bisa berjalan dengan sepatu hak yang tinggi.
Setelah sampai di kamar, Nina langsung duduk di tepi ranjang dan melepaskan sepatunya. Kemudian dia memijat kakinya yang terasa pegal, dan benar saja jika kaki Nina lecet, karena kelamaan memakai sepatu heels.
'Sshh... Ternyata begini ya, kalau Menikah dengan orang kaya. Begitu sangat melelahkan,' batin Nina sambil meringis saat memegang luka di kakinya.
Hazel yang baru saja membuka jasnya merasa kasihan, saat melihat Nina memijit kakinya. Kemudian dia pun berjongkok dan memangku kaki Nina di atas pahanya.
"Loh, bang. Abang mau apa?" Kaget Nina saat Hazel meletakkan kakinya di atas pahanya.
__ADS_1
"Ini tuh kaki kamu luka! Sebentar, aku ambil obat dulu ya," ujar Hazel dengan lembut, kemudian berjalan menuju lemari kecil dan mengambil kotak P3K.
Dengan perlahan Hazel mengobati kaki Nina, lalu memplesternya. Nina begitu sangat terharu dan juga merasa hangat dengan perlakuan hasil
"Makasih ya Bang," ucap Nina dengan tulus.
Hazel tersenyum manis, kemudian dia mengusap pipi Nina dengan lembut. "Sudah kewajibanku Sayang. Sudah, kita ganti baju dulu yuk, atau kamu mau aku bantu buat ganti baju?" Goda Hazel kepada Nina.
Mendengar itu Nina menjadi salah tingkah, wajahnya merona malu.
"Apaan sih Bang, udah ah, abang sana duluan. Nanti aku dibantu sama Mama aja," jawab Nina sambil memalingkan wajahnya.
Hazel terkekeh melihat wajah malu istrinya, kemudian dia pun berjalan ke kamar mandi dan mengganti bajunya. Sementara itu Nina menutup wajahnya sambil menggelengkan kepala.
Tak lama Mama Eriska pun masuk ke dalam bersama dengan MUA, dan akan membantu Nina untuk mengganti pakaian dan merapikan riasannya kembali.
Sementara itu Hazel sesudah berganti pakaian, dia turun kembali ke bawah untuk menyapa para kolega bisnisnya dan juga para tamu yang lain. Sedangkan Nina masih di dalam kamar.
"Heh, Gue kira lo nggak jadi sama tuh cewek," ujar Dillon sambil menyenggol bahwa Hazel.
"Jadilah... Kan gue mah orangnya serius! Nggak kayak lu, buaya cap kadal, kayak teh celup ke sana ke sini," ledek Hazel sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru acara.
__ADS_1
*****************
Tepat jam 11.00 malam, acara telah selesai. Tetapi masih ada beberapa tamu dari keluarga Dev maupun keluarga Hazel, dan mereka masih mengobrol dengan Om Sandi ataupun dengan Papa Bachtiar.
Nina masuk ke dalam kamar mandi dan melihat jika air sudah disiapkan di bak mandi. Lalu Nina pun membuka riasan yang ada di kepalanya satu persatu, dibantu oleh Dea.
Tak lama Hazel pun masuk ke dalam kamar saat Nina membersihkan wajahnya. Dea yang melihat itu pun pamit, tetapi Nina menghentikan tangan Dea.
"Bantu aku buat buka gaun ini dulu, nanti baru kamu keluar," pinta Nina dengan wajah memohon.
Dea mengangguk, kemudian dia menyuruh Nina membelakangi nya dan membuka resleting yang ada di belakang punggung Nina. Setelah itu dia pun langsung keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya.
"Apa Nina sedang mandi?" Tanya Hazel kepada Dea, sambil membuka kancing kemeja nya.
Dea menundukkan wajahnya saat melihat Hazelnmembuka kemejanya, kemudian dia pun mengangguk.
"Iya, Nina lagi mandi. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dea sambil keluar dari kamar itu.
Sebenarnya setelah mandi, Nina dan juga Hazel akan langsung pergi ke kediaman orang tua Hazel. Karena Hazel tidak mau malam pertamanya dilakukan di rumah Bachtiar.
Sementara itu di dalam kamar mandi, Nina masih merendamkan tubuhnya, merilekskan otot-otot yang terasa pegal akibat seharian berdiri menyambut para tamu.
__ADS_1
"Setidaknya badanku harus rileks dulu, sebelum pada akhirnya aku mandi keringat juga," kekeh Nina sambil menatap langit-langit kamar mandi.
Bersambung. . .......