
Happy reading...........
Saat ini di sebuah restoran sedang duduk tiga orang, yaitu Lala, Mama Rose, dan juga Mama kandung Lala, yaitu Lusi. Memang sejak kejadian tadi, Mama Rose meminta Lala untuk berbicara empat mata dengan Mama kandungnya Lala. Dia tidak mau Lala membenci Mama Kandungnya sendiri, walaupun Mama kandung Lala memang bersalah.
Dan sejak tadi, Lala tidak memandang sedikitpun ke arah Mamanya. Hatinya benar-benar kecewa, sebab Lala sudah memaafkan, tetapi Mamanya malah membuat kesalahan yang fatal lagi.
Tante Lusi menggenggam tangan Lala, kemudian dia menatap anaknya itu dengan linangan air mata.
"Mama tahu, Mama salah. Tetapi ini jalannya Mama Nak! Mama mohon, jangan pernah membenci Mama. Walaupun mungkin, Mama tidak ada di saat-saat terburuk kamu. Tapi Mama tetaplah Mama kamu. Mama sayang sama kamu," ucap Tante Lusi sambil menggenggam tangan Lala.
Mendengar itu Lala hanya diam sambil menatap ke arah lain. "Kenapa Mama melakukan itu? Mama sudah cukup mengkhianati Papa,.terus Mama menikah dengan pria lain, dan hamil. Lalu sekarang Mama jalan lagi dengan pria lain? Sudah berapa banyak pria yang Mama pacari?" Tanya Lala sambil menatap tajam ke arah ibu kandungnya.
"Kamu tentu tahu Nak, Mama tidak bisa hidup tanpa kemewahan. Dan ini yang Mama jalani. Tetapi satu hal,.Mama sangat menyayangi kamu. Jadi walaupun Mama seperti ini, Mama mohon jangan pernah membenci Mama Nak!" pinta Tante Lusi dengan wajah memohon kepada Lala
"Mama tahu! Aku tidak pernah membenci Mama. Hanya saja hati ini sakit setiap mengingat, bagaimana perlakuan Mama kepada aku dan juga Papa. Mama tahu kan, Mama tidak ada di saat-saat terburuk kami? Bahkan di saat Papa tidak ada pun, Mama tidak ada di samping aku. Kemana Mama? Mama lebih mementingkan pria lain ketimbang aku!"
Sejatinya Jika hati sudah retak, maka sangat sulit untuk bisa kembali utuh. Begitupun seperti kaca, jika kaca sudah pecah ataupun retak, maka seperti apapun itu tidak akan pernah bisa kembali utuh. Bekasnya akan selalu ada dan tidak akan pernah bisa mulus kembali.
__ADS_1
Setelah berbicara dengan Mama kandung Lala, Mama Rose pun mengajak Lala untuk pulang. Sementara itu Tante Lusi kembali melanjutkan belanjanya. Lala juga mau memaafkan Tante Lusi, karena pepatah dan juga petuah dari Mama Rose.
Sesampainya di rumah Lala langsung masuk ke kamar, dia merasa sangat lelah. Apalagi ditambah dia harus bertemu dengan orang yang selama ini dia hindari, membuat tenaganya semakin lemas.
--------------------
Sementara itu di tempat lain, Nina sedang mengajak main Berlian di taman belakang bersama dengan Dea. Walaupun Dea sudah sadar, tetapi Nina masih menjadi baby sitternya Berlian, dan sekarang dia pun tidur di kamar Berlian. Tetapi jika malam Berlian menangis, maka Nina akan memberikannya kepada Dea.
"Nin, aku senang banget kamu ada di sini. Aku jadinya punya temen. Tapi... Apa kak Fahri mengizinkan kamu kerja di sini?" Tanya Dea pada Nina.
Mendengar ucapan dan juga pertanyaan dari Dea, seketika wajah Nina menjadi Sendu. Matanya menerawang jauh ke Beberapa bulan yang lalu, di mana kebahagiaan yang dia pikir adalah sebuah awal kisah cintanya, tapi ternyata salah salah besar
"Aku dan Mas Fahri sudah bercerai," jawab Nina dengan kepala menunduk.
Dea yang mendengar itu tentu saja sangat kaget. Dia menatap sahabatnya itu dengan tatapan membulat dan dahi berkerut. "Kenapa? Kok kamu bisa sampai cerai sama Kak Fahri?" Kaget Dea.
Nina tak kuasa menahan air matanya, dan Dea yang melihat itu segera merangkul sahabatnya di dalam pelukannya. Hingga beberapa menit Nina nangis tersedu-sedu di dalam pelukan Dea. Selama ini dia selalu menyimpan kesedihannya dibalik senyum manisnya, hingga saat Dea menanyakan itu, mungkin Nina pikir saatnya dia melepas beban yang selama ini ada dalam pikirannya.
__ADS_1
Setelah tangisan Nina mereda, dia pun menghapus air matanya lalu Dea memberikannya air putih untuk membuat Nina sedikit tenang.
"Aku bercerai dengan Mas Fahri, karena dia selingkuh De. Aku tidak menyangka jika dia berani melakukan itu? Apalagi saat itu aku tengah hamil muda. Kamu tahu kan De, Resti teman SMP kita dulu? Dia janda kembang kan di desa, dan ternyata dia selingkuh bersama Mas Fahri, dan lebih menyakitkan ya lagi mereka melakukan zinah di dalam hutan, di kebun karet milik Mas Fahri. Hati mana yang tidak sakit De? Semua istri pasti sakit, saat melihat suaminya tengah menggali wanita lain? Dan kamu tahu, saat aku berbicara kepada mertuaku, Mas Fahri membantah nya. Tapi sebelum aku memergoki mereka, aku sempat video kelakuan tak senonoh itu. Sebagai bukti jika aku tidak berbohong. Karena aku tahu, pasti Mas Fahri akan mengelak."
Mendengar ucapan Nina, hati Dea ikut sakit. Dia tidak menyangka jika pria baik yang selama ini dia kenal, tega menyakiti sahabatnya sendiri.
"Kamu yang sabar ya! Aku yakin, allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik buat kamu! Mungkin allah ingin kamu lebih dekat dengan dia."
"Kamu benar! Mungkin aku terlalu jauh, walaupun aku selalu mencoba mendekat kepadanya, tetapi untuk membuka hatiku kembali rasanya sangat sulit. Aku sudah terlalu sakit! Hatiku sudah pernah dikecewakan saat aku mulai mencintainya. Dan untuk membuka hatiku lagi untuk pria lain, rasanya aku tidak bisa De! Entah kenapa, di pikiranku semua laki-laki itu sama."
"Tidak semua laki-laki itu sama. Ada beberapa yang baik, setia, penyayang, tulus dan pengertian. Tidak semua seperti kak Fahri. Allah itu, pasti akan menjodohkan orang baik dengan orang baik juga! Percayalah, allah pasti akan menggantikan Mas Fahri dengan lelaki yang baik, jauh lebih baik bahkan."
Dea mengusap bahu Nina, mencoba menguatkan sahabatnya itu. Dia tahu betapa hancur dan rapuhnya perasaan Nina saat ini, dan dia bisa merasakan itu. Walaupun dia tidak pernah berada di posisi Nina, tetapi dia tahu jika hati Nina pasti sakit. Wanita mana yang tidak akan pernah merasakan sakit, jika melihat suaminya sedang menc-umbu wanita lain.
Nina dan juga Dea tidak sadar, Jika di belakang mereka ada seseorang yang mendengarkan curhatan Nina. Hatinya ikut sakit dan miris mendengar cerita Nina. Sebagai laki-laki, tentu saja dia juga marah jika melihat laki-laki lain menyakiti seorang wanita. Walaupun pada dasarnya dia juga senang bermain dengan wanita, tetapi saat mendengar cerita Nina Entah kenapa hatinya ikut terbakar.
Bersambung. . ....
__ADS_1