
Happy Reading ๐๐
Dea izin pulang sekalian membawa makan malam buat Mama dan Papa.
Sebab Mama harus di rawat di rumah sakit sampai keadaannya membaik.
Dev menawarkan diri untuk mengantarkan Dea. Dev berencana ingin berbicara dengan Dea. Tapi selama di dalam mobil Dea malah tertidur.
Padahal itu hanya pura pura agar Dev tak mengajak nya mengobrol. Dea butuh waktu.
"Sayang, aku mau bicara sebentar." Ucap Dev saat mereka sedang di dalam kamar.
Dea diam saja tak menjawab, dia melangkah ke dalam kamar mandi, tapi Dev menahan tangan nya.
"Tolong dengarkan aku dulu." Pinta Dev
Hhuufff
Dea mendengus dengan kasar, lalu menatap Dev.
"Silahkan mau bicara apa dan cepat! Sebab aku harus masak buat Mama."
Dea menarik tangan nya dari tangan Dev, lalu duduk di tepi ranjang. Dev yang melihat itu ikut duduk juga di samping nya.
Flashback on
Saat Dev tiba di kantor nya karena habis meeting di luar, tiba tiba seseorang masuk kedalam ruangan Dev, dan ternyata dia adalah Amber.
"Maaf Tuan, saya sudah mencegah nya masuk, tapi dia seperti belut." Ucap Alvin
Dev menganggukan kepala nya, lalu menyuruh Alvin pergi.
Amber yang melihat itu segera mendekat ke arah Dev, dan berdiri di belakang nya lalu dia mengusap dada Dev dari belakang.
Dev yang melihat itu segera mendorong tubuh Amber.
"Jaga sikapmu!" Bentak Dev.
__ADS_1
"Mau apa kau kesini hah?"
"Aku mau kamu! Sayang aku itu tahu kalau kamu masih belum bisa melupakan aku. Kamu masih cinta kan sama aku? Aku tahu kok, kalau aku masih ada di sini!" Ucap Amber dengan penuh percaya diri sambil menunjuk dada Dev.
"Kamu salah! Aku bahkan sudah melupakan mu sejak kau meninggalkan aku." Jawab Dev dengan tegas.
Amber tak kehilangan akal, dia kemudian duduk di pangkuan Dev dan mengalungkan tangan nya pada leher Dev.
"Bangun, atau ku dorong!" Geram Dev dengan sorot mata yang begitu tajam.
"Ayolah sayang, aku tahu kok kalau kamu itu masih cinta sama aku! Gak usahlah kamu itu pura pura cinta sama istri kamu!"
Amber mengusap wajah tegas Dev sampai keleher. Dia juga sengaja menggoyangkan pinggulnya untuk memancing sesuatu di bawah sana.
Dev yang merasakan itu tentu saja geram dan ingin bangun, tapi Amber malah langsung menyatukan bibir mereka.
Dev berusaha melepas pagutan itu, tapi Amber malah semakin ganas dan merangkul nya dengan erat.
Dev terus mencoba, tapi Amber menahan tengkuknya dengan kuat. Sehingga dia sedikit kesulitan.
Prraaang
Flashback off
"Sayang, aku benar benar tak ada niatan untuk berciuman dengan dia! Sungguh, aku sudah berusaha melepaskan nya." Ucap Dev setelah selesai menjelaskan nya pada Dea.
Dea bangkit dari duduk nya.
"Kamu itu cowok Mas! Tenaga kamu lebih besar ketimbang badan kerempeng dia? Mungkin kamu gak bisa melepaskan nya sebab kamu terbuai dengan aksi nya? Apalagi dengan goyangan ngebor nya di pangkuan kamu?
Sudahlah Mas, aku butuh waktu untuk semua ini! Dan ya, aku juga tak menyangka jika kamu ternyata sudah sering berciumann?"
Dea kembali melanjutkan langkah nya ke kamar mandi.
"Sayang, aku benar benar sudah melupkan nya!"
Dea berhenti saat di depan pintu kamar mandi dan menoleh ke arah Dev.
__ADS_1
"Buktikan Mas, jangan hanya ucapan saja! Semua butuh bukti."
Setelah mengatakan itu Dea pun masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Dev yang prustasi.
๐น
๐น
๐น
"Hah! Serius Lo? Dev dan si jelmaan Ember itu ciuman?" Kaget Hazel saat berada di Cafe bersama Dillon dan Alvin.
"Iya, gw serius. Wajah tampan gw kena juga nih pas tadi mau menolong si kamvret?" Decak sebal Dillon.
"Halah, masa kena tendang gitu doang Lo nangis? Timbang tuker tambah aja kok repot amat?" Ledek Hazel
"Apa Lo bilang? Tuker tambah? Lo pikir wajah tampan gw ini barang bekas apa?" Ketus Dillon.
Hazel mengangkat kedua bahu nya, sedangkan Alvin hanya menjadi penonton saja.
"Tapi gw kasihan sama Dea. Pasti dia sekarang lagi sakit hati?" Ucap Hazel
"Iya, itu pastilah. Istri mana sih yang kagak sakit hati saat melihat suaminya berbumbu mesra dengan wanita lain?"
"Ya, gw berharap semoga saja rumah tangga mereka tetap adem ayem dan langgeng."
"Aamiin...... Eh batu! Lo kenapa diam saja sih? Ngomong kek, mulut Lo lagi sariawan apa lagi dower habis di gigit tawon?" Ujar Hazel sambil meledek Alvin.
"Gw lagi mikirin aja, gimana keadaan rumah tangga Dev! Apalagi mereka belum mencintai satu sama lain? Masih dalam tahap." Jelas Alvin
"Iya juga ya! Gw pikir tadi Lo lagi mikirin si Lala?" Goda Hazel sambil menyenggol bahu Dillon.
"Iya Al, gw pikir juga gitu hahaha...."
"Sial*n Lo pada. Ngapain juga gw mikirin tuh bocah?" Decak sebal Alvin.
"Ah elah, bocah bocah juga udah bisa produksi anak tuh?" Goda Dillon.
__ADS_1
"Berisik" Ketus Alvin
Bersambung......