
Happy Reading😘
Al dan Lala sampai di rumah dengan keadaan badan setengah basah. Apalagi Lala sudah menggigil kedinginan sedari tadi.
Dengan cepat Al membuka pintu mobil, dan mengajak Lala langsung naik ke lantai dua. Tapi pas akan menaiki Tangga, Mama Rose menghentikan mereka.
"Ya ampun, kalian kenapa malam sekali pulangnya? Mana basah kuyup lagi? Kalian hujan hujanan?" Todong Mama Rose dengan pertanyaan.
"Kami tadi mampir ke Cafe dulu Ma, tapi malah kehujanan." Jelas Al
"Yasudah, kalian langsung masuk kamar gih. Ganti baju nya, nanti masuk angin."
Al dan Lala mengangguk, lalu naik ke lantai atas untuk masuk ke kamar mereka masing masing.
Sementara itu Mama Rose meminta salah satu pelayan untuk membuatkan teh hangat untuk Lala dan Al.
Lala langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengganti baju nya dengan baju tidur. Setelah itu Lala langsung menyelimuti dirinya dengan selimut tebal.
"Ya ampun, kenapa dingin sekali?" Gumam Lala
Tak lama pelayan masuk ke kamar Lala dan membawakan teh hangat untuk Lala. Tak menunggu lama, Lala langsung meminum teh itu.
Sedikit terasa hangat saat teh itu masuk kedalam tenggorokan dan tubuh Lala.
Drrt
Ddrrt
Ponsel Lala bergetar, dan ternyata telfon dari Alvin.
"Ya, hallo sayang."
"Iya aku baik baik saja kok!"
"Iya, ini baru mau tidur. Kamu juga tidur."
Setelah panggilan terputus, Lala menaruh kembali ponsel nya dan kembali meminum teh hangat nya sampai tandas.
__ADS_1
"Ck, orang sebelahan aja pakai telfon?" Ucap Lala dengan lirih sambil menarik selimut untuk tidur.
Padahal kamar Lala dan Al sebelahan, tapi Al malah menelfon nya. Padahal tinggal ke kamar Lala saja.
Di sisi lain, tepatnya di kamar sebelah. Al merasa lega mendengar Lala baik baik saja, sebenarnya Al ingin sekali melihat nya secara langsung tapi Al takut jika nanti dia malah tak bisa menahan diri saat berada di dekat Lala.
Al akan melihatnya tengah malam saat Lala sudah tidur, dan saat semua orang sudah tertidur.
🌹
🌹
Tepat jam 1 malam, Al masuk kedalam kamar Lala. Dia berjalan mendekat ke arah ranjang dan melihat bidadari hatinya itu lagi tertidur pulas.
Al memegang dahi Lala, takut jika Lala akan demam. Dan dia sangat bersyur sebab Lala baik baik saja.
Cup
Al mengecup lembut kening Lala.
Setelah itu Al kembali berjalan ke arah pintu, namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Lala.
"Jangan pergi Pa! Lala kangen Papa."
Al menengok kembali ke arah Lala, lalu duduk di samping nya.
"Kamu ternyata sangat merindukan Papa kamu sayang! Aku berjanji, akan selalu menjaga kamu dan menyayangi kamu." Ucap Al sambil menggenggam tangan Lala.
Setelah itu Al keluar dari kamar Lala. Dia sebenarnya ingin sekali merengkuh Lala dalam dekapan nya, tapi Al sadar jika ia dan Lala belum menikah.
Al juga takut jika nanti tangan nya tak bisa di kondisikan, sebab sudah tahu bentuk jelly kenyal Lala.
Jadi, demi menghindari si joni ngamuk di bawah sana. Al mencari mana saja.
🌹
🌹
__ADS_1
🌹
Dea bangun dengan kepala yang masih terasa pusing. Tapi dia paksakan untuk menyiapkan perlengkapan kerja suaminya.
Dea sebenarnya heran, kenapa kepala nya masih saja pusing. Di tambah sekarang perutnya terasa sedikit mual.
Saat Dea akan mengambil dasi Dev, tiba tiba saja kepalanya terasa sangat pusing hingga membuat tubuh Dea sedikit oleng.
Untung saja Dev sudah selesai mandi dan menangkap tubuh Dea.
"Sayang, kamu kenapa?" Panik Dev
Dia mendudukan Dea di sofa yang ada di kamar nya, lalu memberikan air putih pada Dea.
"Kepala kamu masih pusing?" Tanya Dev dengan wajah cemas.
Dea mengangguk lemah lalu menyenderkan kepala nya di bahu Dev. Rasanya hanya untuk berucap saja Dea tak kuat, kepalanya serasa di remas remas seperti cucian habis di bilas.
"Kita kerumah sakit."
Dea hendak menolak tapi kepala nya terasa amat pusing, hingga dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya menahan sakit.
Dev membaringkan Dea di atas kasur, lalu dia segera memakai baju nya. Setelah itu Dev langsung menggendong Dea turun ke bawah menuju mobil.
"Loh, Dev. Dea kenapa? Mau di bawa kemana?" Tanya Mama Linda
"Ini Ma, aku mau bawa Dea ke rumah sakit. Sepertinya kepala Dea masih sangat pusing." Jawab Dev.
"Yasudah hati hati, telfon Mama kalau ada apa apa."
Dev mengangguk lalu segera membawa Dea ke mobil, setelah itu Dev menginjak pedal gas nya dan meninggalkan Mansion.
Bersambung......
Maaf buat para readers semua yang baca semua novel aku🙏Bukan aku gak mau jawab atau like komen kalian satu persatu🤧Jujur aku jarang sekali buka NT, sekalinya buka hanya up saja. Sebab aku emak emak berdaster yang banyak kerjaan selingan sana sini🤣Jadi gak sempat Like maupun bales komen kalian🙏Tapi percayalah, aku selalu baca kok komen kalian satu persatu. Dan aku sangat berterimakasih buat kalian semua yang udah dukung dan baca karya receh aku😘😘😘Pokoknya terus kasih kritik dan saran kalian ya buat othor remahan yang masih pemula ini🙏Tpi usahakan kritik yang membangun dan bukan menjatuhkan mental author peyek ini🙏😘😘
SEKIAN CURHATAN AKU🙏🤣DAN THANK YOU FOR ALL😘😘
__ADS_1