Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Kamu Jahat


__ADS_3

Happy reading.........


Nina dan juga Bu Ningsih menengok ke arah Fahri, mendengar Fahri membantah perbuatannya membuat Nina geram. Dia berjalan mendekat ke arah Fahri lalu menampar wajah Fahri kembali.


Plak


"Hebat kamu ya Mas! Kamu bilang aku bohong? Jelas-jelas, kamu dan dia sedang bergulat Mas!" Teriak Nina sambil menunjuk wajah Fahri dengan mata yang tajam.


"Heh, kamu jangan ngarang cerita ya sama ibu. Selama ini aku mau nerima kamu, tapi ternyata apa? Kamu malah nuduh suami kamu kayak gini? Mana buktinya kalau aku selingkuh? Buktinya aja kamu nggak punya!" Bentak Fahri sambil mendorong bahu Nina.


Bu Ningsih menahan tubuh Nina yang hampir jatuh ke lantai, dia takut jika terjadi apa-apa dengan kandungan Nina. Kemudian dia menatap sang anak dengan tatapan yang begitu tajam.


"Kenapa Fahri? Bukannya selama ini kalian sudah saling mencintai? Lalu kenapa kamu selingkuh dari Nina?" Tanya Bu Ningsih pada Fahri.


"Bu, aku nggak selingkuh. Dia ini Bohong Bu! Ibu lebih percaya dia, dibandingkan aku."


"Ibu lebih percaya Nina, karena Ibu juga wanita! Ibu tahu apa yang Nina rasakan, dan ibu tahu mana yang bohong. Sebaiknya kamu jujur sama ibu, kenapa kamu melakukan itu?"


"Enggak Bu! Aku nggak pernah selingkuh. Nina bohong, buktinya aja nggak ada? Ibu nggak bisa dong main tuduh kayak gitu, sedangkan buktinya aja nggak ada!" Tukas Fahri dengan ngotot.

__ADS_1


Nina menghapus air matanya dengan kasar, lalu dia mengeluarkan ponselnya dan memberikan foto itu kepada Bu Ningsih. Seketika mata Bu Ningsih membulat dengan wajah yang sangat terkejut saat melihat foto itu.


Fahri menatap heran ke arah sang ibu, dia menatap ponsel yang ada di tangan Ibunya, dan beralih menatap Nina.


Plak


Satu tamparan mendarat keras di pipi Fahri, untuk pertama kalinya Bu Ningsih menampar wajah sang Putra. Dia benar-benar kecewa kepada Fahri.


"Jahat kamu Fahri! Kamu malah main kuda-kudaan dengan wanita itu, di dalam hutan lagi? Ibu tidak menyangka Jika kamu setega ini sama Nina! Kamu kan tahu, jika istri kamu sedang hamil? Lalu kenapa kamu malah bermain kuda-kudaan dengan dia!" Bentak Bu Ningsih dengan geram.


Fahri merebut ponsel itu di tangan ibunya, lalu melihat foto di mana Dia sedang main kuda-kudaan bersama Resti, kemudian dia menatap tajam ke arah Nina.


"Iya Bu, aku selingkuh dari Nina. Karena Resti lebih cantik dari Nina, dia lebih menggoda dari Nina," Ucap Fahri dengan lantang.


Mendengar itu Bu Ningsih terlihat sangat geram, dia kembali menampar wajah Fahri dengan keras. Hingga kali ini pipi Fahri memerah.


"Ibu enar-benar kecewa sama kamu, Fahri! Ibu mendidik kamu untuk menghargai wanita, tetapi kamu malah berbuat zina? Kamu tidak pikir hah! Nina ini lagi hamil anak kamu Fahri? Apa jadinya jika kamu telah berzina dengan wanita lain!" Bentak Bu Ningsih sambil duduk di meja makan.


Sebagai seorang ibu tentu saja hatinya sangat hancur, saat mengetahui jika anaknya bermain di belakang bersama wanita lain. Terlebih mereka berzina, tentu saja sebagai orang tua dia sangat takut. Takut di hisab oleh Allah di akhirat kelak, karena gagal mendidik sang anak.

__ADS_1


"Kamu bilang dia lebih cantik Mas! Dia lebih menggoda? Aku begini, karena aku lagi hamil Mas! Kalau aku nggak lagi hamil, aku juga pasti dandan," Ujar Nina.


"Halah..... Mau kamu dandan kayak apapun, kamu tuh tetap kalah. Bahkan kamu sama Dea saja, masih cantikan Dea, dibandingkan kamu!" Geram Fahri.


Mendengar itu hati Nina benar-benar hancur berkeping-keping, dia tidak menyangka jika Fahri masih menyimpan rasa kepada sahabatnya itu. Saat Nina akan membuka mulut, tiba-tiba dia merasakan keram di perutnya yang teramat sangat.


"Aaaghh, perutku..... Ya Allah.....," Ring is Nina sambil memegangi perutnya.


Bu Ningsih tampak sangat cemas saat melihat Nina meringis, sambil memegangi perutnya. "Nak kamu kenapa?" Panik Bu Ningsih.


"Perut aku sakit banget Bu! Aduh..... Sakit Bu.....," Ringis Nina sambil berpegangan kepada kursi yang ada di sana.


Terlihat Darah segar mengalir di sela-sela paha Nina, Bu Ningsih yang melihat itu tambah panik. "Fahri, kenapa kamu diam saja! Ayo bawa istri kamu ke Puskesmas!" Titah Bu Ningsih.


Fahri yang tersadar dari lamunannya, segera menggendong Nina untuk dibawa ke Puskesmas. Setelah 15 menit, mereka sampai di sana, dan Nina langsung di periksa oleh bidan yang ada di sana.


Bu Ningsih dan juga Fahri menunggu di luar ruangan, sementara itu Nina sedang diperiksa oleh bidan di dalam ruangan. Bu Ningsih menatap tajam ke arah sang Putra. "Jika terjadi apa-apa dengan Nina, Ibu tidak akan pernah memaafkan kamu Fahri! Kamu benar-benar jahat, telah mengorbankan anakmu sendiri," Ucap Bu Ningsih dengan tajam kepada Fahri.


Sementara itu Fahri hanya diam, walaupun selama ini dia selingkuh bersama Resti. Namun dia juga sangat menyayangi bayi yang ada di dalam kandungan Nina. Memang selama ini, Fahri mencoba untuk mencintai Nina, tetapi dia tidak bisa. Hingga saat dia tahu Nina hamil, dia akan memperlakukan Nina dengan baik. Tetapi hati tidak bisa bohong, Jika dia belum bisa mencintai Nina, hingga datanglah Resti dan menggodanya. Mampu meruntuhkan imannya, hingga mereka menjalin hubungan selama dua bulan di belakang Nina.

__ADS_1


Bersambung. .... .


__ADS_2