Kampung Sihir

Kampung Sihir
Perasaan Khawatir


__ADS_3

Matahari masih belum menampakkan sinar nya tapi Aisyah sudah terlihat rapi, gadis itu tidak sabar lagi menunggu matahari terbit, dia ingin cepat-cepat ke sekolah dan berkumpul bersama kawan-kawannya,sebab hari ini sekolah mereka akan mengikuti acara kemping bersama SMA Pertiwi.


"Sudah shalat subuh Aisyah?" Tanya Bu Indri, saat melihat Aisyah sudah terlihat rapi dan duduk manis di ranjang nya.


"Sudah Bunda."Jawab nya sambil menarik ransel yang akan di bawanya nanti, dia kembali memeriksa isi nya.melihat apakah ada yang tertinggal.


"Aisyah, kalau bunda minta kamu untuk tidak mengikuti acara kemping bersama, kamu mau tidak?" Tanya Sang Bunda hati-hati, berharap Aisyah mau, karena dari semalam perasaan nya itu tidak enak.


"Dari semalam Bunda minta Aisyah untuk membatalkan kan acara kemping ini, memang nya kenapa sih?".


"Bunda khawatir, perasaan Bunda nggak enak dari semalam, takut nya terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan,"Ungkap bunda nya jujur.


"Itu cuma perasaan Bunda saja kok, Bunda banyak-banyak berdoa untuk keselamatan Aisyah, ya,! semoga Aisyah selamat sampai tujuan" Aisyah mencoba menenangkan perasaan ibundanya.


"Kamu tidak sayang sama Bunda,? kalau kamu pergi nanti bunda sendiri di rumah, Ayah kamu juga belum balik dari luar kota." Tambah Bu Indri, mencoba membujuk Aisyah. Namun,Aisyah tidak akan mengubah pendirian nya, kalau dia sudah mengambil keputusan maka dia tetap tidak akan mengubah nya.


*°°°°°••••••°°°°°*


"Tidak baik lho melamun gitu,nanti kesambet setan lagi."Tegur Dara yang duduk di samping nya.


"Ra, perasaan aku tiba-tiba nggak enak."jawab Aisyah.


"Kenapa...? jangan bilang kalau kamu nyesal ni, ikutan acara kemping bersama SMA Pertiwi."


"Tidak,bukan soal itu,ah sudah lah,tidak perlu di bahas lagi!"ujar Aisyah menepiskan tangan nya.


"Kamu beneran nggak kenapa-napa kan?"tanya Dara sekali lagi untuk memastikan.


"Iya... by the way,Andi sama Rudi di mana ya?" Tanya Aisyah saat melihat kedua sahabat nya yang super duper cerewet melebihi cewek itu tidak ada di dekat nya.

__ADS_1


"Rudi sama Andi ada tu,mereka duduk di belakang sama anak cowok yang lain." Tunjuk Dara. Benar saja kedua sahabat nya itu tampak sangat bahagia menikmati perjalanan mereka.


Aisyah kemudian terdiam kembali,dia mengalihkan kan pandangannya keluar jendela,supaya bisa mengembalikan suasana hati nya menjadi nyaman kembali. Dara rupa nya cukup pengertian dia tidak mengganggu Aisyah dengan mengajaknya ngobrol, gadis itu membiarkan saja sahabat nya menikmati waktu sendiri, mungkin benar suasana hati Aisyah saat ini sedang tidak baik.


^°•••••••°^


Bus yang mereka tumpangi terus melaju, jalan mereka lewati ternyata sangat sunyi tidak banyak kendaraan lewat, hanya sesekali saja Aisyah melihat kendaraan yang melintasi jalan itu, perasaan nya jadi resah kembali. "Ada apa ini?" Batin nya gelisah.


"Pak... Kita sudah sampai di mana ya?"Tanya Aisyah penasaran, sebab sudah sejam lebih mereka dalam perjalanan, tapi belum sampai juga.


"Masih setengah jam lagi Neng."Jawab Pak Yanto, sopir bus.


"Wah lama juga ya? Padahal SMA pertiwi sudah sampai di sana lho." Timpal Lucy, yang duduk di depan Aisyah.


"Wajar lah mereka kan berangkat lebih awal dari pada kita."Tambah Dara memberi tahu.


"Kita ini tadi ngelewatin jalan pintas kan?"Manda yang sedari tadi diam ikut menimpali.


"Yang di belakang diam aja nggak perlu ikut campur !" Seru Deon ikut berbicara.


"Sabar... sabar sebentar lagi kita juga bakalan sampai kok!" Pak Yanto berusaha membuat suasana kembali tenang.


Aisyah kembali mengarah kan pandangan nya keluar jendela, suasana sekitar terlihat begitu tenang, bus itu terus melaju, di tengah perjalanan Aisyah melihat beberapa orang lelaki memakai pakaian hitam, wajah mereka juga terlihat aneh, Aisyah tidak dapat melihat dengan jelas. Sebab, bus itu melaju terlalu cepat.


"Wah... kenapa lagi ini?" Pak Yanto panik saat mobil tiba-tiba berhenti di tengah jalan.


"Bus nya mogok.!"


"Yach... gimana ni?"

__ADS_1


"Kalau gini mah, nggak bakalan sampai tujuan." Yang lain pada ribut.


"Mungkin ini alasan nya kenapa perasaan aku tiba-tiba nggak enak." Ucap Aisyah setengah berbisik pada Dara.


"Mungkin karena akan jadi seperti ini juga, makanya bunda nyuruh kamu untuk tidak ikut dalam acara ini." Tambah Dara.


****


"Kita terpaksa harus menunggu menunggu di sini". Ujar Pak Yanto.


"Kalau nggak ada yang datang, berarti kita harus menunggu hingga besok pagi dong!" Dara tampak khawatir.


"Ya, mau bagaimana lagi? Sudah begini, terima saja sudah nasib kita." Rudi menjawab santai.


Saat mereka tengah kalut dengan pikirannya, anak-anak yang lain malah asyik mengambil gambar, mereka tampak senang-senang saja, berbeda dengan Aisyah dan ketiga teman nya.


"Ais... kamu kenapa sih? melamun, melamun terus dari tadi." Tanya Doni heran melihat Aisyah yang hanya diam saja.


"Kalian tadi ngelihat nggak, ada orang-orang yang lewat memakai pakaian hitam, tampilan mereka itu aneh bangat lho.!" Ungkap Aisyah kepada teman-teman nya.


"Sekelompok lelaki memakai pakaian hitam?" Dara tampak mengingat-ngingat sesuatu.


"Kamu melihat nya di mana?" Tanya Rudi kemudian.


"Beberapa menit sebelum bus ini mogok." Jawab Aisyah.


"Berarti seharus nya sekarang mereka sudah ada di sini." Tebak Dara.


"Itu benar, dan kita bisa minta bantuan dari mereka." Ujar Andi mengusulkan

__ADS_1


"Kira-kira ini tempat apa ya?" Rudi yang sejak tadi diam tiba-tiba bertanya, dia merasakan jalan tempat bus mereka mogok sangat aneh, terlihat menyeramkan.


....*....           ....*....*....


__ADS_2