
"Tik...
"Tik...
"Tik...
"Suara apa itu nek?" tanya Aisyah pada neneknya,saat itu dia sedang menonton tv,sedangkan neneknya sedang mengaji.
"Suara genteng mungkin." Nek Ijah menjawab asal,kemudian lanjut membaca Al-Qur'an.
"Tik...tik...tik...
Semakin aneh saja,Aisyah mematikan tv dan kemudian pergi ke dapur.
"Mau kemana Syah?" tanya neneknya begitu Aisyah melangkah menuju dapur.
"Ke dapur sebentar nek!"
Nek Ijah yang melihat Aisyah berjalan sendiri menuju dapur,perasaanya mendadak tidak enak. Beliau langsung mengakhiri bacaannya dan pergi menyusul Aisyah.
"Suaranya berasal dari kamar mandi nek."
Tanpa pikir panjang Aisyah langsung masuk dan melihatnya.
Darah...
Cairan merah itu mengalir melalui kran air yang tiba-tiba hidup sendiri,semakin deras,semakin lama semakin banyak masuk ke dalam bak mandi.
Aisyah terpaku di depan pintu,tidak bergerak hingga...
"Aisyah!" Nek Ijah memukul pelan pundaknya.
"Aaaa...." Gadis itu kaget setengah mati,hampir aja jantungnya melompat keluar.
"Ah,kamu bikin nenek kaget!"
"Nenek yang bikin aku kaget," ujar Aisyah,mengelus dadanya berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.
"Kamu kenapa malah melamun disini? Gimana,sudah tahu belum suara tadi berasal dari mana?" tanya sang nenek.
"Ternyata darah tadi hanya halusinasi ku saja." Batin Aisyah.
"Tuh kan,ngelamun lagi." Ujar si nenek begitu Aisyah kembali melamun.
"Ayo kita kembali ke depan nek!" Ajak Aisyah,dia mulai merasa ngeri berdiri lama-lama di sana.
\*\*\*\*
"Assalamualaikum!!!"
"Assalamualaikum!!"
Tak ada sahutan,pak imam kembali mengetok pintu itu.
__ADS_1
"Tok"
"Tok"
"Assalamualaikum!!
"Sepertinya itu suara pak imam nek." Aisyah menatap neneknya,dia mulai berpikir untuk apa pak imam datang ke rumahnya malam-malam begini,tidak mungkin beliau datang kalau tidak ada hal yang penting,mungkinkah telah terjadi sesuatu?
"Malam-malam begini untuk pak imam kesini?" Nek Ijah juga ikutan heran.
Dari pada menebak-nebak Aisyah langsung saja membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam!" jawab gadis itu,seraya membuka pintu.
Begitu pintu di buka Aisyah merasakan tubuhnya gemetar melihat pemandangan di depannya,awalnya dia kira pak imam datang sendiri,eh enggak tahunya beliau datang bersama yang lain.
Apa maksud ini semua?
"Aisyah,sesuatu yang buruk telah terjadi." Ungkap pak imam,raut wajahnya tampak tegang,dan nafasnya memburu.
Terlihat jelas kalau beliau datang dengan sangat buru-buru.
"Masuk dulu pak,kita bicara di dalam!" Ajak Aisyah,pak imam langsung masuk dan Aisyah menutup pintu rapat-rapat,tidak hanya itu dia juga menguncinya.
Membuat pak imam bingung,kenapa Aisyah harus mengunci pintu?
"Kenapa Syah,kenapa pintunya di kunci?" tanya neneknya.
Melihat Aisyah yang berdiri dan terus menatap keluar jendela mereka pun di buat bingung.
"Saya datang sendiri." Pak imam menjawab singkat.
"Mereka mengikuti pak imam sampai kesini!" ujar Aisyah,dia kemudian duduk di depan mereka.
"Kamu bisa melihatnya?"
Mata pak imam membulat sempurna mendengar perkataan Aisyah,lelaki itu tidak menyangka kalau Aisyah memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus itu.
"Saya sendiri bingung,terkadang saya bisa melihatnya dan kadang-kadang hanya bisa merasakannya saja."
"Mereka itu jin yang berada di bawah perintah Agus,dan jin itu semua sudah saya pindahkan dari tubuhnya." Tutur pak imam menjelaskan.
"Untuk apa? Untuk apa mas Agus melakukan semua itu?"
Benar seperti dugaan Aisyah dan Hanum kalau Agus juga memilki ilmu sihir
"Jangan-jangan Agus juga sama seperti Bu Mei." Nenek ikut menimpali.
"Iya,benar sekali. Tapi Agus malah lebih parah dari mertuanya. Jin yang bekerjasama dengan Bu Mei sebenarnya menuruti perintah dari Agus,itu sebabnya jin itu juga membuat Bu Mei celaka."
Penjelasan pak imam semakin membuat Aisyah mengerti.
__ADS_1
"Tapi kenapa Mas Agus melakukan semua ini? Kenapa dia tega menjadikan istrinya sebagai tumbal,anaknya bahkan mertuanya juga?" Kembali Aisyah bertanya.
Masalah yang sedang mereka hadapi sangat berbelit.
"Karena dendam Aisyah,Agus merasa dendam dengan Bu Mei karena dulu pernikahannya dengan Wiwin sempat tak direstui,bahkan Agus selalu mendapat hinaan dari mertuanya,tapi setelah Agus kaya Bu Mei langsung mau memberikan restunya. Wiwin juga sama,dia selalu mendesak suaminya untuk bekerja lebih keras lagi,supaya mereka kaya dan ibu mau merestui hubungan mereka. Dan akhirnya Agus memilih jalan pintas yang sesat,yang membuatnya menjadi seperti ini."
"Lalu kenapa Bu Mei bilang kalau beliau sudah melakukan semua yang di perintahkan iblis itu,beliau sudah mau menjadikan cucu bahkan anaknya sebagai tumbal?"
"Itu semua perbuatan Agus,dan Bu Mei tidak tahu kalau lelaki yang dia datangi untuk mempelajari ilmu hitam itu adalah Agus,sebab Agus saat bertemu dengan Bu Mei,dia memakai penutup wajah."
Sekarang semuanya semakin jelas,yang intinya Bu Mei sudah masuk dalam jebakan menantunya sendiri.
Pak imam menjelaskan semuanya,dan beliau juga mengatakan kalau Agus sudah bertobat,dan dia sendiri yang datang kepada pak imam untuk meminta bantuan dari pak imam.
Itu sebabnya iblis yang menjadi pengikut Agus,sekarang mengikuti pak imam,dan mereka terus meneror lelaki itu.
Dan tujuan dari pak imam datang menemui Aisyah adalah untuk meminta gadis itu membantunya.
"Lalu bagaimana dengan keadaan Mas Agus sekarang?" tanya Aisyah.
"Dia baik-baik saja,saya sudah menarik semua dari tubuhnya Agus,mereka tidak akan bisa kembali lagi. Tapi yang anehnya mereka malah mengikuti saya." Tutur pak imam.
"Hanya ada satu orang yang bisa menyelesaikan masalah ini,Ustadz Yusuf." Ucap Aisyah.
Aisyah akan mengundang sang ustadz untuk datang ke rumah neneknya,dengan begitu dia tidak perlu campur tangan dengan masalah pak imam,sebab Aisyah sudah tidak mau berurusan dengan makhluk halus lagi,dalam beberpa minggu terakhir ini hidupnya sudah tenang,dan dia ingin terus seperti itu.
"Lalu malam ini bagaimana? Apa saya harus membawa mereka pulang ke rumah?" tanya pak imam bingung.
Mendengar pertanyaan pak imam Aisyah tersenyum, "Kenapa kamu senyum,Syah?" nenek heran melihat ekspresi cucunya.
"Pak imam lucu sekali,bapak ini mengobati orang-orang sakit yang terkena sihir,tapi kenapa takut sama makhluk begituan?"
"Bukan takut nak,hanya saja bapak tidak mau kalau makhluk itu sampai mengganggu ketenangan di rumah bapak,kan kamu tahu kalau di rumah saya itu ada anak-anak dan cucu saya juga di sana,mereka semua masih kecil-kecil,bagaimana kalau sampai makhluk itu menampakkan diri pada mereka?"
Ucap pak imam memberikan alasan yang menurutnya cukup masuk akal.
"Bapak tidak perlu khawatir,kalau bapak pulang sekarang mereka juga tidak akan mengikuti pak imam lagi,karena tujuan mereka memang bukan kerumah pak imam." Ungkap Aisyah memberitahu.
"Kalau tujuan mereka bukan untuk mengikuti saya,lalu kemana tujuan mereka?"
Semakin membuat penasaran,Nek Ijah bahkan sampai garuk-garuk kepala.
Bahkan wanita itu merasa lebih takut saat melihat mata Aisyah ketimbang makhluk-makhluk itu sendiri.
Aisyah sepertinya mengetahui lebih banyak tentang makhluk yang terus mengikuti pak imam.
"Ke sini!" Aisyah mengatakan kemana tujuan iblis itu.
"Apa??"
Neneknya dan pak imam sama-sama terkejut dan tak habis pikir. Tatapan Aisyah juga penuh misteri.
__ADS_1
------