
"Dara,seharusnya kita sudah sadar dari awal,kampung itu memang aneh,saat bertemu sama wanita itu sebenarnya aku sudah merasakan ada yang aneh,dan lagi orang yang menjual boneka panda ini kepada kita,tidakkah kamu curiga kalau itu adalah wanita yang bertemu dengan kita di jembatan kayu?"
Sekarang pikiran Aisyah terbuka lebar,dia seolah bisa melihat kejadian yang terasa aneh di saat mereka pergi ke kampung melati.
"Iya,aku baru sadar Syah,tapi kenapa kita tidak menyadarinya saat pertama berada di sana ya?" Dara heran.
"Mungkin mata kita sudah terkena sihir,dan semua ini pasti sihir wanita itu,aku juga ingat mulutnya seperti komat kamit membaca mantra saat menatap wajah kita."
Saat tengah sibuk memikirkan kejadian aneh di kampung melati,mereka mendengar suara seseorang memberi salam.
Aisyah datang dan membuka pintu,ternyata yang datang adalah Bi Hanum bersama suaminya.
Dia datang karena di suruh Nek Ijah untuk menemani Aisyah dan Dara di rumah.
"Nenek bilang kalian ketakutan di rumah karena di tinggal berdua aja," Ucap Hanum.
"Gimana enggak takut bi,pak imam sudah membuat peraturan baru kali ini,di jalanan enggak boleh ada lagi orang yang berkeliaran di atas jam sepuluh malam." Jawab Aisyah.
"Tadi pak imam datang ke rumah,beliau bilang kalian berdua sudah masuk ke daerah larangan." Ucap suami Bi Hanum.
"Iya paman,kalau saja Dara tidak mengajak aku kesana aku juga tidak akan pergi." Ucap Aisyah membela diri.
"Iya,iya... Aku yang salah!" Dara menjawab dengan wajah cemberutnya.
"Apa pak imam juga bilang sama kalian kalau daerah yang kalian datangi itu sudah tidak ada penghuni lagi?"
GLEK!
Omongan paman Rio membuat Dara dan Aisyah terkejut setengah mati mendengarnya.
Mereka berdua tidak tahu akan hal itu,sebab pak imam sama sekali tidak mengatakannya.
"Paman... Ke-kenapa ceritanya jadi begini?" Aisyah terbata.
"Pak imam tidak mengatakan apa pun pada kami tentang warga di kampung itu,dia hanya bilang soal dendam,dan kejadian tragis yang terjadi tiga puluh tahun yang lalu,beliau tidak mengatakan kalau kampung melati sudah tidak ada penduduknya." Tambah Dara.
"Saat pergi ke sana kalian bertemu dengan seseorang kan?" tebak Hanum.
"Iya!" jawab mereka kompak.
"Dan yang kalian temui itu sudah pasti bukan manusia," Hanum kembali berkata.
"Kami melihat banyak orang di sana mbak, pemandangan di sana juga sangat indah,di sana ada sebuah pasar yang menjual berbagai macam barang,bahkan boneka panda itu kita beli di sana." Tutur Dara.
"Dan sekarang kalian sudah membakarnya,lalu apakah kalian menyimpan abunya,seperti yang pak imam suruh?" tanya Hanum.
"Kami sudah menyimpannya mbak,tapi kami tidak tahu untuk apa pak imam menyuruh kami menyimpan abu itu," ucap Aisyah,dia bangun dan mengambil sebuah toples kaca yang di dalamnya berisi abu boneka panda,boneka itu tidak habis terbakar,kakinya masih terlihat utuh. Tapi Aisyah membiarkan saja,karena makhluk itu juga tidak akan mungkin masuk lagi ke dalam boneka itu,karena sudah tidak utuh lagi.
"Kalian harus kembali ke kampung melati,tempat kalian membeli boneka tersebut."
__ADS_1
Lagi-lagi ucapan Rio membuat mereka sulit untuk bernafas.
"Aku sama Aisyah harus kembali ke kampung itu lagi?" tanya Dara dia memastikan,berharap apa yang di dengarnya tadi tidak benar.
"Kalau bukan karena harus mengembalikan boneka itu ke tempat asalnya,lalu untuk apa pak imam menyuruh kalian menyimpan abu boneka tersebut?"
Mereka tidak bisa menjawab,hanya terdiam tanpa kata,untuk bernafas saja sangat susah,sekarang Dara Dan Aisyah di hadapkan pada keadaan yang serba salah,pergi lagi ke kampung melati juga belum tentu bisa kembali dengan selamat,tidak pergi juga akan membuat keadaan semakin kacau,apalagi makhluk mengerikan itu sudah sangat mengganggu penduduk kampung.
"Kenapa pak imam tidak mengatakan kepada kita secara detail mengenai masalah yang kita hadapi sekarang?" keluh Aisyah dia tampak kecewa.
"Pak imam tidak tega mengatakannya pada kalian berdua tadi,beliau tahu kalian tidak akan sanggup menanggung tanggung jawab ini,jadi pak imam menyuruh paman dan bibi yang menyampaikannya kepada kalian," ucap Hanum.
Hilang semangat Aisyah mendengar semuanya,dia harus kembali lagi bersama Dara ke kampung itu,tempat di mana tidak ada seorang pun yang tinggal di sana.
"Tapi jangan berpikir kampung itu benar-benar kosong," Ucap Hanum dengan raut wajah serius,kali ini tatapannya tajam.
"Berarti masih ada penghuninya di sana?" tanya Dara.
"Jadi wanita yang kami temui di kampung itu..."
"Dia sudah mati," sambung Hanum,Dara menelan salivanya yang terasa kelu. Semakin mengerikan,masalah datang bertubi-tubi.
"Besok pagi-pagi sekali kalian harus kembali ke kampung melati,dan kalian harus menemukan pasar tempat kalian membeli boneka itu,dan tanam abunya di tempat tersebut. Kalian harus bisa kembali sebelum matahari terbenam."
"Kenapa abu ini harus di tanam juga,tidak bisakah kami cukup mengembalikannya ke tempat di mana kami membeli boneka ini?" tanya Aisyah.
"Boneka itu kalian dapatkan dari orang mati,yang di bangkitkan karena dendam,dan asal kalian tahu boneka ini bisa kembali ke bentuk semula jika sudah lebih dari tiga hari tidak di kubur,makanya kalian harus segera menguburkannya di tempat asalnya." Ucap Rio.
Mereka terus membahas masalah Mbah Yadi dan istrinya,tanpa terasa jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23:00. Dari luar suara anjing terdengar menggonggong,di ikuti dengan suara beberapa orang laki-laki,mereka berteriak mengatakan ada setan.
Suasana jadi hening sesaat,benar seperti yang di katakan pak imam,Mbah Yadi telah memanggil istrinya kembali,meski yang datang bukanlah istrinya tapi iblis dalam wujud manusia.
Suasana menjadi tegang,Dara terus menggaruk-garuk tengkuknya.
__ADS_1
Gatal...
Tapi,dia tidak mengatakan apa-apa,Hanum dan Aisyah terus memperhatikan gadis itu.
Dara terus menggaruk,semakin lama semakin kuat. "Gatal banget ya Dar?" tanya Aisyah.
"Iya Syah,tiba-tiba aja gatal,duh..." ucap Dara,dia merasakan ada sesuatu yang lengket di belakang lehernya,kenyal,Dara mencoba menarik benda itu.
"Ulat?"
Sontak mereka semua kaget melihatnya,Dara membuang ulat itu jauh-jauh,dia ngeri melihatnya.
"Ulat dari mana itu Dara?" Aisyah menutup mulutnya,perutnya berasa mual banget.
"Coba balik badan!" suruh Bi Hanum.
Dan begitu Dara membalikkan badannya,sudah banyak ulat yang menempel di tengkuknya,sejak kapan? Dara bahkan tidak menyadarinya.
"Dia di sini bi,iblis itu di sini!" teriak Aisyah,saat dia merasakan ada tangan seseorang yang memeluknya dari belakang.
JLEB!
Listrik padam,selalu seperti itu,tapi kali ini bukan hanya listrik di rumah mereka,listrik di rumah warga juga mati.
Suasana gelap gulita,Rio bangun hendak membuka pintu,namun pintu terkunci sendiri.
"Hihihi...." suara tawa cekikikan terdengar.
Mereka di ganggu,Dara buru-buru mengambil senter,dan begitu dia menyalakan senternya Hanum sudah tidak ada lagi di tengah-tengah mereka.
"Aaaaa...."
Jeritan itu berasal dari dalam kamar,sepertinya itu Hanum,apa yang terjadi dengan wanita itu?
__ADS_1