
Sejam lebih Aisyah dan Dara menunggu Kakek Joko pulang,tapi Kakek itu belum pulang juga. Aisyah mulai khawatir,bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan teman-temannya?
"Kok kakek belum pulang juga Mbak?" Tanya Aisyah,dia bahkan tidak bisa duduk tenang di sana.
"Kamu tenang saja Aisyah,bapak pasti punya cara buat membawa mereka pulang ke sini." Hibur Mbak Ningsih.
"Mbak,sebenarnya ini kampung apa?" Dara yang semenjak tadi diam mulai bertanya, karena tidak dapat lagi menahan rasa penasarannya.
"Sudah jam 05:00 Mbak," Ucap Aisyah,melirik jam tangannya." Kita shalat subuh dulu yuk! Entar baru lanjutin ceritanya." Tambahnya lagi,dia sengaja menyela omongan Dara,sebab kalau dia sudah mulai bicara nggak akan ada ujungnya,bisa-bisa sampai siang baru habis.
"Iya,Aisyah benar kita shalat subuh dulu." Tambah Mbak Ningsih,akhirnya mereka melaksanakan shalat subuh dengan Aisyah menjadi imamnya.
*****. *****. *****
Setelah shalat subuh,Mbak Ningsih kembali mengajak mereka duduk di ruang tengah, dan betapa senangnya Aisyah dan Dara begitu melihat Rudi dan Andi sudah ada disana, duduk bersama Kakek Joko.
"Rudi,andi..!? Kalian nggak kenapa-napa kan? tanya dara panik,khawatir temannya di sakiti oleh orang-orang aneh tadi.
"Kita baik-baik aja kok Dar." Yang di jawab Rudi.
"Tadi mereka hampir saja di bawa ke rumahnya Ki Dani,syukur bapak datang tepat waktu, bapak bilang mereka ini teman-temannya cucu bapak dari kota." Kakek Joko menjelaskan.
Andi mulai memijit-mijit kening nya,kepala nya terasa berdenyut-denyut, perut nya juga ikutan sakit."akhh."Andi mengerang kesakitan, ada apa ini?
"Kamu kenapa An?" Tanya Aisyah panik, Kakek Joko kemudian mengambil botol air yang ada di atas meja,dan memberikannya pada Andi. Andi menatap botol minuman itu dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"Di minum dulu.! Suruh lelaki tua itu,wajahnya terlihat tidak khawatir sama sekali, begitupun dengan Mbak Ningsih,sedangkan mereka tidak. jadi aisyah mulai berpikir pasti kakek itu tahu apa yang terjadi.
"Gimana masih sakit kepalanya.? Tanya kakek, saat melihat Andi kembali tenang.
"Alhamdulillah, sedikit lebih mendingan kek." Jawab Andi,sambil terus menikmati air dalam botol Aqua yang di pegangnya." Tapi ini air apa ya kek? Tanya cowok itu kemudian. Dia penasaran,karena baru seteguk diminum kepalanya sudah terasa jauh lebih baik.
"Itu air obat,sakit kepala kamu pasti ada penyebabnya,tadi apa yang kamu lihat sebelum sampai ke sini?" Tanya Kakek Joko.
Mendengar pertanyaan kakek itu, mereka semua jadi saling pandang." Kamu lihat apa An? Tanya rudi.
"Iya apa yang kamu lihat,?" Dara juga jadi penasaran,namun Andi juga masih belum menjawab,dia tampak ragu-ragu.
"Kamu lihat apa sih Andi?" kini giliran Aisyah yang bertanya, melihat temannya dari tadi tidak menjawab pertanyaan mereka.
"Kamu pasti melihat wanita cantik di samping rumah berwarna hijau itu,kan?" Tebak Mbak Ningsih,karena sudah tidak sabar menunggu Andi mengatakannya sendiri.
"Itu sudah biasa terjadi di sini."Jawab Mbak Ningsih.
"Perempuan yang kamu lihat itu sudah lama meninggal Nak Andi." Kakek joko menimpali, membuat mereka merasa tegang,syukur saat itu matahari sudah mulai menampakkan sinar nya.
"Kenapa? Apa kalian takut?" Tanya Mbak Ningsih setengah tertawa.
"Sebenarnya ini kampung apa?" Dara kembali menanyakan pertanyaannya yang tidak sempat di jawab Mbak Ningsih,karena tadi Aisyah mengajak mereka shalat subuh dulu.
Kakek Joko,sejenak diam, tampak merenung sebelum menjawabnya. Mereka masih menunggu dengan sabar.
__ADS_1
"Sebagian dari kami menyebut ini kampung sihir, karena didalamnya penuh dengan hal yang berbau syirik,dan ada pula yang menyebutnya kampung mayat,atau kampung kematian." Mendengar perkataan Kakek Joko, membuat mereka merinding. Apalagi Dara,dia bahkan duduk sambil memeluk Aisyah,seperti anak kecil yang sedang melihat setan saja. Aisyah yang baik hati membiarkan saja sahabatnya seperti itu.
"Kenapa tidak ada satu pun yang bagus dari nama kampung ini?" Tanya Rudi heran.
"Semua orang di sini,sudah tidak ada lagi yang percaya kepada Allah,kalau sakit parah mereka selalu membawa nya berobat ke rumah Ki Dani, dengan memberikan tumbal maka penyakit orang tersebut akan di sembuh kan.
"Tumbal?" Mereka mengulang kembali perkataan Kakek Joko,seperti tidak percaya.
"Rudi,Andi,Aisyah... kita harus secepat nya pergi dari desa ini!" Ucap Dara ketakutan.
"Kalian tidak bisa langsung pergi begitu saja dari kampung ini." Mbak Ningsih langsung menjawab nya.
"Kenapa??? mereka sama-sama heran dan merasa ada yang di rahasiakan oleh Kakek Joko dan Mbak Ningsih
"Jangan-jangan Kakek sama Mbak Ningsih ingin menyandera kami di sini!" Tuding Dara.
"Apa Mbak sama Kakek salah satu dari mereka juga?" Kini Andi juga ikut-ikutan menuduh Kakek Joko dan Mbak Ningsih sebagai komplotan orang-orang aneh itu.
"Kalian memang tidak boleh pergi dulu dari sini, ini demi keselamatan kalian." Ucap kakek masih bersabar.
"Bohong!!!"
Teriak Dara,dia mulai menangis lagi,sepertinya gadis itu benar-benar cengeng.
"Terserah kalian mau percaya atau tidak." Mbak Ningsih mulai pasrah,karena di rasa nggak ada gunanya juga menjelaskan sama mereka,mereka tetap tidak akan percaya.
__ADS_1
Mbak Ningsih menatap ke arah Aisyah, gadis itu juga sedang melihat ke arahnya, kemudian Mbak Ningsih mulai bicara lagi. "Kalian mungkin tidak percaya pada kami. Tapi Aisyah dia sudah tahu kondisi kampung ini seperti apa,sejak pertama kali dia menginjakkan kaki nya di kampung ini,dia sudah bisa merasakan bahaya besar akan datang." Perkataan Mbak Ningsih membuat mereka tercengang.
Benarkah Aisyah sudah mengetahui dari awal bahwa hal buruk memang akan terjadi?