
"Kalian tidak perlu kaget,Aisyah hanya bisa melihat hal-hal gaib itu ketika hatinya sangat yakin dan ingin melihatnya,tapi ketika dia sedang tidak ingin dan merasa bahwa dirinya tidak sanggup maka dia tidak akan bisa melihat apa-apa." Ustadz Yusuf menjelaskan,mereka akhirnya mengerti.
"Apa kamu merasakan seperti nyeri di pundak kamu Hanum?" tanya Ustadz Yusuf.
"Iya ustad,rasanya sangat sakit. Dan saat ini saya merasakan kalau pundak saya ini seperti ada yang menggigitnya." Jelas Hanum.
Ustadz Yusuf menatap tajam ke belakang punggung Hanum. "Dia ada di sini,tuyul itu berada di pundak mu,dan sakit yang kamu rasakan itu karena dia memang sedang menggigit pundak kamu," Merinding Hanum mendengarnya,tidak hanya dia,rupanya suaminya juga merasakan hal yang sama.
"Tak bisakah dia di pindahkan dari pundak adik saya ustadz?" tanya Bu indri.
"Insya Allah bisa." Jawab Ustadz Yusuf,beliau kemudian mulai meruqyah Hanum.
\*\*\*\*
"Mas,tadi saat aku lewat di depan rumah Nek Ijah aku lihat ada mobil bagus banget di depan rumahnya,sepertinya sih anaknya yang dari kota itu sudah pulang deh." Adu Ayu pada suaminya.
"Itu pasti ibunya Aisyah." Ujar sang suami.
"Siapa lagi kalau bukan ibunya anak itu,kan yang tinggal di kota cuma mereka,sedangkan Hanum masih tinggal di sini,dan satu lagi anaknya Nek Ijah si Reza,dia juga masih di sini." tutur Ayu,jelas sekali terlihat kebencian mendalam di matanya saat menyebut nama mereka.
"Malam ini malam Jumat Yu,aku akan mengirimkan semua anak buah ku ke sana." Ucap Wisnu tersenyum jahat,sebentar lagi mereka akan mati satu persatu,aku pastikan tidak ada yang selamat."
"Hahaha..."
Wisnu tertawa keras,tawanya terdengar sangat mengerikan.
"Ayu,siapkan kain kafan dan jeruk purut!" Perintah Wisnu.
Tanpa di suruh dua kali Ayu langsung pergi mengambilnya.
Di ruangan ritual itu,Wisnu mulai memanggil semua makhluk halus yang mengabdi padanya,mereka sudah berdiri satu persatu di sana.
"Ada apa tuan memanggil kami?" Jin berambut putih yang merupakan bos dari mereka bertanya.
"Malam ini aku ingin kalian semua datang ke rumah Nek Ijah,pergi dan ganggu mereka!" Suruh Wisnu.
"Aku tidak mau!" Jawab salah satu dari mereka. Yang menjawab itu adalah tuyul yang tadi di kirim untuk mencelakai Hanum,namun Ustadz Yusuf mengirimnya balik.
"Kamu berani membantah hah?" Bentak Wisnu.
"Aku sudah di kalahkan oleh Ustadz itu,dan tubuh ku masih sakit,kalau kamu mau,pergi saja sendiri untuk mencelakai mereka!" tuyul itu menolak perintah dari Wisnu.
"Biar aku yang yang datang malam ini,aku pastikan mereka tidak akan menang." Ucap jin yang berambut putih itu,dia adalah yang paling kuat di antara teman-temannya,dia juga yang paling setia kepada Wisnu,dia tidak pernah membantah.
__ADS_1
Apapun yang di suruh Wisnu dia selalu melakukannya dengan baik,tidak pernah membantah,namun yang namanya jin tidak lah ada kata setia. Apa saja yang dia lakukan ada saja bayarannya,kali ini mungkin dia terlihat baik dengan Wisnu,mengikuti semua perintahnya,namun tidak ada yang tahu apa yang akan di lakukan oleh jin itu padanya suatu saat nanti.
Penampilan jin putih itu juga tidak kalah mengerikannya,rambutnya sangat panjang,dan wajahnya penuh ulat,hidungnya mirip hidung babi,matanya yang sebelah kanan menonjol keluar,giginya panjang-panjang dan bibirnya sangat lebar sampai ke telinga,dia juga memilki tanduk di tengah kepalanya.
Dan yang lebih menakutkan lagi adalah jin yang berambut putih ini bisa berubah menjadi apa saja.
\*\*\*
Setelah shalat magrib,keluarga Nek Ijah membaca Yasin secara berjamaah,setelah itu di lanjutkan dengan berdizikir.
Hanum juga ikut sekalian,badannya sudah terasa lebih segar setelah di ruqyah oleh Ustadz Yusuf.
"Auuuu...
"Auuuu...
"Mereka di sini!" Ucap Aisyah,dia bisa merasakan aura dingin di sekitarnya.
Di luar suara anjing terus terdengar seperti lolongan serigala,membuat Aisyah merinding mendengarnya.
"Jangan ada yang bangun! Sihir itu sedang di kirim ke sini,teruslah berdzikir!" Perintah Ustadz Yusuf.
Mereka terus berdzikir dengan khusyu',dari luar terdengar pintu di ketok. Aisyah hendak berdiri dan membukanya,tapi niatnya itu di tahan oleh Ustadz Yusuf.
Beliau tahu,itu ulah jin yang di kirim Wisnu untuk mengganggu keluarga mereka.
"Aauuuu...
"Aauuu...
Semakin banyak suara anjing yang terdengar,suasana semakin mencekam.
Hanum memegang erat tangan Aisyah.
"Jangan merasa takut seperti itu Hanum,kamu hanya akan membuat iblis itu senang." Tegur bundanya Aisyah.
Nek Ijah yang duduk di samping Bu Indri tidak mengomentari apa-apa,beliau diam,tapi pikiran tidak tenang. Ya,saat ini kakinya kembali sakit,sangat sakit. Tapi beliau menahannya sebisa mungkin,supaya tidak membuat yang lain panik.
Dalam islam jin itu terbagi menjadi dua bagian,ada jin muslim dan ada jin kafir,nah jin kafir inilah yang suka mengganggu manusia.
Dan jin itu kini kembali mengganggu Nek Ijah,Aisyah mulai merasa ada yang aneh dari tingkah neneknya,karena dari tadi terus menerus memijit kakinya.
__ADS_1
Tanpa bertanya pada sang nenek,Aisyah langsung membaca ayat ruqyah untuk mengobati kaki neneknya,dan yang lain terus berdzikir.
Begitu tangan Aisyah menyentuh kaki neneknya,tiba-tiba wanita itu menjerit-jerit minta tolong.
"Tolong...Panas!!!
"Panas!"
"Panas..."
Jeritan kesakitan terdengar,angin bertiup kencang,bahkan tirai jendela bergerak-gerak di tiup angin.
Begitu tirai jendela sedikit terbuka terlihatlah sosok yang berdiri di luar jendela,wajahnya menghadap ke depan jendela,membuat semua orang menjerit
"Aaaa..."
Mereka menjerit karena terkejut dan takut,kecuali Aisyah dan Pak Ustadz.
Makhluk itu sengaja menampakkan diri kepada mereka semua untuk menggoyahkan iman mereka.
Suasana kacau tak terkendali,nenek Aisyah sudah berhasil di rasuki roh jahat,begitu juga dengan Hanum,tapi dia masih sadar,meski kesadarannya hanya 50% saja,Hanum masih mencoba melawan,dia tidak mau tubuhnya di kuasai oleh makhluk halus.
"Bi,teruslah membaca Ayat-ayat Al-Qur'an yang Aisyah ajarkan jangan sampai kesadaran bibi di ambil sepenuhnya oleh mereka!" Aisyah mengingatkan.
Ustadz Yusuf mulai mengobati nenek,Pak Aryo memegang kaki ibu mertuanya,dan Bu Indri yang memegang tangannya.
"Syah,apa yang harus kita lakukan sekarang?" Paman Rio bertanya.
"Di saat seperti ini kita hanya bisa berdoa paman,dan kita tidak boleh lengah." Jawab Aisyah.
"Percuma,percuma saja kalian mengobati nenek tua ini,sebentar lagi dia juga akan mati." Ucap iblis yang berada dalam tubuh Nek Ijah.
"Keluar kamu dari sana!" perintah Ustadz Yusuf.
"Ha-ha-ha..."
Dia tertawa mendengar perintah Ustadz,seolah-olah ucapan Ustadz Yusuf adalah lelucon.
"Hei Yusuf,kamu tidak akan sanggup melawan aku,dan kamu tidak perlu menyombongkan diri di sini,karena kamu tidak ada apa-apanya bagi aku,kalau aku mau,aku juga bisa membuat kamu sakit seperti keluarga ini. Hahaha..." Dia tertawa lagi,dan kali ini lebih keras.
"Keluar sekarang juga dari tubuh ini,atau kamu akan tahu akibatnya." Ancam Ustadz Yusuf.
__ADS_1
Namun iblis itu dengan sombongnya menjawab "Tidak ada yang bisa mengalahkan aku."