Kampung Sihir

Kampung Sihir
Jalan Pulang Hilang


__ADS_3

Dara melirik jam di tangannya,sudah pukul 03:00 siang,ternyata mereka menghabiskan banyak waktu.



"Sudah jam tiga Aisyah,bagaimana ini apakah kita bisa pulang tepat waktu?"



"Kenapa waktu berjalan begitu cepat?" Aisyah mulai bingung.



"Pasti ada yang sesuatu yang tidak beres di sini." Sambung Aisyah.



"Kita harus bergerak cepat Syah,kita harus segera keluar dari sini,sebelum matahari terbenam." Dara mengemasi barang bawaannya. Memasukkan kembali sekop yang di bawanya tadi,dan pergi dari tempat itu.



Sepanjang perjalanan mereka terus mendengar suara-suara aneh,seperti ada yang berbisik.



Tanpa peduli dengan bisikan-bisikan itu mereka terus berjalan.



Jalan mulai berubah-rubah,seharusnya setelah bertemu persawahan,mereka langsung bertemu dengan jembatan kayu. Tapi kenyataan tidak begitu,mereka malah bertemu dengan jalan dua arah,tak tahu mana jalan keluar sekarang,kiri atau kanan?



"Kita tersesat." Ucap Aisyah.



"Kita sedang di permainkan," tambah Dara



"Jalan mana yang harus kita pilih Dar,?" Aisyah meminta pendapat Dara.



"Sebaiknya kita mengambil jalan sebelah kanan." Jawab Dara.



Karena sudah sepakat akhirnya mereka memilih jalan kanan,karena jalan di sisi kiri terlihat menakutkan.



Setelah mengambil jalan kanan,tiba-tiba yang kiri hilang,menyeramkan. Padahal matahari masih bersinar cerah.



"Kenapa jalan yang tadi menghilang?" jantung Dara berdegup kencang.



"Itu karena kita tidak salah memilih jalan,coba saja kalau tadi kita pilih jalan yang kiri,mungkin kita juga akan ikut menghilang," Aisyah menerangkan,entah perkataanya itu benar atau tidak dia tidak tahu.



Aisyah dan Dara terus berjalan,mereka berputar-putar di tempat yang sama,dan setelah dua jam menempuh perjalanan mereka baru sadar.



"Kita tidak menemukan jalan pulang,semua berubah."



Angin bertiup kencang,menggugurkan daun-daun yang sudah kering,dari arah belakang mereka sekelompok burung gagak hitam terbang rendah,sepertinya hendak mencelakai mereka.



Dara dan Aisyah segera lari dari sana,mereka berlari kencang tak tentu arah.

__ADS_1



Burung-burung gagak itu terus mengejar mereka.



"Aisyah aku capek,kita harus mencari tempat sembunyi."



"Tidak bisa Dar,hari sudah semakin gelap,kita harus keluar dari kampung ini."



Aisyah terus mengajak Dara untuk berlari,mereka tidak tahu jalan apa yang mereka lewati.



Tanpa di sadari mereka malah masuk ke area pemakaman,hari semakin gelap. Jalan keluar belum di temukan.



"Syah,aku enggak mau mati di sini," Dara menangis.



Mereka mulai berjalan pelan,karena burung-burung gagak tadi sudah tidak mengejar mereka lagi.



Beberapa kuburan di sana terbelah dan mengeluarkan asap,Dara dan Aisyah terus berjalan,Aisyah mengingatkan Dara untuk tidak takut,jangan sampai pikirannya kosong,karena kalau hal demikian terjadi,maka makhluk halus itu dengan mudah bisa merasuki tubuhnya.



Perlahan sepasang tangan dengan kuku yang panjang keluar dari dalam kubur.



"Jangan takut Dar,ini hanya penglihatan kita saja,sebenarnya ini tidak nyata,kamu harus ingat kata-kata Bi Hanum,mereka hanya ingin membuat iman kita lemah."


"Aku tahu Syah,tapi tetap saja aku takut." Dara semakin erat memegang tangan Aisyah.


Wajah makhluk itu tidak ada satupun yang bagus,semua sama-sama mengerikan.



Dan yang paling mengerikan adalah,ada sosok laki-laki bertubuh besar,kulitnya hitam pekat menggendong anak kecil dengan mata bolong sebelahnya,di belakang laki-laki itu ada hantu perempuan dengan kuku hitam panjang,dan otaknya terlihat keluar.



Laki-laki besar itu berjalan menuju mereka.


Tiba di depan kuburan bertuliskan huruf P, Aisyah dan Dara tidak bisa menggerakkan kakinya lagi,Dara mencoba meraba jalan di depan mereka.


Tidak bisa,tangan Dara seperti menyentuh dinding.



"Kita terperangkap di tengah kuburan ini Syah." Dara tidak bisa tenang,dia semakin panik. Menangis sejadi-jadinya.



Sedangkan di belakang mereka makhluk-makhluk itu semakin mendekat,semakin banyak yang keluar.



Tok... Tok... Tok...



Ternyata bisa di ketok,jalan di depan mereka menjadi dinding,tapi transparan.



"Syah,itu jalan keluarnya!" tunjuk Dara,jalan yang ada di depan mereka adalah jalan keluarnya.


"Iya,itu jalan keluarnya,tapi bagaimana kita melewati penghalang ini?"

__ADS_1


Kalang kabut,saking paniknya Aisyah bahkan terus salah dalam bacaannya.


"Hahaha... Kalian manusia hanya makhluk lemah," Aisyah menoleh ke belakangnya,di sana rupanya sudah berdiri Mbah Yadi dan istrinya,dan di belakang suami istri itu,semua makhluk halus berkumpul.


Istri Mbah Yadi memang cantik,tapi sayang di akhir hayatnya wanita itu meninggal dalam keadaan masih menjadi budaknya setan.



"Mbah Yadi,tolong hentikan semua ini! Hentikan semua ini sebelum Allah menurunkan adzab-Nya." Ucap Aisyah.



"Tak perlu membujuk saya,saya tahu apa yang saya lakukan ini,saya hanya ingin dendam saya dan istri saya terbalaskan." Jawab lelaki tua itu dengan tatapan tajam.



\*\*\*\*



"Pak imam,apa yang harus kita lakukan sekarang,Aisyah dan Dara belum pulang juga." Hanum mengadu kepada pak imam sambil menangis.



"Jangan panik dulu Hanum,di saat seperti ini kita juga harus tetap tenang,supaya bisa berpikir jernih dan bisa dengan mudah menemukan solusinya." Ucap pak imam.



"Abi,sudah malam begini,sesuatu yang buruk pasti sudah menimpa Dara dan Aisyah." Timpal Fandi.



"Kita harus secepatnya bertindak pak," Rio angkat bicara,dia juga mengkhawatirkan keselamatan Aisyah dan Dara. Dia tidak mau terjadi hal buruk pada keponakannya itu.


Pak imam duduk dengan tenang dan kemudian berdoa,setelah selesai pak imam berkata kepada orang-orang di depannya.


"Aisyah dan Dara,mereka berdua terjebak di sana,tadi saya seperti melihat ada dinding yang menghalangi jalan keluar mereka,dinding tembus pandang,di belakang mereka ada Mbah Yadi dan istrinya dan juga makhluk-makhluk halus lainnya,mereka terjebak di tengah kuburan. Tapi jangan takut,saya yakin Aisyah bisa melewatinya." Pak imam mencoba membuat mereka tetap tenang.


Mereka duduk melingkar dan kemudian berdzikir dengan penuh ke khusyukan



Malam itu dzikir mereka terdengar menggema hingga keluar rumah,orang-orang yang lewat di depan rumah pak imam bahkan bisa mendengar.



Suasana yang tadinya menyeramkan berubah menjadi tenang,rembulan bersinar terang.



Aisyah dan Dara masih di hadang oleh Mbah Yadi dan istrinya. Wajah istrinya Mbah Yadi sudah berubah menjadi sosok menyeramkan,dia terbang ke arah Aisyah dan Dara,ingin secepatnya menghabisi nyawa kedua gadis itu.



"Malam ini adalah malam kematian kalian,hahaha..." dia tertawa keras.



"Ya Allah lindungilah kami," ucap Dara dalam hati.



Aisyah memejamkan matanya,lalu dia mengeluarkan tasbih yang di berikan pak imam,membaca Ayat-ayat Al-Qur'an untuk mengusir iblis itu dari hadapannya,Dara juga melakukan hal yang sama,dia menguatkan hatinya,harus berani tidak boleh takut,Dara membaca ayat-ayat pendek apa saja yang dia bisa.



"Bacaan kamu tidak akan mempan terhadap aku Aisyah,aku kuat! Lebih kuat dari pada kalian. Apa yang kamu baca,aku juga bisa membacanya,dan ingat aku lebih mulia dari pada kalian,aku di ciptakan dari api,sedangkan kalian dari tanah,hahaha..." Lagi-lagi dia menyombongkan dirinya.



Iblis itu mulai mengacaukan bacaan Aisyah,mampukah Aisyah mengalahkannya? Yang Aisyah harapkan hanya pertolongan dari Allah,dan itu pasti.



Hahaha... tawanya semakin besar,karena Aisyah mulai berhenti membaca Ayat-ayat Al-Qur'an,dia menatap tajam ke arah iblis yang berdiri di depannya.


__ADS_1


Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan Aisyah?


__ADS_2