
Aisyah ketakutan dalam lemari itu,sekarang dia tidak memiliki rasa percaya diri lagi,tidak yakin bahwa dia bisa keluar dengan selamat dari tempat tersebut.
"Aku harus memastikan bahwa anak itu tidak akan sampai di sini." Ucap Reza.
Aisyah masih berada dalam lemari,tidak ada cahaya,di dalam sana sangat gelap. Dia duduk agar kakinya tidak pegal,tiba-tiba dia merasakan tangannya memegang sesuatu.
"Ini apa ya?" tanya Aisyah dalam hati.
Terus meraba-raba,dingin...
Satu,dua,tiga,empat,lima...
Kedua matanya membeliak lebar,dia menggigit bibirnya kuat-kuat agar tidak bersuara,ingin sekali berteriak.
Yang di pegangnya adalah jari,jari siapa? Siapa lagi yang di sembunyikan di sana,Aisyah ingin melihat dengan jelas siapa orang itu,tapi dia harus menunggu sampai Reza dan isterinya keluar.
Masih terus menunggu,dan mereka akhirnya keluar juga. Aisyah buru-buru mengeluarkan ponselnya dan menghidupkan senter.
GLEK!
Dia harus menelan salivanya dengan susah payah,Aisyah kembali menangis. Jasad yang sekarang ada di dalam lemari itu adalah bu Anet,kenapa? Kenapa wanita itu juga ikut di jadikan tumbal.
Aisyah menjadi putus asa,dunia serasa berputar dan ketakutan semakin menyelimuti jiwanya.
Sekarang dia sendiri,kalau ada yang menemukannya,dia pasti akan di bunuh dan di jadikan tumbal sama seperti bu Anet.
Mayat bu Anet masih terlihat bagus,sepertinya wanita itu juga baru di bunuh,sama seperti nek Lastri.
Aisyah langsung keluar dari lemari itu,jantungnya terus berdebar-debar. Saat dia sudah berada di luar lemari,matanya menatap seluruh alat ritual yang berada dalam ruangan tempatnya berada sekarang,beruntung sekali dia menemukan boneka yang di jadikan oleh Reza untuk mengirimkan santet padanya.
Lagi-lagi dia harus bersembunyi,tidak mungkin masuk ke dalam lemari lagi,jadi dia bersembunyi di bawah kolong meja.
Dan kali ini yang masuk adalah dua lelaki muda yang sama sekali tidak di kenalnya,mereka membuka lemari itu,syukur Aisyah sudah tidak ada lagi dalam lemari tersebut.
"Kasihan sekali wanita ini Cep,coba aja dia tidak melanggar janjinya sama guru,mungkin wanita ini masih hidup sampai sekarang." Ucap salah satu di antara mereka.
"Setelah menjadi murid pak Reza,aku merasa hidup ku sangat aman Der,semua yang aku butuhkan ada,tiap bangun pagi aku selalu menemukan uang yang berlimpah di bawah bantal tidur ku," ungkap temannya dengan wajah berseri-seri.
Mereka terus bercerita sambil membawa jasad bu Anet keluar dari ruangan itu.
Mendengar dari cerita mereka,Aisyah dapat mengambil kesimpulan bahwa dua pemuda tadi tahu penyebab bu Anet di bunuh,sebenarnya janji apa yang sudah di langgar teman ibundanya itu,hingga dia harus di bunuh.
Keadaan sudah aman,ini kesempatan Aisyah untuk keluar,boneka yang di cari-cari juga sudah di temukan,sekarang hanya tinggal menunggu waktu pemujaan nanti malam,dan tugasnya adalah mengacaukan semuanya.
Aisyah sudah tahu caranya,karena nek Lastri sudah menjelaskan padanya,boneka itu harus di bakar begitu mereka membaca mantranya. Dengan begitu,Aisyah juga tidak akan bisa di sakiti lagi,dan semua orang-orang yang sudah masuk dalam kelompok pemuja setan juga akan tersadar.
Mereka bergabung dalam kelompok pemuja setan itu juga bukan semata-mata karena keinginannya sendiri,tapi mereka juga sudah terkena mantra sihirnya Reza,itu sebabnya apa saja yang di suruh oleh lelaki itu semuanya sanggup mereka kerjakan.
__ADS_1
\*\*\*\*
Asep dan Fandi ternyata juga sudah berada dalam hutan menuju air terjun tujuh kembang,mereka datang lebih dulu. Sedangkan di belakang mereka masih ada warga kampung dan pak imam yang menyusul.
Identitas asli pak Reza yang mengaku sebagai ustadz sudah terungkap,rumah dia juga sudah di geledah oleh warga kampung,dan hasilnya sangat mengagetkan.
Di dalam rumahnya banyak di temukan alat perdukunan,bahkan ada beberapa botol darah,yang entah darah apa itu. Menurut para warga darah tersebut adalah darah ayam dan babi. Benar-benar mengerikan.
Di sana juga ada beberapa bungkusan kain putih yang di dalamnya berisi rambut,tidak hanya itu,ada beberapa foto gadis-gadis remaja juga.
"Kita harus segera sampai di sana Sep,aku sangat khawatir sama Aisyah." Ucap Fandi.
"Kamu yang sabar dong Fan,kita pasti bakalan sampai di sana."
Mereka terus berjalan,tidak tahu jalan yang di pilih itu beneran jalan menuju air terjun atau bukan.
Hari semakin gelap,Asep melihat jam tangannya,ternyata sudah jam 06:30 saatnya shalat maghrib,langit biru sudah kelabu. Bulan mulai menampakkan wujudnya,bintang pun muncul satu persatu.
"Semoga saja Aisyah tidak kenapa-kenapa ya,Fan." Asep juga mengkhawatirkan gadis itu.
\*\*\*\*
Dua mayat sudah berada di depan mereka,alat yang di butuhkan untuk pemujaan sudah di sediakan,semua tersusun rapi,dan tujuh gadis yang menjadi syarat pertama juga sudah ada,tapi sekarang mereka hanya tinggal enam orang,karena Yura sudah mati di bunuh.
Yura di jadikan tumbal karena sudah melanggar syarat yang sudah di setujuinya. Siapa saja akan menjadi tumbal jika melanggar kesepakatan yang telah di buat.
Yura berjanji untuk mengabdikan hidupnya sebagai murid Reza,namun setelah keinginannya tercapai dia malah ingin keluar dari kelompok pemuja setan itu.
Aisyah menunggu pemujaan itu di mulai. Dari balik semak-semak dia terus memperhatikan mereka,begitu Reza mengangkat kedua tangannya dan mulai membaca mantra,Aisyah langsung mengambil korek api dan membakar boneka tersebut.
__ADS_1
Mereka membaca mantra untuk memanggil iblis terkuat,iblis itu bisa di katakan sebagai kepala dalam kelompok mereka.
Boneka yang di pegang Aisyah mulai terbakar,lilin yang di gunakan untuk pemujaan terlihat akan padam.
Reza panik,sesuatu yang buruk akan terjadi. Sekarang dia sadar,kalau boneka yang selalu di bawanya itu tidak berada di dekatnya.
"Ada apa ini?" mereka semua mulai takut.
Tanah tempatnya berpijak mulai bergetar,gempa...
"Kenapa ini guru?" muridnya bertanya.
Loli juga sama,dia mencoba mencari ayahnya,tapi lelaki tua itu juga tidak berada di sana.
Kemana dia? Kemana ayah Loli?
"Reza!!!"
Suara besar menggema memenuhi hutan itu. "Pemujaan ini gagal,kamu tidak bisa menjaga boneka ini Reza," suara itu adalah milik ayahnya Loli,lelaki tua itu menyeret Aisyah dengan paksa ke depan mereka semua.
"Dia..." Reza terkejut melihat pemandangan di depannya,boneka yang seharusnya di gunakan untuk pelengkap di malam pemujaan sudah habis di bakar oleh Aisyah.
"Lihat,apa yang gadis ini lakukan di sini?" teriak pak Broto,lelaki tua yang menjerumuskan Reza dalam lembah kesesatan.
__ADS_1
"Cecep,cepat ikat gadis ini! Malam ini kita akan menjadikan dia sebagai gantinya,untuk menebus kesalahan ku,karena tidak bisa menjaga boneka itu" perintah Reza dengan suara keras dan wajah menunjukkan amarah yang membara.