Kampung Sihir

Kampung Sihir
Air Terjun Tujuh Kembang


__ADS_3

Suasana hutan yang begitu sepi membuat bulu kuduk Aisyah berdiri,dia merinding.


Aisyah mempercepat langkahnya,sekarang dia berada di tepi sungai kecil.


Dari kisah yang pernah di dengar Aisyah,katanya tidak pernah ada orang yang kembali setelah masuk ke dalam hutan itu,tapi dilihat dari sungai tempatnya istirahat sekarang,sungai itu selalu di datangi orang,terbukti dari kertas sabun mandi yang di temukan Aisyah.


"Tidak salah lagi,hutan ini pasti ada penghuninya," gumam Aisyah.


Setelah membasuh wajahnya di air sungai yang jernih itu,Aisyah melanjutkan lagi perjalanannya.


Dia tidak boleh berlama-lama di dekat sungai itu,kalau memang benar hutan tersebut sudah ada penghuninya,sudah pasti penghuninya adalah orang yang sudah bergabung bersama ustadz Reza.


\*\*\*\*



Hari sudah sore Aisyah sudah tiba di air terjun tujuh kembang,dia diam terpaku menatap air terjun di depannya. Di dekat air terjun itu ada sebuah rumah,tidak terlalu besar memang.


Tapi bisa dipastikan kalau rumah itu dapat menampung tiga puluh orang lebih. Aisyah tak mampu berkata,hanya diam membisu melihat beberapa orang yang berjalan mondar-mandir menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk pemujaan nanti malam.


Pak Agus dan pak Beno,yang katanya pergi kesana dan tak pernah pulang,karena sudah diambil oleh arwah gentayangan di dalam hutan yang menuju air terjun tujuh kembang,ternyata mereka berdua masih hidup.



Rupanya semua itu hanya tipuan saja,mereka sama sekali belum meninggal,dua lelaki itu sudah bergabung bersama Reza,lelaki yang mengaku dirinya sebagai seorang ustadz.



Aisyah bersembunyi di balik semak yang ada disana,dia bersembunyi di tempat yang aman saat ini,tak akan ada yang tahu kalau dia ada di sana.



"Pak Agus,tolong ambil beberapa ayam untuk kita jadikan sebagai persembahan pertama!" suruh Adinda,dia sibuk memasukkan cairan berwarna merah kedalam botol kaca.



Aisyah menutup hidungnya,dia mencium bau amis yang menyeruak masuk kedalam indra penciumannya. Angin semakin bertiup kencang menerbangkan dedaunan kering yang sudah jatuh di atas tanah.



"Darah siapa itu?" Aisyah semakin penasaran.

__ADS_1



Tak lama kemudian pak Agus dan pak Beno keluar lagi,dan ada beberapa lelaki lain yang tidak di kenal Aisyah,mereka menggotong tubuh seseorang.



"Ya Allah" Aisyah menutup mulutnya,hampir saja berteriak,seluruh badannya gemetar. Badannya panas dingin,air matanya jatuh mengalir tak dapat di bendung. Dia terduduk lemas,memeluk kedua lututnya dan menangis sejadi-jadinya.



Orang yang mereka bawa adalah nek Lastri,wanita itu sudah meninggal dan beliau sudah pasti di bunuh oleh anggota kelompok pemuja setan itu.



"Mereka meletakkan tubuh wanita tua itu di depan air terjun,Adinda salah satu warga kampung dukuh,dia memanggil semua orang yang masih berada dalam rumah,menyuruh mereka semua keluar.



Sudah ada 25 orang,mereka berkumpul disana. Berdiri didepan jasad nek Lastri,dan setelah itu dari dalam,keluarlah ketua mereka.


Reza keluar dengan memakai jubah hitam kebesarannya,berjalan dengan begitu sombong sambil tertawa keras.


"Hahaha... Kalian lihat ini!" dia menunjuk ke arah nek Lastri yang sudah terbujur kaku, "Dia adalah guruku,tapi sekarang dia sudah mati,dia sendiri yang menjemput kematiannya." Ucapnya dengan suara lantang.


"Mereka bukan manusia,mereka sangat kejam,tega sekali menghabisi nyawa nenek" lirih Aisyah.


Aisyah larut dalam kesedihannya,namun tiba-tiba dia teringat akan tujuannya datang ke sana.


"Aku tidak boleh sedih seperti ini,aku harus menemukan boneka itu dulu,ini pesan nenek,dan aku tidak boleh mengecewakannya."


Aisyah menguatkan hatinya,dia keluar pelan-pelan dari dalam semak itu,memanfaatkan keadaan,saat ini mereka sedang sibuk di luar,jadi dia harus bisa masuk ke dalam dan mencari boneka santet tersebut.



Dalam hati tak pernah berhenti berdzikir,dia juga terus memohon kepada Allah supaya rencananya itu berhasil,dan jangan sampai dia tertangkap oleh orang-orang yang ada di sana.


"Dengar semuanya! Tidak satupun dari kalian yang boleh berkhianat,kalau kalian melakukan hal itu maka nasib kalian akan sama seperti nenek ini!" dia kembali melihat ke arah nek Lastri.


Dalam rumah Aisyah sibuk mencari boneka yang di maksud nek Lastri,boneka itu memiliki kain merah di atas kepalanya,Aisyah masih tidak menemukannya.


Dia kemudian keluar dari ruangan itu,dan sekarang masuk dalam ruangan yang ada tulisan 'AREA LARANGAN' kata-kata itu di tempel di depan pintu masuk.

__ADS_1



Aisyah tak peduli,dia langsung masuk. Membuat perutnya mual,dia ingin muntah tapi masih menahannya,ruangan itu penuh dengan bau busuk. Ada sebuah lemari besar di sana,ada berbagai macam alat ritual juga ada banyak keris dan golok yang di pajang di dinding.


Tap


Tap


Tap...


Suara langkah kaki terdengar,Aisyah kalang kabut dia tidak tahu harus bersembunyi di mana.


Tak ada tempat yang bisa di jadikan tempat persembunyian,kalau bersembunyi di bawah kolong meja tentu saja tidak mungkin,bagaimana kalau taplak meja itu tersingkap? Sudah pasti dia akan ketahuan.


Dia tidak punya waktu untuk berpikir panjang,yang harus di lakukan sekarang adalah mencari tempat persembunyian yang tepat,pilihannya adalah lemari besar itu. Akhirnya Aisyah memutuskan untuk bersembunyi di dalam lemari.


Aisyah langsung masuk,dan pintu pun terbuka.


CEKLEK


Ternyata Reza dan istrinya yang masuk. Mereka menutup pintu lagi,dan duduk di atas lantai dengan beralaskan tikar.



"Kamu membunuh nek Lastri mas,apa ini tidak akan menimbulkan masalah baru?"


"Apa kamu lupa Loli? Dia sendiri yang datang kepada ku dan menyerahkan nyawanya,dia juga sudah tua,sudah sepatutnya dia mati." Jawaban Reza begitu santai,tak ada rasa bersalah di matanya.


"Memangnya apa yang sudah di lakukan nek Lastri hingga kamu membunuhnya?" ternyata Loli tidak tahu permasalahan antara suaminya dan nek Lastri.



"Kamu tahu sayang,dia sudah membocorkan rahasia aku pada Aisyah,dia bahkan menyuruh Aisyah untuk membatalkan pemujaan kita nanti malam,dan ternyata orang yang menggagalkan pengiriman sihir aku dua malam yang lalu juga wanita tua itu,dia yang melindungi Aisyah,dan tadi pagi dia datang ke sini hanya untuk menyuruh aku bertobat dan mengakhiri semuanya,dia terlalu banyak bicara,dan terlalu banyak mencampuri urusan ku,bukankah lebih baik dia mati saja?" ucap Reza panjang lebar.



Aisyah terus menyimak pembicaraan sepasang suami isteri itu,dia mendengarkannya dengan jelas. Tahu masalahnya semakin besar sekarang,apalagi Reza sudah tahu kalau dia (Aisyah) akan datang kesana,mereka pasti akan menjaga dengan ketat Area air terjun itu.



"Aku yakin mas,Aisyah tidak akan menemukan tempat ini,meskipun dia berhasil masuk ke dalam hutan ini,tapi belum tentu dia bisa melewati ular penjaga yang ada di dekat pohon besar itu," Loli meyakinkan.

__ADS_1



Mereka tidak tahu bahwa ular penjaga itu tidak menggangu Aisyah,ular tersebut bahkan memberikan Aisyah jalan untuk masuk,karena Aisyah tak pernah berhenti berdzikir seperti pesan nek Lastri.


__ADS_2