Kampung Sihir

Kampung Sihir
Kakek Datang


__ADS_3

Saat Aisyah diam,sebenarnya dia sedang memfokuskan pikirannya terhadap ayat-ayat yang sedang di bacanya dalam hati.


Kuku iblis itu semakin panjang mengarah ke lehernya,tanpa rasa takut sedikit pun Aisyah masih berdiri tegak,apa yang terjadi selanjutnya?


Angin berhembus semakin kencang,makhluk di belakang Mbah Yadi menjerit-jerit minta di lepaskan,mereka kepanasan,petir menyambar dari langit,iblis yang menjelma menjadi istrinya di sambar petir itu.


PYAR!!!



"Aaa...." Makhluk itu menjerit. "Aku,aku belum kalah Aisyah,ingat! Aku akan datang kembali,aku akan membunuh kalian semua" suaranya menggema memenuhi hutan.


Mbah Yadi mengeluarkan keris yang sejak tadi di sembunyikan di balik bajunya,dia bergerak cepat,hendak menghunuskan keris itu ke tubuh Aisyah,namun pertolongan Allah selalu datang tepat waktu,keris yang di pegang Mbah Yadi jatuh ke tanah,dan tubuh lelaki tua itu juga di sambar petir.


Tiba-tiba cahaya putih melintas di depan mereka,saat ini sesosok laki-laki berpakaian putih muncul di depan Aisyah dan Dara,lelaki itu mengulurkan tangannya dan berkata "Aisyah,ayo kesini nak! Pegang tangan kakek!" Lelaki berpakaian putih dan berjenggot itu mengulurkan tangannya,Aisyah menerima uluran tangan itu,dia juga mengajak Dara pergi dari tempat menyeramkan yang di huni oleh iblis,semuanya sudah berakhir.


\*\*\*\*



Begitu Aisyah bangun,dia sangat terkejut mendapati tubuhnya sudah berada di atas ranjangnya,Dara terus memandanginya sambil tersenyum. "Bagaimana,apakah tidurmu semalam nyenyak?" tanya Dara.


Aisyah tampak bingung,dia tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi kepada dirinya,yang dia ingat adalah terakhir kali dia sedang berada di kampung melati,tapi sekarang entah bagaimana caranya dia sudah berada di rumah.


"Kamu penasaran bagaimana bisa sampai di sini? tanya Dara.


"Ya,aku masih bingung Dar,soalnya semalam kita masih berada di kampung melati."


"Paman Rio sama Bi Hanum menemukan kita pingsan di depan jalan menuju kampung itu,dan mereka beserta pak imam dan Fandi langsung mengantar kita pulang kesini." Dara menjelaskan.


Aisyah baru ingat,dan lelaki yang berpakaian putih yang di lihatnya adalah kakeknya sendiri.


"Ayo buruan bangun,mandi dan setelah itu sarapan,kamu keenakan tidur sih,makanya subuh aja enggak sadar pas aku bangunin." Celetuk gadis itu,dia langsung keluar dari kamar,pergi ke dapur dan mengambil sarapannya,hari ini Dara ingin makan di teras depan rumah,sebab pemandangan di pagi hari membuat mata sejuk memandangnya,apalagi rumah Aisyah berada tepat di depan sawah.


"Aisyahnya mana Dar?" tanya Hanum.


"Masih di kamar bi,sebentar lagi juga keluar." jawab Dara sambil memasukkan nasi ke dalam piringnya.


"Dia pasti masih kelelahan." Gumam Hanum.


"\*\*\*\*"


"Asep,kamu kenal enggak sama penghuni baru rumah itu?" tanya Fandi.


"Enggak Fan,memangnya itu siapa?"


"Abi bilang sih itu ustadz baru yang bakal ngisi pengajian di masjid setiap malam sabtu."


Fandi menjawab sambil terus memandangi rumah yang ada di depan warung kopi tempat mereka nongkrong sekarang.


"Kalian berdua,mandangin itu rumah serius amat,kenapa? Penasaran ya sama penghuni baru rumah itu?" tanya Pemilik warung.


"Sedikit sih bi,memangnya ustadz itu orang mana?" tanya Asep yang masih penasaran.

__ADS_1


"Menurut info yang bibi denger ni ya,tu ustadz pindah dari kota Bogor ke sini,enggak tahu deh niatnya buat ngapain,tapi sudah dua malam ini,bibi lihat banyak orang datang berobat kesana."


"Berobat?"


Fandi dan Asep tidak mengerti,yang Fandi tahu ustadz itu adalah orang yang akan mengisi pengajian tiap malam sabtu.


Kabar tentang pengobatan syar'i yang di lakukan oleh ustadz itu pun langsung heboh,bahkan kabar itu sampai ke telinganya Aisyah. Dia dan Dara juga jadi sibuk ingin memastikan sendiri tentang berita yang tengah beredar.


Saat mereka pulang dari masjid,mereka sengaja memperlambat langkahnya begitu tiba di depan rumah ustadz Reza,mereka ingin melihat sendiri benar enggak ustadz itu melakukan pengobatan syar'i,jangan hanya berkedok agama saja padahal perbuatannya menyimpang dari ajaran Islam.


"Bau kemenyan Syah." Bisik Dara.


Aisyah mengangguk,dia juga mencium bau itu.


Malam ini banyak sekali sepeda motor yang terparkir di depan rumah ustadz reza,tampaknya pasien beliau banyak juga.



"Mari kita masuk!" ajak Aisyah.


"Ngapain?" tanya Dara.


"Kita harus buktikan sendiri,ini ustadz beneran,atau ustadz jadi-jadian. Jangan sampai apa yang pernah terjadi di kampung ini terulang lagi," ucap Aisyah,dia masih teringat akan cerita neneknya yang mengatakan bahwa di kampung mereka juga pernah ada orang yang mengaku ustadz padahal dukun santet.


Dara di paksa Aisyah untuk menemani dirinya,akhirnya Dara mau. Ternyata ada ibu-ibu juga di sana,salah satunya adalah bu Anet,teman ibundanya.


"Lho,nak Aisyah ngapain disini?" tanya Anet.




"Totalnya ada 11 orang lagi Syah,dan kita pasti harus menunggu lama disini." Bisik Dara.



Bisikan itu di dengar oleh Bu Anet yang duduk di samping Aisyah,wanita itu langsung menjawab untuk memberitahu mereka, "Pengobatan disini enggak lama kok,kalian cuma harus mengatakan nama,keluhan,dan sudah boleh pulang,tapi harus kembali lagi kalau penyakitnya terlalu sulit di sembuhkan."



"Maksud ibu?" tanya mereka berdua.



"Bu Anet,selanjutnya giliran ibu," ucap istrinya ustadz Reza. Wanita itu berdiri tepat di depan pintu ruang pengobatan.



"Nanti kita bicara lagi ya!" tak sempat menjawab pertanyaan mereka,karena Bu Anet harus segera masuk dalam ruang pengobatan.


Setelah wanita itu keluar,sekarang tibalah giliran Aisyah di panggil.


Aisyah memasuki ruangan itu dengan tatapan curiga,ruangan bernuansa merah hitam,membuat dia tidak enak hati.

__ADS_1


"Kalian datang kesini ada keluhan apa?" tanya ustad Reza dengan lembutnya.


Dara mulai menaruh rasa waspada,Aisyah juga demikian.



"Bukan,ini jelas bukan ustadz,lelaki ini penipu." Aisyah berkata dalam hatinya,tiba-tiba sepasang matanya melihat jin yang berdiri di samping lelaki yang mengaku dirinya ustadz.



"Keluarga saya sering sakit-sakitan ustadz." Jawab Aisyah,dia baru membuka topik pembicaraan,sedang mencari cara bagaimana supaya dia bisa tahu kalau lelaki yang duduk di depannya sekarang adalah ustadz palsu.



"Apakah semua anggota keluarga kamu sakit?"



"Tidak,tidak semua! Yang sakit hanya ibunya,nenek dan juga bibinya,sedangkan pamannya sehat-sehat saja." Dara menjawab cepat.



Jawaban Dara membuat Aisyah tidak habis pikir,dari mana Dara mendapatkan ide seperti itu,dan apa maksud dan tujuan dia mengatakan bahwa hanya pamannya yang tidak sakit.



Aisyah kembali melihat ke arah jin hitam yang berbisik di telinga ustadz itu, "Ini bukan penyakit biasa,keluarga kamu itu sudah terkena ilmu sihir."



"Sihir?" Aisyah dan Dara pura-pura terkejut.



"Iya,tapi kalian tidak perlu khawatir,semua penyakit ada obatnya,selama kita percaya dan selalu berdoa kepada Allah,Insya Allah akan Allah berikan jalan keluarnya."


"Ustadz bilang ini sihir,apakah yang melakukannya adalah orang dalam?" tanya Aisyah,semakin penasaran saja dia dengan jawaban yang akan di berikan ustadz Reza.


"Kalau saya mengatakannya kamu harus berjanji untuk tidak memusuhi orang itu,dan kamu harus berjanji untuk mau memaafkannya."



Deg... Deg...



Mendadak jantung Aisyah berdebar tak karuan.


"Baik,saya tidak akan marah."


"Orang itu adalah paman kamu sendiri?"


"Apa???" 😯😯

__ADS_1


Mereka tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.


__ADS_2