Kampung Sihir

Kampung Sihir
Bu Tantri Dalangnya


__ADS_3

"Pak imam,hubungan saya dan Maya memang sedang tidak baik-baik saja,semuanya berubah semenjak ibu saya tinggal di sini selama seminggu,dan setelah ibu pulang ke rumahnya lagi,Maya mendadak jadi seperti orang gila,dia terus bicara sesuatu yang tidak masuk akal" ujar Tino bercerita.



"Bu Tantri menginap di sini selama seminggu,dan setelah beliau kembali ke rumahnya,Mbak Maya jadi berubah drastis,ini pasti ada sesuatu yang sudah di lakukan oleh Bu Tantri terhadap Mbak Maya." Aisyah begitu yakin dengan kata-katanya.



"Pergi!!!"



"Pergi kamu dari sini!"



Maya terus menjerit histeris di kamarnya,entah siapa yang di suruh pergi.


"Apa yang terjadi sama Maya?" tanya pak imam.


"Dia terus mengatakan melihat hantu,dan dia juga mengatakan saya pembunuh,saya berniat membunuhnya." Tino berkata pelan,namun suaranya masih jelas di dengar mereka.


"Mungkin ini yang di namakan dengan sihir pemisah." Timpal Asep.



"Ya,Asep benar. Sebelum keadaaan Mbak Maya jadi separah ini,apa Mas Tino sama Mbak Maya sering berantem hanya karena masalah sepele?" giliran Dara yang bertanya.



"Kami memang sering berantem,bahkan dia juga mengatakan saya selingkuh,setelah ibu menginap di sini banyak hal-hal aneh terjadi." Tino mengungkap satu persatu masalah yang terjadi dalam rumah tangganya.



"Apa Mas Tino sering bermimpi buruk?" tanya Fandi.



Tino mengangguk membenarkan.



"Tidak salah lagi,Bu Tantri pasti dalang di balik ini semua," ujar pak imam.



"Tapi,aku pernah bermimpi kalau Mas Tino membunuh Mbak Maya menggunakan vas bunga,lalu apa artinya mimpi itu?" Dara menjadi bingung.



"Kalau soal itu saya tidak tahu,tapi Maya juga sering mengatakan kalau saya sudah membunuhnya. Saya pikir dia hanya berhalusinasi,tapi lama-lama tingkahnya semakin aneh,dia sering mengamuk sendiri,hingga saya memutuskan untuk menguncinya di kamar." Tutur Tino bercerita panjang lebar.



"Kenapa kamu tidak membawa dia untuk di ruqyah saja Tino?"



"Saya takut hal ini di ketahui sama ibu saya pak imam,kalau ibu tahu bagaimana kondisi Maya saat ini,dia pasti akan langsung menyuruh saya untuk menceraikan Maya,dan saya harus bersedia di jodohkan dengan Ela."



Mendengar jawaban Tino mereka sama-sama diam,ternyata masalah rumah tangga Tino rumit juga,yang bisa mereka lakukan sekarang adalah menyembuhkan Maya dulu. "Jadi kembang kantil yang Mas Tino petik itu gunanya untuk apa?" tanya Aisyah yang masih penasaran dengan kembang kantil itu.



"Untuk istri saya,setiap kali Maya mengamuk tanpa sebab,saya selalu memberi dia bunga kantil,dan dia langsung tenang setelah memakannya."



"Apa???" Aisyah dan teman-temannya terkejut mendengar Tino mengatakan bahwa Maya memakan bunga kantil.



"Saya rasa dia sudah di rasuki roh jahat." Lirih Tino.

__ADS_1



"Saya juga pernah melihat Mas Tino pulang bareng Mbak Kunti,malam saat kami berjaga di pos ronda." Tukas Asep.



"Mbak Kunti siapa?" Tino tidak kenal



"Kuntilanak!!" Asep dan Fandi menjawab kompak.



PRANG!



Gelas sirup dingin milik Dara mendadak jatuh ke lantai. Tak ada yang menyenggol gelas itu sama sekali tapi kenapa bisa jatuh?



Fandi menelan salivanya dengan susah payah,bulu-bulu halus di tangannya berdiri tegak.



Tidak hanya dia,semua orang merasakan hal yang sama termasuk pak imam.



"Ada yang ingin menakut-nakuti kita di siang hari seperti ini," ucap Aisyah.



Mereka bungkam,dan masih menatap gelas pecah itu di lantai,foto-foto pernikahan Tino yang di pajang di dinding mendadak jatuh satu persatu.



Semua terjadi begitu cepat,dan dari dalam kamar,Maya berteriak memanggil nama Tino,begitu mendengar suara panggilan dari istrinya Tino bergerak cepat menaiki anak tangga. Mereka juga ikut pergi untuk melihat kondisi Maya.




"Ada apa Tino? Kamu salah mengambil kunci?" tanya pak imam.



"Tidak pak!" Tino menggeleng, "Kuncinya sudah benar,tapi pintunya kenapa masih belum bisa di buka?" Tino panik.



"Di dobrak aja mas!" suruh Asep.



"Iya di dobrak aja" Fandi menambahkan.



Akhirnya seperti usulan mereka,Tino pun mendobrak pintu kamar Maya,tapi sia-sia saja pintunya tak bisa di dobrak.



"Kita harus bagaimana?" Tino semakin panik.



Pak imam juga tidak punya cara lagi,sekarang yang bisa di lakukan hanya berdoa meminta pertolongan dari Allah.



Aisyah akhirnya memutuskan untuk kembali membaca ayat ruqyah seperti yang sudah di ajarkan oleh Ustad Yusuf,alhasil Maya semakin menjerit-jerit di dalam,dan pintu terbuka sendiri.


__ADS_1


Mereka segera masuk,pak imam berjalan di depan,Tino tidak langsung mendekati istrinya,karena saat itu Maya berdiri dengan membelakangi mereka.



Saat ingin mendekat pak imam mencegahnya "Jangan dekati dia Tino,dia sudah di rasuki roh jahat!" ucap pak imam mencegah Tino untuk mendekati Maya.



"Sekarang saatnya Aisyah!" bisik pak imam.



Aisyah kembali membaca Ayat-ayat Al-Qur'an dan begitu pula dengan pak imam.



Maya segera menoleh ke arah mereka,dia berlari kencang menuju Tino,wajahnya pucat pasi,mulutnya penuh darah dan di tangannya ada sebilah pisau. "Ku bunuh kau Tino!" Teriak iblis yang sudah merasuki tubuh maya.



Tino hendak lari,namun Aisyah mencegahnya. Gadis itu menyuruh Tino untuk diam saja di tempatnya karena iblis itu tidak akan bisa melukai mereka.



Benar saja,saat ingin melayangkan pisau itu ke arah Tino mendadak tubuh Maya kaku seperti patung,membuat pisau itu jatuh ke lantai.



Aisyah dan pak imam terus membaca Ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka merasa lega saat melihat pisau itu jatuh ke lantai,Fandi buru-buru mengambilnya supaya Maya tidak bisa mengambil pisau itu lagi.



"Ha-ha-ha..." Tawanya terdengar sangat besar,membuat gendang telinga serasa akan pecah.



"Iblis jahannam itu masih berada di tubuh Mbak Maya," ucap Dara.



Maya kemudian berlari menuju lemari,dia melompat ke atasnya dan kemudian entah bagaimana caranya tiba-tiba saja tubuhnya itu menempel di dinding.



makhluk halus yang sekarang berada di dalam tubuhnya memiliki kekuatan yang cukup besar,mereka tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.



"Kalian tidak bisa mengalahkan aku,hihihi..." iblis itu tertawa lagi.



"Mas Tino,sepertinya bunga kantil itu sangat penting untuk saat ini,kita mungkin bisa mengalihkan perhatian Iblis dalam tubuhnya Mbak Maya." Ujar Aisyah memberitahu. Tanpa berlama-lama lagi Tino langsung keluar untuk mengambil kembang kantil.



"Keluar kamu dari tubuh Maya!" bentak pak imam.



Dengan senyum menyeringai iblis itu menjawab "Tubuh ini sudah menjadi milikku,dan aku tidak akan keluar dari sini,hahahaha..."



Maya yang tadinya merangkak di dinding,kini dia turun dan berdiri di depan Aisyah dan yang lain,iblis itu memutar-mutar kepalanya,ingin membuat Aisyah dan yang lainnya takut.



Tapi mereka sama sekali tidak ketakutan,karena mereka bersama-sama di saat yang menyeramkan itu.



"Pak imam ini bunganya!" Tino memberikan bunga itu kepada pak imam,dan kemudian pak imam segera melemparnya ke arah Maya.


__ADS_1


Dan apa yang selanjutnya terjadi?


__ADS_2