Kampung Sihir

Kampung Sihir
Siapa Di Sana?


__ADS_3

SREK!!!


SREK!!!


Suara itu terus terdengar beberapa kali,terdengar mondar mandir di depan kamar Aisyah. Aisyah yang kebetulan tidur di samping kamar neneknya langsung memanggil sang nenek.


Aisyah mendekatkan bibirnya ke dinding,dan kemudian memanggil neneknya.


"Ne...


"Tidak,aku tidak boleh memanggil nenek." Aisyah mengurungkan niatnya.


Aisyah tak bisa lagi melanjutkan tidurnya,matanya terbuka lebar sekarang.


TAP...


TAP...


TAP...


Suara kertas tadi berganti dengan suara langkah kaki,seperti langkah seseorang yang memakai sepatu,kalau neneknya tidak mungkin masih terjaga jam segini,sudah Pukul 02:30 kalau ada suara aneh,sudah pasti itu bukan manusia.


Aisyah mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada Ustadz Yusuf.


A : Ada suara aneh di depan kamar Aisyah ustadz,apa yang harus Aisyah lakukan?


Klik... Aisyah menekan tombol oke,dan pesan itu terkirim ke Ustadz Yusuf.


Beberapa menit kemudian pesannya mendapat balasan.


U : Keluar saja,dan lihat makhluk apa itu? Apa mereka berani memperlihatkan dirinya sama kamu?


Setelah membaca pesan yang di balas Ustadz Yusuf,Aisyah memberanikan diri untuk melihatnya.


CEKLEK


Pintu terbuka.


Sepi... Tak ada orang di luar,Aisyah kemudian mengetuk-ngetuk pintu kamar neneknya untuk membangunkan wanita itu.


Tok...Tok...Tok


"Nek,nek bangun nek,buka pintunya!"


Aisyah masih menunggu di depan pintu kamar neneknya.


Tiba-tiba terdengar suara air di kamar mandi.


Membuat Aisyah semakin penasaran. Tapi dia tidak ingin mengeceknya sendirian,sebaiknya membangunkan nenek.


"Nek!


CEKLEK

__ADS_1


Pintu kamar Nek Ijah terbuka,wanita itu mencoba mengucek matanya yang saat itu masih belum bisa melihat terlalu jelas.


"Ada apa Syah,kamu bangunin nenek jam segini? Kamu mau ke kamar mandi tapi enggak berani,ya?" tanya nenek menebak.


"Iya,ayo nek temani Aisyah sebentar!"


Nek Ijah menutup kembali pintu kamarnya dan menemani Aisyah ke kamar mandi.


Sesampai di depan pintu kamar mandi,mereka di buat terkejut karena di sana sudah ada belatung dan tanah yang bertebaran di lantai.


Aisyah menatap neneknya dengan mata membulat sempurna.


Keduanya terkejut,dengan jantung berdebar tak karuan. "Ini belatung kan nek?" suara Aisyah bergetar.


Nenek hanya menghela nafas berat. "Tolong ambilkan sapu sama serokannya Syah,biar nenek yang bersihin!" suruh neneknya. Wanita paruh baya itu sepertinya sudah terbiasa mendapat kejadian aneh seperti itu.


Aisyah menatap neneknya penuh tanda tanya.


"Nek...


"Besok aja Syah,jangan bertanya hal-hal aneh malam-malam begini." Nek ijah kembali membersihkan lantai. "Kejadian aneh seperti ini sudah lama tidak terjadi,nenek tidak menyangka kalau hal ini akan terulang lagi." Sambungnya lagi.


PRANG!


"Siapa di sana?" Spontan Aisyah bertanya.


Suaranya berasal dari dapur,sepertinya tempat sendok yang dia letakkan di atas meja sudah jatuh.


Aisyah berniat melihat sendiri ke dapur,tapi nenek mencegahnya dan berkata. "Tidak perlu di lihat nak,palingan itu cuma kucing yang jatuhin sendok."


Begitu sampai di dapur Aisyah melihat semua sendok sudah jatuh berhamburan di lantai.


Tak ada siapapun di sana. "Benar kan seperti nenek bilang,itu pasti kucing!" tutur neneknya,yang sudah selesai membersihkan belatung yang berada di depan kamar mandi.


"Nenek bawa kemana belatung itu?"


"Nenek masukkan ke sini!" Nek Ijah menunjukkan botol kaca yang di pegangnya.


"Kenapa tidak di buang?" tanya Aisyah,dia heran kenapa neneknya menyimpan binatang mengerikan itu.


"Kalau Ustadz Yusuf datang ke sini,nenek akan menunjukkan belatung ini padanya,kita lihat apa yang akan di lakukan Ustadz itu dengan belatung-belatung ini." Jawab neneknya.


°°°°°°


"Kamu sudah mengerjakan apa yang saya suruh?" tanya Wisnu menantunya Pak Jaki.


"Aku sudah melakukan apa yang kamu suruh,selama gadis itu ada di sana,neneknya tidak bisa di ganggu" jawab makhluk itu.


"Singkirkan dia!" suruh Wisnu membentak.


"Kenapa tidak kau saja yang datang sendiri,dan menyingkirkannya?" Makhluk itu balik membentak.


"Kurang ajar sekali kau,aku tuan mu! Dan kamu itu budak aku!"

__ADS_1


"Ha-ha-ha..."


Makhluk itu tertawa keras dan kemudian menyeringai menampakkan taringnya,tubuhnya berwarna hitam,begitu juga wajahnya,matanya putih dan kepalanya bolong di tengah,terlihat sangat mengerikan.


"Kau berani bicara soal tuan di sini Wisnu? Tidak kah kau sadar kita akan sama-sama berada di neraka,tidak ada kata tuan di sini! Ha-ha-ha..."


Makhluk itu tertawa lagi,kali ini suaranya lebih keras. "Tuan yang sebenarnya adalah aku,kau menghamba kepada ku,kau yang meminta Wisnu,dan aku menurutinya asalkan semua keinginanku juga terpenuhi."


"Kau melupakan tuhan mu,dan datang menyembah ku,kau berpaling dari-Nya. Kau sudah menjadi budak ku.


"Aku tuan mu..."


"Aku tuan mu..."


"Dan kau budak ku..."


"Ha-ha-ha..."


"Diam!!!" Bentak Wisnu,dia sangat marah dan melempar semua alat ritualnya. Dalam sekejap mata iblis itu menghilang entah kemana. "Dasar iblis sialan!" ucapnya kasar


"Akh...."


"Bruak!!!" Dia muntah darah,mungkin sihirnya kembali.


"A-aku... Bagaimana aku bisa muntah darah begini? Mungkinkah anak itu punya ilmu penangkal sihir?" Wisnu hanya bisa menduga,dia tidak tahu kalau saat ini Aisyah sedang khusyu' berdzikir.


Aisyah yakin dalam hatinya,tidak ada seorang pun yang dapat menyakitinya kecuali di kehendaki Allah,dan dia selalu percaya bahwa Allah akan selalu melindunginya di mana pun dia berada.


"Ya ampun Mas Wisnu,kamu kenapa bisa begini?" Ayu yang mendengar suara ribut-ribut dari tempat pemujaan suaminya langsung saja datang melihat. Dan betapa terkejutnya wanita itu ketika melihat suaminya terduduk lemah tak berdaya,dan dari mulut wisnu keluar darah hitam kental.


"Aku kalah,dada ku sangat sakit. Tolong bawa aku ke kamar Ayu!" pinta suaminya.


Ayu tanpa banyak tanya lagi,langsung memapah tubuh suaminya menuju kamar tidur.


"Tolong ambil boneka jerami itu!"


"Kamu mau ngapain lagi?" Ayu tidak mau suaminya mengambil resiko,dia sudah kalah,dan kalau di lanjutkan bisa jadi suaminya akan mati konyol nanti.


"Aku mau mencoba cara lain," jawab Wisnu.


Keadaannya masih terlihat lemah.


"Jangan bodoh Mas,aku tidak mau kamu mengambil resiko!"


"Aku masih kuat Yu,aku yakin cara kali ini akan berhasil."


"Tidak boleh! Aku tidak setuju!" cegah Ayu.


"Aku tidak ingin kalah dari anak ingusan itu" ucap Wisnu,dia masih saja bersikap sombong.


"Kenapa enggak kamu suruh sama jin hitam itu sih?" tanya Ayu.


"Dia tidak bisa di andalkan,omongannya aja yang besar." Wisnu kelihatan gusar.

__ADS_1


"Kamu lupa ya mas,kamu kan memiliki siluman kalajengking itu,kirimkan saja dia ke rumah Nek Ijah!" saran istrinya.


"Ya,kamu benar juga,kenapa aku tidak kepikiran tentang ini." Mata Wisnu terlihat berbinar,dia menemukan cara terbaru untuk membuat keluarga Nek Ijah sakit,tapi tidak tahu juga apakah cara itu akan berhasil atau tidak.


__ADS_2