Kampung Sihir

Kampung Sihir
Gangguan Tengah Malam


__ADS_3

Aisyah mengambil bantal dan langsung merebahkan tubuhnya,dia berusaha memejamkan matanya,mencoba melupakan kejadian tadi diruang tengah.


"Syah,kamu ngerasa aneh nggak sama patung itu?" Tanya Dara.


"ya,aku juga ngerasa ada yang aneh semenjak pertama kali masuk kerumah Bi Sumi,dan yang anehnya lagi,kenapa kalender dirumahnya Bi sumi masih di tahun 2001? Terus,kalender di rumah kakek juga sama." ujar Aisyah.


Dara menyipitkan matanya,dia juga memikirkan hal yang sama dengan Aisyah.


"Wah,sampe segitunya Syah,aku bahkan nggak sempat ngelihatin kalender disini." Tutur Dara,dia takjub dengan ketelitian Aisyah.


"Kamu tadi ngelihat nggak kalau patung panda dirumahnya Bi Sumi terlihat seram gitu?"


"Nah,aku juga ngerasain hal yang sama,dan yang tidak habis aku pikir ni ya,kok Kakek sama Mbak Ningsih kayak nyembunyiin sesuatu gitu dari kita." Ujar Dara.


Aisyah semakin pusing aja memikirkan hal-hal aneh itu,banyak sekali tanda tanya yang timbul di otaknya saat ini.


_____


Ting!!


Ting!! Suara lonceng ditengah malam membangunkan Aisyah dan Dara.


Mereka terjaga disaat bersamaan,tak hanya mereka ternyata Andi dan Rudi juga terjaga,mereka sama-sama keluar dari kamar.


Dara memegang kuat lengan baju Aisyah,dia berjalan dibelakang Aisyah sambil memegang tangannya. "Kalian berdua mau kemana?" Rudi bertanya.


"Kita mau ngelihat ada apa diluar sana!" Jawab Aisyah pelan.


Dia tidak ingin membangunkan Mbak Ningsih dan Kakek.


"Kayaknya jangan deh Syah,aku takut itu bukan suara lonceng biasa." Ujar Rudi tidak setuju.


"Kalau enggak lihat,kita enggak bakal tahu ada apa sebenarnya di kampung ini,dan Kakek sama Mbak Ningsih kayaknya juga enggak akan mengatakan banyak hal sama kita,tentang semua keanehan ini." Tutur Andi.

__ADS_1


Aisyah dan Dara setuju dengan apa yang Andi katakan,jadi mereka mengabaikan larangan Rudi.


"Teman-teman,kita kembali tidur aja yuk!" Ajak Rudi membujuk.


Dia bukan takut,hanya saja dia tidak ingin melihat sesuatu yang memang tidak perlu dilihat,dan lagi suara itu berasal dari luar rumah bukan dari dalam.


Andi tidak ingin berpikir dua kali,dia langsung mengambil posisi paling depan,dan melangkahkan kakinya pelan-pelan menuju jendela,menyingkap sedikit tirai dan mulai mengintip keluar.


"Apa yang kalian lihat?"


"Aaa..!!! Mereka berempat sontak terkejut mendengar suara Kakek Joko yang tiba-tiba aja sudah ada dibelakang mereka.


Saking fokusnya,mereka bahkan tidak mendengar suara langkah kaki Kakek Joko.


"Ya ampun! Kakek bikin kita pada terkejut deh." Cicit Dara,sembari membalikkan badannya.


"Sana tidur!" Suruh Kakek, ekspresinya begitu dingin sepertinya sengaja mencegah mereka supaya tidak melihat ke luar jendela.


Dara dan Aisyah masuk kembali kedalam kamarnya dengan perasaan kecewa.


Andi dan Rudi juga demikian,mereka juga langsung masuk kembali ke kamar. Namun siapa sangka hal aneh berikutnya kembali terjadi.


Ini lebih mengejutkan lagi,kakek ternyata masih tidur,lalu yang tadi diluar siapa dong?


Andi dan Rudi saling pandang,Rudi menelan salivanya yang terasa kelu. Matanya tak berkedip sama sekali,aura dingin mulai menyelimuti.


"Kita enggak lagi bermimpi kan?" Tanya Andi,seraya menatap Rudi dengan penuh ketakutan.


"Aku harap ini hanya mimpi." Jawab Andi,dia ingin segera memejamkan matanya lagi.


"Rud,coba kamu lihat itu Kakek atau bukan!?" Suruh Andi.


"Ya kakek lah!" Sahut Rudi pelan.

__ADS_1


Kedua cowok itu kembali tidur,mereka tidur begitu dekat tak ada jarak sama sekali. Benar-benar ketakutan setengah mati.


Rudi menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


Malam ini begitu banyak hal aneh terjadi,Rudi merasa kalau ini ada hubungannya dengan kejadian dirumahnya Bi Sumi.


Cowok itu mulai berspekulasi,kalau gangguan dari makhluk halus itu disebabkan karena ikut campur mereka dalam masalah keluarganya Bi Sumi.


Aisyah masih tidak bisa tidur,ingin pergi kekamar mandi untuk berwudhu jelas tidak mungkin,soalnya suasana malam ini begitu tidak bersahabat.


Jadi dia hanya bisa menunggu dua jam lagi,menunggu sampai waktunya shalat subuh.


Ting! Suaranya terdengar pelan,Aisyah tidak menghiraukannya.


Dia pikir itu hanya halusinasi.


Ting!!


Suara kedua terdengar sedikit lebih besar,dia masih juga mengabaikannya.


Hingga...


Ting!!! Suaranya lebih besar,dan bersamaan dengan itu pula,sosok yang terus menerus menakuti Aisyah mulai menampakkan wujudnya.


Aisyah terkejut,dia buru-buru memejamkan matanya,tapi dalam hatinya dia tidak pernah putus membaca Ayat-ayat Al-Qur'an. Dia tidak boleh goyah.


Meski sudah menutup matanya,dia tetap masih bisa melihat makhluk itu,karena makhluk itu terus terbayang dipikirannya.


Rambut hitam panjang,wajah yang penuh belatung dan ditangan kirinya membawa lonceng kecil berwarna hitam. Aisyah dapat merasakan kalau saat ini makhluk itu terus menatapnya sambil berdiri didepan jendela kamar mereka.


"Kenapa malam ini begitu banyak hal aneh terjadi? Ada apa ini?" Batin Aisyah.


 

__ADS_1


__ADS_2