
"Kamu sudah menemukannya Dara?"
"Astaghfirullah!" Dara kaget,karena Aisyah datang tiba-tiba dari arah belakangnya dan menyentuh pelan pundaknya.
"Gitu aja kaget,"
"Kita jadi ke masjid enggak?" tanya Dara sembari memeluk boneka pandanya
"Tadi waktu aku ngajak,kamunya enggak mau,sekarang hari udah sore begini baru mau ke masjid?" ucap Aisyah sambil membuka pintu kulkas dan mengambil buah jeruk.
"Tadi aku lagi males,sekarang enggak lagi." Jawab Dara beralasan.
"Oh iya,itu boneka kamu nemuin di mana?"
"Di atas kulkas!" tunjuk Dara. Dia sendiri tidak sadar kalau bonekanya itu aneh.
"Kamu menemukannya di sini? Emangnya kamu letakkan di mana boneka itu sebelum wudhu tadi?"tanya Aisyah,dia terus menikmati jeruk segar di tangannya.
"Kalau enggak salah,seingat aku tadi boneka ini aku taruh di atas meja ruang tengah." Ungkap Dara.
"Lupa kali,masa iya boneka bisa pindah sendiri." Ucap Aisyah tertawa.
"Hehe...Iya ya," Dara juga ikut tertawa,tapi perasaannya jadi tidak enak.
"Bantuin aku buatin makanan untuk nanti malam yuk Dar!" ajak Aisyah,tanpa di suruh dua kali Dara langsung menaruh boneka pandanya di atas meja,dan mulai mengambil daging dalam kulkas.
"Potong bawangnya dulu Dara,daging ayamnya biar jadi urusan aku,"
Dara meletakkan daging ayam di dekat boneka pandanya,dan dia beralih memotong bawang.
Sedangkan Aisyah sibuk membuat bumbu untuk kuah sop ayam.
Setelah selesai Aisyah mengambil daging ayam untuk di cuci lagi.
Dara terus memotong wortel dan kentang. "Lho,kok ayamnya tinggal tiga potong sih?" Aisyah heran,sebab dia sudah melihat sendiri tadi kalau daging ayam yang ada dalam piring berjumlah lima potong.
"Kamu salah ngitung kali Syah," ucap Dara,sebenarnya dia sedang berusaha membuang jauh-jauh pikiran buruknya.
Mulai terasa aneh sekarang,Dara meletakkan wortel yang sedang di potongnya.
Takut... 😱
Itu yang dia rasakan.
Aisyah menatap tajam ke arah boneka panda milik Dara. Melihat tatapan mata Aisyah yang tajam itu,Dara yakin kalau Aisyah pasti mencurigai boneka miliknya.
"Boneka kamu,enggak mungkin kan dia pelakunya?"
Deg!
Pertanyaan Aisyah sangat tidak masuk akal menurut Dara,masa iya boneka menggemaskan begitu memiliki kekuatan gaib.
"Aisyah,kalau nuduh itu yang benar dong,masa iya boneka imut kayak gini punya kekuatan gaib,kamu pikir dia boneka setan?"
"Enggak usah buat sop daging deh Dar,untuk nanti malam kita masak nasi goreng aja." Ucap Aisyah. Dengan wajah terlihat lemah Aisyah mengambil daging itu lagi,dan memasukkannya ke dalam kulkas. Dia sengaja melakukan hal itu untuk membuat jebakan,dia ingin mencaritahu apa benar boneka yang di pegang Dara adalah boneka biasa,atau mungkin sebaliknya.
"Terus wortelnya bagaimana?"
__ADS_1
"Di jus aja!" jawab Aisyah cuek,dia beranjak dari dapur,dan pergi masuk ke kamarnya,semangatnya untuk memasak jadi hilang karena kejadian aneh tadi.
Di kamar Aisyah mendapati sprei kasurnya berantakan. "Aku lelah." Gumam Aisyah pelan. Dia memejamkan matanya,rasa kantuk menyerang tiba-tiba. Hari sudah hampir maghrib,bukan waktu yang baik untuk tidur.
"Lima menit saja," gumam Aisyah lagi. Dia kembali memejamkan matanya.
"Huaaaa..." Sosok wajah mengerikan muncul dalam bayangannya.
Terasa begitu nyata,Aisyah langsung terbangun,kantuknya menghilang seketika.
"Dara!!!" Aisyah menjerit memanggil sahabatnya.
"Dara..."
"Iya... Iya," Dara menjawab sembari berlari-lari menuju kamar. "Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
Panggilan Aisyah membuat Dara takut.
"Aku mimpi,entah lah... aku juga tidak tahu itu mimpi atau bukan,tadi baru aja aku pejamin mata tiba-tiba aku ngelihat wajah perempuan yang sangat buruk,wajahnya penuh ulat,dan matanya bolong." Tutur Aisyah dengan wajah menampakkan ketakutan.
"Kalau terus begini,bisa-bisa kita mati karena serangan jantung Syah," Dara menarik nafas panjang.
"Boneka kamu mana Dar?"
"Baguslah kalau begitu,tapi ingat ya! Kalau sampai ayam dalam kulkas hilang lagi,boneka kamu bakal aku bakar!" Aisyah menegaskan,kali ini dia tidak main-main.
"Sadis bangat."
\*\*\*\*\*
Mbah Yadi berjalan pelan-pelan menuju rumah pak Jufri,dia meletakkan bayi milik keluarga pak Jufri di depan teras,setelah dia meletakkan bayi itu Mbah Yadi langsung pergi,dia tidak mau kedatangannya kembali ke kampung itu membuat penyamarannya terbongkar.
Di tengah perjalanan Mbah Yadi bertemu dengan Asep dan Fandi yang kebetulan baru pulang dari masjid.
Mbah Yadi sedikit menundukkan pandangannya,Asep hanya melihatnya sekilas. Cowok itu terlihat cuek-cuek aja.
Fandi juga berjalan santai,dia tidak merasakan gelagat mencurigakan dari Mbah Yadi,kalau ada orang yang bisa melihat dengan mata batin maka orang itu akan tahu,kalau saat ini bersama Mbah Yadi ada seorang perempuan yang terus mengikutinya.
"Kamu santai banget Fan?" tanya Asep.
"Terlihat santai dari luar Sep,bukan berarti hati aku tenang saat ini," jawab Fandi.
"Memang hati kamu kenapa?"
__ADS_1
"Kita duduk di tempat pos ronda aja yuk,di sana nanti aku ceritain!"
"Tapi katanya kita enggak boleh lama-lama di luar,kamu ingat kan?"
"Aku enggak peduli lagi sama aturan itu."
"Kalau kita terus bersembunyi di dalam rumah setiap malam,maka itu sama aja dengan memberi dukungan kepada orang-orang untuk mempraktekkan ilmu sihir di kampung kita," sambung Fandi.
"Kamu ada benarnya juga sih,tapi kamu kan tahu gimana mencekamnya suasana di kampung kita menjelang malam,kalau tidak mematuhi peraturan yang sudah di buat abi kamu,takutnya nanti akan ada korban berjatuhan."Ucap Asep kurang setuju dengan pendapat Fandi.
"Kamu sadar enggak saat kakek-kakek tadi lewat di samping kita?" tanya Fandi.
"Aku sadar,tapi ya gitu. Cuma kakek-kakek doang nggak ada yang menarik."
"Bau busuk kayak bau mayat,kamu menciumnya?"
Mata Asep membeliak lebar melihat Fandi, "Kamu mencium bau itu juga? Berarti bukan cuma aku yang menciumnya?"
"Kakek itu pasti ada yang mengikuti." Gumam Fandi.
"Maksud kamu?"
"Entahlah Sep,aku sendiri juga tidak terlalu yakin,tapi kayaknya dia bukan orang kampung kita deh." Ujar Fandi.
"Maksud kamu kakek itu orang kampung sebelah? Kampung Kamboja ya?" tebak Asep.
"Bukan Sep,aku pernah melihat kakek itu berdiri di depan jalan menuju kampung melati,sebuah kampung yang menjadi larangan bagi warga kampung kita untuk datang ke sana."
\*\*\*\*
Aisyah terbangun di tengah malam,dia tidak bisa tidur dengan nyaman.
Malam ini dingin,tapi dia merasa kepanasan.
Aisyah menghidupkan kipas angin,agar udara terasa lebih sejuk.
Setelah itu dia kembali tidur.
KREK
KREK
Dari luar Aisyah mendengar suara kertas di injak seseorang.
Sebelum keluar dia memastikan dulu kalau Dara sudah tidur dengan nyenyak.
Aisyah menurunkan kakinya dari tempat tidur,dia turun dan melangkah ke depan pintu,membuka pintu pelan-pelan dan mengintip keluar dari balik pintu.
Pemandangan di depannya membuat Aisyah terkejut,dia hampir pingsan. Boneka panda milik Dara sedang mondar mandir di depan kamarnya dan kakinya terbalut dengan kertas.
Aisyah menutup pintu kamarnya dengan jantung berdegup kencang.
\*\*\*\*\*
__ADS_1