
"Boneka itu hidup," Aisyah bergumam,kakinya terasa lemas.
Gadis itu kembali ke tempat tidurnya,menutup seluruh tubuhnya,dia hanya berdua dengan Dara di rumah,jika sesuatu yang buruk terjadi,tidak akan ada orang yang bisa menolongnya.
\*\*\*\*
Saat hendak mengambil wudhu untuk shalat subuh,Aisyah melihat boneka panda sudah berada di tempatnya semula,dia lalu bertanya kepada Dara "Siapa yang sudah mengikat kaki boneka itu?"
"Aku sengaja mengikatnya untuk berjaga-jaga." Jawabnya Dara jujur.
"Untuk berjaga-jaga? Maksudnya?"
"Kemarin kamu mencurigai boneka aku memiliki kekuatan,jadi aku mengikatnya,kalau dia memiliki kekuatan berarti dia bisa melepas sendiri ikatan di kakinya," Dara menjawab santai.
Dia tidak tahu kejadian aneh semalam.
"Kamu tahu Dara,semalam aku lihat boneka itu bisa jalan." Ungkap Aisyah.
"Hahaha..." Dara tertawa lucu sembari memegangi perutnya.
"Ini bukan lelucon Dar,aku serius!"
"Kamu mimpi kali," Dara masih tidak percaya.
"Enggak,aku enggak mimpi!" tegas Aisyah.
"Aku enggak percaya kalau enggak melihatnya sendiri."
Ucap Dara,dia pergi meninggalkan Aisyah yang masih merasa khawatir di kamarnya.
Entah apa yang ingin di lakukan Dara sekarang,gadis itu terlihat sedang mengambil bonekanya dan melepas ikatan di kaki boneka,dia mengikatnya menggunakan kantong plastik.
Dara menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata "Masa iya sih,boneka aku punya kekuatan,kalau memang dia punya,pasti kertas yang aku ikat di kakinya sudah terlepas."
"Ck ck ck... Aisyah,Aisyah."
Aisyah pergi ke dapur,dia tidak peduli dengan ocehan Dara,Aisyah ingin memastikan dulu dagingnya yang ada di kulkas,kemarin hanya tinggal tiga potong dan sekarang dia ingin melihat tinggal berapa potong lagi daging ayam itu.
"Aku akan membuktikan sama Dara kalau apa yang aku katakan itu benar," monolog Aisyah.
Benar saja,begitu Aisyah mengambil mangkuk daging ayam,mangkuk itu sudah kosong.
"Dara!!!" Aisyah memanggil Dara dengan suara yang begitu kencang.
Dara langsung datang ke dapur.
__ADS_1
"Ada apa Syah,pagi-pagi sibuk banget."
"Nih lihat! daging ayam yang aku simpan habis semua,sekarang cepat kamu jelasin bagaimana ini bisa terjadi?" suruh Aisyah sambil berkacak pinggang.
"Mana aku tahu!"
"Boneka kamu yang melakukan semua ini," dia bukan asal nuduh,tapi memang itu kenyataannya.
Dara terdiam,sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama,tapi berusaha menyembunyikan hal itu dari Aisyah.
"Aku akan membakar boneka itu!" Aisyah pergi mengambil boneka panda milik Dara.
"Syah,kamu mau kemana?" tanya Dara dia mengejar Aisyah dari belakang.
"Aku akan membakarnya!" sahut Aisyah.
Dia sudah memegang korek di tangannya,berniat membakar boneka berhantu itu.
Tak di sangka,rupanya boneka yang tadinya di simpan Dara di atas meja,sudah tidak ada di sana.
"Dara,kamu sembunyikan di mana boneka kutukan itu?" tanya Aisyah mulai marah.
"Syah,aku tidak menyembunyikannya,tadi aku menaruhnya di sini!" Dara sendiri jadi takut.
Sekarang dia baru percaya kalau yang di katakan Aisyah tentang kejadian semalam,benar adanya.
"Kamu melepas ikatan itu kan?" tanya Aisyah.
"Dia pasti sudah pergi dari sini,"
"Tidak! Dia tidak pergi Syah,dia ada di belakang kamu!" ucap Dara,melihat ke belakang Aisyah dengan suara bergetar. Aisyah memutar badannya ke belakang dan dia sangat terkejut melihat boneka panda itu bisa berdiri.
Aisyah segera menangkapnya,namun kenapa begitu mudah?
Boneka itu tidak melawan sedikitpun,tak ingin banyak berpikir Aisyah langsung membawa boneka itu keluar rumah,menyiramnya dengan minyak,lalu membakarnya hingga tak tersisa.
Dara terdiam,boneka itu hanya sebuah alat saja.
Apa maksudnya ini?
"Boneka panda ini sudah di rasuki roh jahat,sekarang dia hanya boneka biasa. Iblis sedang bermain-main dengan kita Dara,dia sengaja menggunakan boneka ini sebagai alat untuk mengganggu kita,tapi saat aku mengatakan hendak membakarnya dia langsung keluar,dia masih di sini,dia tidak pergi." Tutur Aisyah.
Dara semakin kalut dengan pikirannya,dia tidak mau masuk ke dalam rumah lagi,dia ingin segera bertemu dengan pak imam.
Setelah berunding,keduanya sepakat untuk mengadukan hal itu kepada pak imam
\*\*\*
Kedatangan Aisyah dan Dara di sambut baik oleh pak imam dan istrinya,di sana juga sudah ada Asep.
Cowok itu memang kerap kali tidur di rumah pak imam,soalnya dia adalah teman Fandi satu-satunya dari kecil.
__ADS_1
"Ada sesuatu yang terjadi kan,makanya kalian berdua datang menjumpai bapak ke sini?"tebak pak imam.
"Memang sesuatu yang buruk sudah terjadi,kemarin kami pergi ke kampung melati dan...
"Kalian pergi ke kampung melati?"
???
Mereka semua terkejut,istri pak imam yang sedang masak di dapur juga ikut duduk untuk mendengar cerita dua gadis itu. Nyali Aisyah dan Dara benar-benar besar,mereka berani datang ke kampung melati.
"Ada apa,pak? Kenapa semuanya jadi terkejut?" Dara bertanya bingung.
"Dara,Aisyah tidak ada siapa pun yang boleh pergi ke kampung melati,warga di kampung ini sudah tidak menganggap lagi tetangga kepada kampung tersebut,semenjak kejadian tiga puluh tahun yang lalu" pak imam mulai bercerita.
"Tapi kenapa pak?" Aisyah penasaran,sedangkan Asep dan Fandi sudah mengetahui tentang sejarah kampung tersebut.
Pak imam tampak ragu-ragu untuk menceritakan sebuah kisah mengerikan yang merenggut puluhan nyawa penduduk kampung mereka.
"Ceritakan saja abi!" suruh umi Maira.
"Iya,Aisyah dan Dara juga harus tahu semua ini bi,sebelum semuanya terlambat." Tambah Fandi.
"Pak imam,tolong ceritakan pada kami,supaya kami juga tahu apa yang sudah terjadi terhadap warga di kampung kita." Pinta Aisyah.
"Salah satu penduduk kampung melati telah melakukan praktek ilmu sihir,tiga puluh tahun yang lalu,ada kejadian aneh setiap bayi yang baru di lahirkan selalu menghilang,bayi terus menerus menghilang satu persatu,semua warga kampung menjadi gempar,malah banyak yang pindah ke kota,sebagian lagi masih tetap bertahan. Saat bayi ke dua puluh ikut menghilang,kakek kamu mulai menemukan pelakunya,dan ternyata dia seorang perempuan muda. Dia berusaha merayu kakek kamu agar mau melepaskannya,dan sebagai balasannya dia akan memberikan apa saja yang kakek kamu inginkan,tapi sia-sia saja,rayuan perempuan itu tidak berpengaruh, kakek mu malah memanggil warga kampung dan menyerahkan wanita itu kepada mereka,karena marah yang tidak tertahankan,para warga membunuh si perempuan tersebut,dengan cara membakarnya dan mencongkel kedua matanya,sebelum di bakar perempuan itu bersumpah,jika ada yang membangkitkan dia maka dia akan membalaskan dendamnya,"
"Kenapa mereka harus membunuhnya seperti itu,kenapa tidak menyerahkan wanita itu kepada pihak berwajib?" tanya Aisyah.
"Warga kampung bilang,satu nyawanya tidak akan bisa menggantikan 19 nyawa yang sudah hilang." jawab pak imam.
"Berarti bayi yang kedua puluh itu selamat kan? Lalu di mana dia sekarang?" tanya Dara.
"Dia tidak tinggal di sini lagi,keluarganya sudah membawa dia pergi dari kampung ini." Yang di jawab pak imam.
"Itu sebabnya kita semua di larang pergi ke kampung melati," ucap Asep.
"Apa kalian membawa pulang sesuatu dari sana?" tanya pak imam curiga.
Keduanya mengangguk membenarkan.
"Apa yang kalian bawa?" ekspresi wajah pak imam semakin tegang.
"Boneka panda,dan anehnya boneka itu bisa berjalan." Ungkap Dara.
"Lalu di mana sekarang boneka itu?" kegelisahan semakin menyelimuti keluarga pak imam.
"Kami membakarnya."
"Dia tidak mati,roh jahat itu sudah keluar dari boneka yang kalian bakar,tujuannya hanya satu yaitu ingin masuk ke dalam rumah kamu Aisyah,ini semua karena dendam. Dia hendak membalaskan dendamnya kepada keluarga kakek mu,dan warga kampung."
__ADS_1
Apa yang di katakan pak imam membuat Aisyah syok berat,dia baru sadar bahwa dia sudah membawa petaka dalam kampungnya sendiri.