Kampung Sihir

Kampung Sihir
Boneka Panda


__ADS_3

"Dara,nenek pernah bilang sama aku tentang 'Kampung Melati'. Kampung ini punya sejarah kelam. Sebaiknya kita jangan ke sini." Ucap Aisyah menolak.


Angin yang berhembus pelan membuat bulu kuduk dara berdiri tegak,dia merinding. Dara ternyata takut juga mendengarnya,tapi rasa penasaran enggak bisa di tahan. Mereka masih berdiri di depan jalan setapak menuju kampung melati



"Ah,cuma sejarah doang. Sekarang kan beda Syah,kita juga enggak pernah kesana,sekali-kali pergi mencari suasana baru kan enggak apa-apa." Dara tetap ngotot pengen kesana.


Aisyah tak kuasa menolak keinginan sahabatnya,dia pun akhirnya mengangguk setuju.


Mereka berdua masuk ke jalan tersebut,setelah kepergian mereka berdua,angin bertiup kencang,menerbangkan dedaunan kering dan tampaklah sebuah tulisan di atas pamflet kayu yang bertuliskan 'Daerah Larangan'.


Pamflet itu sudah jatuh dan tertimbun dengan dedaunan,Dara dan Aisyah tidak menyadari akan adanya tulisan tersebut.


"Ternyata kampung ini lebih banyak penduduknya dari pada di kampung kita ya Syah?" ucap Dara penuh takjub,apalagi saat mereka melihat air sungai yang mengalir jernih di sana.


Aisyah mengikuti saja langkah Dara,sekarang mereka sedang melewati jembatan kayu,yang di bawahnya mengalir air dengan cukup deras.


"Nah,aku bilang juga apa,kamu lihat sendiri kan kalau di kampung ini pemandangannya sangat indah. Mereka terus berjalan,dari atas jembatan Aisyah dapat melihat beberapa ibu-ibu yang sedang mencuci pakaian di sungai,mereka tampak berbincang-bincang dengan wajah berseri-seri.


"Auh,sakit sekali!" seorang wanita muda yang berjalan di belakang mereka mengaduh kesakitan.


Dara menoleh ke belakang dan dia melihat seorang wanita sudah terduduk di atas tanah,sambil memegangi lututnya yang sedikit lecet,karena jatuh.


"Mbak enggak kenapa-napa?" Aisyah bertanya penuh perhatian.


Dara membantu wanita itu untuk bangun,wanita cantik di depan mereka tersenyum manis.


"Terimakasih,kalian berdua mau kemana?" tanya wanita muda itu.



"Cuma mau jalan-jalan saja mbak," yang di jawab Aisyah.



"Akh," dia kembali meringis menahan sakit,sambil memegangi lututnya.


"Rumah mbak di mana? Kalau mbak enggak keberatan kita bisa anterin pulang kok." Dara menawarkan.


"Enggak usah,makasih atas niat baiknya,rumah saya enggak jauh dari sini,tinggal melewati jalan itu saja." Dia menunjuk ke arah jalan yang berada di samping mereka. Jalan itu sedikit menyeramkan karena banyak di tumbuhi rumput ilalang,dan ada sebuah pohon bambu besar yang menutupi jalan,makanya jalan terlihat begitu gelap.


"Kalian pasti bukan warga kampung ini kan?" tanya wanita itu.


Aisyah ragu-ragu untuk menjawabnya.


"Iya mbak."


Dara langsung menjawab tanpa banyak berpikir.


Kalau kalian tidak buru-buru,kalian bisa melihat-melihat pernak-pernik yang di jual di pasar tradisional di kampung ini,barangnya bagus-bagus." Ucap wanita itu memberitahu.


"Kalau begitu saya duluan ya!" pamit wanita itu,sambil berlalu pergi meninggalkan mereka,dia berjalan ke arah jalan yang tampak gelap dan menyeramkan itu.


Dalam sekejap mata sosoknya sudah menghilang,dalam rimbunnya pohon bambu yang tumbuh di pinggir jalan. Tidak tahu makhluk apa yang akan menunggu mereka di ujung jalan sana,Aisyah ngeri saat memikirkannya.



Mereka kembali melanjutkan perjalanannya,menuju pasar yang di katakan wanita tadi.

__ADS_1



\*\*\*\*



"Aku sudah menjalankan misi kamu dengan baik," Ucap laki-laki tua itu.


"Aku sudah menjalankan tugas ku,sekarang mana makanan ku?" tanya wanita itu.


"Ada di kamar!" jawabnya.


Dengan langkah ringan si wanita langsung pergi masuk ke kamar. Pintu terbuka perlahan-lahan,tampaklah bayi mungil yang sekarang tengah terbaring di atas kasur,bayi yang memiliki kulit putih bersih dan berwajah imut,dia tersenyum ke arah wanita yang perlahan-lahan mendekat ke arahnya.


Apa yang akan di lakukan wanita itu?


"Bayi manis,hari ini kamu akan menjadi mangsaku Hahaha..." dia tertawa senang. Semburat warna merah terpancar di matanya.


Hei,dia rupanya bukan manusia. Giginya berubah menjadi lebih panjang,taringnya keluar. Kukunya juga tambah panjang,Wanita itu membuka mulutnya lebar,hendak memakan bayi itu.


Dia semakin mendekatkan mulutnya ke leher bayi tersebut,bayi itu tetap tenang dan hanya tersenyum,seolah dia tidak merasakan bahaya besar sedang mengincarnya.


"Aaaa..." Wanita itu menjerit keras,dia sepertinya kepanasan. Lelaki tua yang akrab di panggil Mbah Yadi langsung datang,laki-laki itu tergopoh-gopoh menghampiri istrinya.



"Kamu kenapa Putri?" tanya suaminya dengan raut wajah panik.



"Aaaa..." jeritannya semakin menjadi-jadi. Wajahnya berubah menjadi menakutkan.


Mbah Yadi tidak tahu apa yang terjadi,kenapa istrinya berteriak kepanasan saat dekat dengan bayi yang di culiknya,dan wajah istrinya juga berubah jadi buruk.


"Jauhkan anak ini dari aku!" titah istrinya.



"Baik,baik aku akan menjauhkan anak ini." Mbah Yadi menggendong anak itu,dan menaruhnya di atas meja yang ada di kamar itu.



"Dasar laki-laki bodoh,anak siapa yang kau ambil? Aku ini iblis,anak ini tidak bisa aku jadikan mangsa,dia berasal dari keluarga yang kuat iman dan agamanya,dari mana kau ambil anak itu hah?" tanya istrinya membentak,suaranya berubah jadi suara laki-laki,mengerikan.



"Maafkan aku,anak ini memang bukan anak yang berasal dari kampung ini,aku mengambil anak ini dari kampung sebelah." Ungkap suaminya.



"Bawa keluar anak itu!" teriak istrinya.



Mbah Yadi langsung membawa keluar anak kecil itu.



"Wajahku,kenapa jadi berubah begini?" putri melihat pantulan wajahnya di cermin,dia kembali berteriak.

__ADS_1



"Aaa..."



\*\*\*\*



"Dar,dari tadi kamu asyik mandangin boneka itu terus,kayak enggak ada kerjaan lain aja!" tegur Aisyah.



"Bonekanya lucu sih,gemesin aku suka bangat." Dara memeluk boneka panda kecil yang di belinya di pasar kampung melati.



"Shalat dulu Dar,sudah jam lima sore lho,dari tadi sibuk aja sama boneka itu" ujar Aisyah.



"Ya sudah aku shalat dulu deh." Dara meletakkan bonekanya di atas meja ruang tengah.



Dia pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.



Setelah shalat Dara terkejut melihat bonekanya sudah tidak ada di atas meja.



"Aisyah! Aisyah..."



Panggil Dara berseru.



Aisyah yang sedang sibuk membersihkan pekarangan rumah tidak mendengar panggilan Dara.



Dara pergi ke luar menghampiri Aisyah. "Syah,boneka aku kamu pindahin kemana ya?" tanya Dara.



Aisyah menghentikan pekerjaannya, "Aku enggak mindahin boneka kamu Dar,sentuh aja enggak,apalagi mindahin." Jawab Aisyah.


"Ya sudah,lanjut aja nyapunya!" suruh Dara,dia masuk lagi ke dalam untuk mencari dimana boneka panda miliknya.


"Itu boneka kemana ya?" Dara sibuk mencari bonekanya ke seluruh sudut ruangan.


Di kamar enggak ada,di dapur juga enggak ada,di kolong tempat tidur juga enggak ada,dia sudah mencari ke segala arah,masih juga enggak ketemu,karena lelah akhirnya Dara berhenti mencari,dan anehnya boneka itu ternyata ada di atas kulkas,siapa yang meletakkannya coba? Dara tidak merasa ada yang aneh dengan bonekanya.


__ADS_1


"Kamu di sini rupanya." Dara tersenyum senang karena sudah berhasil menemukan boneka pandanya itu.


__ADS_2