Kampung Sihir

Kampung Sihir
Penjaga


__ADS_3

Apa yang di katakan nek Lastri membuat mereka tidak paham,apa maksud perkataan wanita paruh baya itu?


Dengan hati masih bertanya-tanya Aisyah langsung menutup pintu,dia dan Dara masih bengong saat nek Lastri kembali tidur di atas sofa,sikap sang nenek seolah tak perduli dengan wajah mereka yang penuh tanda tanya.


"Apa maksud nenek itu?" tanya Dara begitu dia dan Aisyah sudah berada dalam kamar.


"Aku juga tidak tahu Dar,namun hati aku mengatakan kalau nenek itu pasti mengetahui sesuatu tentang Dewi." Ucap Aisyah.


"Kenapa kamu jadi bawa-bawa nama Dewi kesini?" Dara jadi penasaran.


"Tadi nek Lastri sempat melihat Dewi,dan beliau bertanya sama aku siapa dia? Aku jawab aja kalau aku enggak kenal."


"Kenapa Dewi ada di depan rumah kita? memangnya dia mau ngapain?"


"Entahlah,aku juga tidak tahu," jawab Aisyah seraya menggeleng pelan.


Sebenarnya Dara masih tidak percaya kalau nek Lastri itu baik hati,hatinya masih menaruh rasa curiga terhadap nenek itu,apalagi beliau datang di saat Aisyah sedang di ganggu oleh makhluk halus.


***


Pagi hari begitu terbangun dari tidurnya,Aisyah sangat kaget karena mendapati nek Lastri sudah tidak ada lagi di dalam kamar,sudah di cari kemana-mana tapi nenek masih tidak ada. Dia bingung dan juga takut.


"Nenek kemana Dar? Kamu tahu enggak nenek pergi kemana?" tanya Aisyah,wajahnya sangat panik dan dia mulai berpikir macam-macam.


"Aku bilang juga apa,kamu sih yang enggak percaya,nenek itu pasti punya niat jahat sama kita." Ucap Dara kesal,dia marah karena Aisyah tidak percaya dengan omongannya.


Aisyah kembali lagi ke dalam kamar,tempat dimana nenek itu tidur semalam. Mencoba mencari sesuatu yang mungkin bisa membuat dia tahu tujuan si nenek datang ke rumahnya.


Sia-sia aja,Aisyah tidak menemukan apa-apa disana.


"Nyari apa Syah? Percuma aja,kamu juga enggak bakalan menemukan apapun info mengenai nek Lastri,sekarang entah benda gaib apa yang sudah diletakkannya di rumah kita," Dara tak bisa menepis rasa curiganya.


"Jangan suudzan dulu Dar,mungkin aja kan nenek itu sedang keluar sebentar,dan nanti dia balik lagi kesini." Meski Aisyah sepemikiran dengan Dara,tapi dia tetap berusaha menutupinya dari sahabatnya itu.


"Kalau benar nek Lastri balik lagi kesini,aku enggak akan membiarkan nenek itu nginap disini lagi,pergi aja enggak bilang-bilang." Dara sudah membuat keputusan.


Aisyah hanya bisa terdiam,keputusannya memang salah,dia seharusnya tidak percaya begitu saja sama omongan orang yang baru di kenalnya.


***

__ADS_1


"Kau datang tepat waktu Dewi,malam ini adalah malam ketiga dan saya yakin Aisyah akan merasakan sakit yang luar biasa," ucap Reza,sembari menyunggingkan senyum jahatnya.


"Kemarin saya melihat ada seorang nenek-nenek di rumah Aisyah,tapi bukan neneknya," adu Dewi.


"Nenek?" Reza mengulang kembali perkataan Dewi,dia terlihat memikirkan sesuatu.


"Apa yang bapak pikirkan?"


"Nenek yang kamu bilang tadi,apa dia tidur di rumah Aisyah?" tanya Ustadz Reza.


"Soal itu saya rasa tidak,karena tadi pagi saya juga memantau kediaman Aisyah,dan saya lihat nenek itu tidak ada dirumahnya."


"Kalau identitas asli saya diketahui sama warga disini,saya tidak yakin bisa keluar hidup-hidup dari kampung ini Dewi,jadi saya harap kamu bisa menjaga dengan baik rahasia kita,saya sudah membantu kamu sejauh ini."


"Saya janji pak,semuanya akan aman-aman saja,saya tidak akan mengatakan kepada orang kampung disini,kalau bapak sebenarnya bukanlah seorang ustadz," ucap Dewi meyakinkan.


"Semalam,jin pengganggu yang saya kirim ke rumah Aisyah tidak bisa memasuki rumahnya,dan ini membuat saya berpikir kalau Aisyah memiliki penjaga,dan mungkin nenek yang kamu lihat itu adalah penjaganya." Tutur lelaki itu.


"Itu tidak mungkin pak,saya melihat nenek itu juga manusia,sama seperti kita. Dan tampaknya nenek itu juga orang biasa,tidak mungkin kan,kalau dia memiliki kemampuan untuk menangkal sihir kiriman dari bapak"


"Jangan selalu melihat seseorang dari penampilan luarnya Dewi,sama seperti saat pertama kali kamu melihat saya,dan juga ketika kamu melihat Aisyah,kamu pikir dia itu gadis lemah,tapi tak tahunya dia bahkan mampu membuat Fandi sadar kembali,dan berpaling dari kamu," ucap ustadz Reza,dan cara bicaranya terlihat begitu sinis.


Saat malam tiba,kepala Aisyah mendadak sakit,sangat sakit dan tak tertahankan. Ingin sekali dia mengatakan hal itu pada Dara,tapi takutnya Dara malah menuduh nek Lastri,jadi Aisyah memilih diam.



Di malam yang sunyi itu,Aisyah hanya diam membisu,tidak bicara sama sekali,sedangkan Dara sibuk dengan novel horor yang sedang dibacanya. Begitu menyadari ada keanehan dari tingkah Aisyah,Dara langsung mengalihkan perhatiannya dari novel tersebut.



"Kenapa Aisyah,apa kamu sakit?" tanya Dara begitu melihat wajah Aisyah yang pucat.



"Oh,em... Enggak kok," dia masih menahan diri untuk tidak mengatakan apapun.



"Yang benar?" tanya Dara memastikan.

__ADS_1



Aisyah tersenyum untuk membuat Dara percaya pada perkataannya,namun tidak berhasil,senyumannya terlihat begitu di paksakan.


"Kamu enggak bisa membohongi aku Syah,kamu pasti sedang sakit. Sekarang bilang sama aku dimananya yang sakit?" Dara memaksa.


Kepala Aisyah semakin sakit,dia merasakan kepalanya seakan di injak-injak. "Akh...!!!" erangan kesakitan itu lolos begitu saja dari mulutnya.


"Aisyah kamu kenapa?" Dara mulai panik,saat Aisyah memegangi kepalanya sambil terus membaca Ayat-ayat Al-Qur'an.


"Aisyah! Jawab pertanyaan aku,kamu kenapa?" teriak Dara,dia pikir Aisyah kesurupan karena tidak menjawab pertanyaannya,bahkan Aisyah juga seperti tidak sadar saat membaca Ayat-ayat Al-Qur'an itu.


Dalam keadaan seperti itu,Dara berniat menelpon bi Hanum,tapi takut kalau semuanya jadi tambah kacau.


Saat dia sedang uring-uringan sendiri,nek Lastri tiba-tiba datang,Dara tidak tahu bagaimana caranya nek Lastri bisa masuk lagi kerumahnya,padahal semua pintu sudah di kunci.



"Nek Lastri? Nenek bagaimana bisa masuk kesini?" Dara mundur beberapa langkah. Aisyah semakin kesakitan,mulutnya mulai berhenti membaca ayat Alquran,kini matanya menatap nek Lastri dengan tajam.



Kecurigaan Dara semakin kuat terhadap nenek itu,dia yakin kalau nek Lastri lah penyebab Aisyah jadi sakit begitu.


"Ini semua pasti perbuatan nenek." Tuduh Dara.


"Bukan saya!" nek Lastri membela diri,beliau menyangkal tuduhan Dara.


"Bohong! Kalau memang bukan karena nenek,lalu bagaimana mungkin nenek bisa masuk kesini,dan kenapa nenek menghilang begitu saja tadi pagi?"


Nek Lastri terdiam,beliau ingin menjelaskan bahwa Dewi dan ustadz Reza yang melakukan hal itu,tapi tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.


"Dia pelakunya!" tunjuk Aisyah.


Dara terkejut. "Ternyata benar seperti dugaan saya." Ucapnya kemudian.


Mata Aisyah terlihat merah,Dara tidak tahu kalau Aisyah sudah bukan dirinya lagi.


"Tolong aku Dara,dia ingin mengambil alih tubuhku," ucap Aisyah setengah dari tubuhnya masih miliknya untuk saat ini,dia memegang erat tangan Dara,dan nek Lastri semakin mendekat ke arah mereka berdua. Apa yang ingin dilakukan nenek itu?

__ADS_1


__ADS_2