Kampung Sihir

Kampung Sihir
Gagal lagi


__ADS_3

"Apa yang ingin nenek lakukan?" tanya Dara,suaranya tercekat di tenggorokan. Ketakutan semakin menyelimutinya. Aisyah mulai menarik-narik rambutnya sendiri,menahan sakit yang amat sangat.


"Apa dia sedang datang bulan?"


"Iya." Jawab Dara singkat,dia khawatir dengan keadaan Aisyah.


Sesaat kemudian Aisyah merintih,dia memegangi perutnya yang mulai sakit juga. Tak tahu harus berbuat apa,Dara meminta bantuan nek Lastri,dia tidak peduli lagi dengan rasa curiganya terhadap nenek itu,sekarang yang paling penting adalah keselamatan Aisyah.


"Ini ulah Reza,lelaki itu yang sudah membuat teman kamu jadi seperti ini Dara." Ungkap nek Lastri.


Wanita paruh baya itu memegangi kepala Aisyah sambil membaca ayat ruqyah,dan hal itu membuat Aisyah menjerit. Tapi dia masih sadar, "Tolong saya nek!" satu kata yang keluar dari mulutnya.


Aisyah masih terus mencoba melawan,membuat dirinya tetap tersadar supaya makhluk itu tidak bisa mengambil alih jiwanya.


Sepertinya jin yang dikirim Reza cukup kuat.


Nek Lastri masih tampak tenang,beliau tidak panik seperti Dara. Sepuluh menit kemudian Aisyah baru bisa lepas dari rasa sakitnya. Dia bernafas lega,dan langsung meminta maaf sama nek Lastri karena sudah mencurigai wanita tua itu.


"Maafkan Aisyah nek,Aisyah sudah berprasangka buruk terhadap nenek," ucap Aisyah penuh sesal,dia menundukkan kepalanya.


Dara juga demikian,dia meminta maaf sama nek Lastri. Suasana jadi lebih tenang.


Aisyah mulai menanyakan maksud sebenarnya nek Lastri datang ke kampung mereka.


"Saya memang berbohong sama kalian,jadi wajar kalau kalian curiga." Ucap sang nenek.


"Jadi kenapa nenek bisa datang ke kampung kita? Apa yang nenek cari?" tanya Aisyah.


"Reza,dia yang saya cari. Lelaki itu adalah pemimpin dari para pemuja setan,"


Glek!


Ucapan nek Lastri membuat mereka tak bisa mengedipkan matanya sedikitpun. "Da-dari mana nenek tahu hal ini?" tanya Dara semakin penasaran.


"Dia itu muridnya nenek. Dia belajar cara mengobati orang sakit yang terkena sihir dengan cara meruqyah,tapi itu dulu. Setelah mengenal Loli semuanya berubah,dia mau melakukan apa saja untuk menikah dengan perempuan itu,dia bahkan rela masuk kedalam kelompok pemuja setan dan menjadi ketua kelompok itu." Ungkap nenek,membuat bulu kuduk mereka merinding.


"Lalu,kenapa tadi pagi nenek menghilang begitu aja,tanpa pamit sama kami,?" Dara meminta penjelasan dari nenek,supaya tidak ada kesalahpahaman lagi.



"Saya ingin melihat Reza pergi kemana,dan pada siapa dia berguru,dengan begitu kita bisa mencegah bahaya besar yang akan terjadi pada kampung ini,"

__ADS_1



"Maksud nenek?" tanya mereka kompak.



Reza sudah mendapatkan tujuh gadis untuk syarat pertama,dan mereka sudah memberikan darahnya sebagai bukti kesetiaan. Dan dua malam lagi,dia akan mengadakan pemujaan pertama bersama ketujuh gadis itu,dan kita harus bisa menggagalkan rencana mereka."



Masalah semakin besar,rintangan yang ada di depan mereka saat ini bukanlah seperti yang dulu-dulu. Dan hal itu tidak bisa di selesaikan tanpa bantuan pak imam.



Tapi,apakah pak imam harus di kasih tahu tentang masalah yang di hadapi Aisyah?



"Jangan beritahu tentang hal ini pada siapapun!" ucap nek Lastri,cara beliau bicara seolah-olah sudah tahu isi hati Aisyah.



"Kenapa memangnya nek?"




"Nenek tahu banyak hal tentang aku sama Dewi,dari mana nenek tahu semua ini?" Menatap nenek dengan pandangan menyelidik.


"Kamu tidak perlu tahu tentang ini semua,nanti kalau semua sudah berakhir nenek akan menceritakannya sama kalian berdua," janji nek Lastri.


"Memangnya dimana mereka akan melakukan pemujaan pertama itu nek?" tanya Dara.



"Di hutan dekat air terjun tujuh kembang,"


"Mereka akan melakukan pemujaan disana?Lalu aku harus datang sendiri untuk menghentikannya?" Aisyah hampir tidak percaya dengan perkataan si nenek.


"Ini gila nek,Aisyah tidak mungkin pergi sendiri kesana,dan lagi tempat air terjun itu jaraknya sangat jauh dari kampung kita,butuh waktu berjam-jam untuk sampai di sana," Dara tidak setuju,dia keberatan dengan usulan nenek. Menyuruh Aisyah pergi sendiri,itu sama aja dengan menyuruhnya untuk masuk ke kandang singa.

__ADS_1



"Tidak apa-apa Dar,aku berani kok." Ucap Aisyah,tidak mau sahabatnya khawatir.


"Saat Sampai disana apa yang harus saya lakukan nek?" tanya Aisyah.


"Rebut boneka itu dari Reza,karena boneka itulah yang terus di tusuk oleh lelaki itu,hingga membuat kepala dan perut kamu sakit. Apalagi saat ini kamu sedang datang bulan,membuat makhluk itu mudah merasuki jiwa kamu Aisyah,itu sebabnya kamu harus selalu berzikir,sekejap mata saja kamu lupa,maka makhluk itu akan kembali lagi seperti tadi." Tutur nek Lastri panjang lebar.



Sekarang semuanya sudah jelas,dan Dara tidak lagi menyimpan prasangka buruk terhadap nek Lastri. Mereka harus bisa menggagalkan rencana jahat ustadz Reza.



"Sial!!!!"



Prang!



Sebuah vas bunga di lempar ke sudut ruangan dan pecah berkeping-keping.



"Kenapa mas?" Loli melihat kemarahan yang membara di wajah suaminya.



"Aku gagal lagi Loli,dan kali ini entah siapa yang sudah menjadi penjaga gadis itu,padahal tinggal selangkah lagi." Ucap Reza dengan wajah bersemu merah,matanya melotot seperti hendak keluar. Dia merasa kepanasan,sekujur tubuhnya juga sakit.



"Apa dia memiliki....



"Tidak! Dia tidak memiliki hal semacam itu,dia hanya fokus pada bacaan Alquran seperti yang di ajarkan gurunya,tapi saat ini dia sedang dalam keadaan tidak suci,dan itu artinya keadaan tubuh dan jiwanya juga lemah,seharusnya jin yang aku kirim bisa mengambil alih tubuhnya,tapi ini malah gagal,aku yakin loli dan sangat yakin kalau Aisyah pasti memiliki seseorang di sampingnya yang bisa mengirim balik sihir itu." Reza mulai menerka-nerka,dia tidak tahu kalau gurunya lah yang sudah menggagalkan rencana jahatnya itu.


__ADS_1


"Lalu sekarang kita harus bagaimana mas,kamu sudah mengambil uang dari Dewi,dan sekarang kamu malah gagal melakukan apa yang dia suruh."


__ADS_2