Kampung Sihir

Kampung Sihir
Daging Ayam


__ADS_3

Tak ada yang sempat melihat dengan jelas wajah kuntilanak yang mengejutkan mereka.



Dara pingsan di tempat,hanya Aisyah yang tersadar.



Setelah mengejutkan mereka dan membuat Dara pingsan. Kuntilanak itu hilang begitu saja,dan suasana kembali aman,dari belakang Aisyah,Asep dan Fandi muncul,kebetulan mereka juga baru pulang dari masjid.



"Dara,Aisyah!" Pekik Fandi,dia berlari menghampiri Aisyah yang sedang memangku kepalanya Dara. "Dara,Dara bangun Dar!" Aisyah mencoba membuat Dara sadar.



"Apa yang terjadi?" tanya Asep.



"Tadi ada kuntilanak yang mengejutkan kita,dia keluar dari balik pohon itu!" tunjuk Aisyah ke arah pohon nangka yang berdiri kokoh di samping jalan.



"Aaa... Tolong!!!"



"Ada kunti..." jerit bang Oki. Si tukang bakso,bang Oki lari dengan begitu cepat sembari mendorong gerobak baksonya. Dia berlari tak tentu arah.


"Eh,itu gerobaknya bang Oki," mereka mulai heboh saat melihat bang Oki lari sambil menjerit mengatakan ada kuntilanak.


"Eh iya,pasti dia juga ikut di ganggu," ucap Fandi.



Bang Oki menghentikan gerobaknya tepat di depan mereka,keningnya mulai di penuhi dengan keringat.



Dara sudah kembali sadar,dia bingung melihat kondisi di sekitarnya. "Fandi,Asep kalian berdua ngapain berdiri di tempat sepi dan remang begini,ada Dara dan Aisyah lagi,nanti di sangka yang bukan-bukan sama warga," ujar bang Oki,dengan nafas tersengal-sengal.


"Bang Oki sendiri ngapain lari kencang begitu,kayak di kejar setan aja!" tanya Asep.


"Lah,emang bang Oki di kejar sama setan,kamu kan tadi dengar sendiri kalau dia teriak ada kuntilanak," jawab Fandi.


"I-iya... Tadi saya memang ketemu sama kunti itu lagi,heran saya kenapa dia sangat suka mengganggu ketenangan saya? Padahal kan bang Oki sama sekali enggak ada masalah sama dia." keluh bang Oki.



"Tunggu dulu,tadi bang Oki bilang dia sangat suka mengganggu ketenangan bang Oki,berarti kuntilanak ini bukan kirimannya Bu Tantri,dia juga sudah ada sejak Mbak Maya sakit,artinya ada orang lain yang...



"sengaja menakut-nakuti warga kampung ini." Sambung Dara.


"Masalah ini harus secepatnya kita laporkan sama pak imam." Usul Asep.


\*\*\*\*



"Ketika darah ku dan darah mu bercampur dan menyatu,maka bangun lah dari tidur panjang mu. Ku panggil kau kembali,bangkit lah dari kematian mu,bangkitlah! Bangkitlah!"


__ADS_1


Pyar!



Petir menggelegar hujan turun begitu lebat,angin bertiup kencang,lelaki paruh baya yang sekarang sedang duduk di depan sebuah tengkorak tersenyum senang. Dia kemudian tertawa.



"Hahaha..."



"Akhirnya,setelah puluhan tahun aku menunggu,kamu kembali juga Putri," lelaki itu memeluk seorang wanita muda yang kini tengah duduk di depannya.



Tengkorak tadi ternyata sudah berubah menjadi sosok wanita muda,siapa dia?



"Untuk apa kamu membangkitkan aku?" tanya wanita yang bernama Putri.



"Aku ingin kamu membalas dendam kepada penduduk kampung ini,balaskan dendam kamu Putri!"



wanita yang di panggil Putri menatapnya dengan tatapan tajam,kebencian dan penuh dendam. "Aku...



"Allahu Akbar Allahu Akbar...!"




"Hanya mimpi,tapi mimpi ini pasti ada hubungannya sama kejadian semalam," dia membatin.



Tidak ingin memikirkan tentang mimpinya dulu,Aisyah memilih untuk membangunkan Dara,dan seperti biasanya mereka akan shalat berjamaah bersama nenek dan Aisyah akan jadi imamnya.



"Semalam ayah sama bunda kamu nelpon nenek,katanya hari ini mereka mau ngajak nenek untuk ikut ke kota,dan tinggal di sana selama dua minggu." Ucap Nek Ijah begitu mereka selesai shalat dan berdoa.


"Hah???" Mereka melongo mendengarnya.


"Lama banget nek kalau dua minggu." Celetuk Dara kurang setuju.


"Iya,seminggu aja udah lama,apalagi dua minggu." Tambah Aisyah.


"Jangan kemana-mana nek,mending di rumah aja,kan keadaan sedang tidak aman,masa iya nenek mau ninggalin aku cuma berdua sama Aisyah."


"Kamu takut ya,kalau cuma tinggal berdua saja sama aku di sini?"


"Bukan takut lho Aisyah,tapi kan kamu tahu sendiri gimana sepinya rumah kalau nenek enggak ada." Bantah Dara memberi alasan,dia menyangkal saat Aisyah mengatakannya takut.


"Ini kesempatan nenek buat jalan-jalan,kebetulan juga Dara masih di sini,jadi enggak apa-apa kalau nenek tinggalin."


"Terserah nenek aja deh!" ucap Dara mengakhiri obrolannya,dia kemudian kembali memejamkan matanya hendak tidur kembali.


"Eits... habis sholat subuh enggak boleh tidur lagi." Cegah Aisyah,dia menahan Dara yang ingin merebahkan tubuhnya dia atas sajadah.

__ADS_1


"Aku masih ngantuk,!"


"Ayo ke dapur bantuin nenek masak!" suruh Nek Ijah.


Beliau segera bangkit dan mengambil mukenanya untuk di letakkan di tempat gantungan sajadah dan mukena.


Aisyah mengikuti langkah neneknya dari belakang,begitu juga dengan Dara. Mereka bertiga sama-sama menuju dapur untuk membuat sarapan.


\*\*\*\*



Siang harinya Nek Ijah di jemput sama ibundanya Aisyah,dan sekarang Aisyah hanya tinggal berdua dengan Dara.


Setelah kepergian sang nenek,Aisyah menerima telpon dari Fandi,dia memberikan Aisyah info yang sangat mengejutkan. Fandi bilang bahwa para tetua di kampung mereka sudah mengadakan rapat,dan untuk saat ini tidak ada warga yang boleh berkeliaran di jalanan lebih dari pukul 22:00,dan semua ini adalah peraturan yang tidak boleh di langgar.


"Nenek pergi di saat keadaan sedang mencekam seperti ini." Lirih Dara.


"Syah,kenapa enggak pindah aja sih dari kampung bobrok kayak gini?" tanya Dara sedikit kesal.


"Duh Dara,kalau ngomong jangan ngegas gitu dong,pelan-pelan aja ngomongnya."


"Habisnya aku kesal,tiap hari di teror sama makhluk-makhluk tak kasat mata,sudah wajahnya jelek-jelek semua lagi." Dara terus mengomel,Aisyah memilih untuk meninggalkan sahabatnya sendirian,dan dia pergi menuju dapur.


"Aisyah,kamu mau kemana? Aku belum selesai ngomong Syah!" panggil Dara,namun Aisyah mengabaikannya.


"Aku lagi enggak mood Dara,kuping aku capek dengar ocehan kamu yang enggak tahu kapan habisnya." Sahut Aisyah sembari berlalu dari sana.



Aisyah membuka pintu belakang rumahnya,membuat angin di sore hari itu bisa masuk dengan leluasa.



Dara datang menghampiri Aisyah yang sedang membuka kulkas,sepertinya Aisyah sedang mencari sesuatu.



"Cari apa Aisyah?"



"Dar,seingat aku semalam di kulkas masih ada daging ayam deh,tapi sekarang kok enggak ada ya?"



Timbul tanda tanya,Dara juga heran. Tadi sebelum pergi,nenek juga menanyakan daging ayam yang di simpan di kulkas oleh Aisyah,tapi Dara menjawab kalau daging itu sudah habis dari semalam.


"Bukannya sudah habis Syah?"


"Belum,masih ada dan aku menyimpannya dalam mangkuk ini!" Aisyah menunjukkan mangkuk yang sudah kosong.


"Di ambil kucing kali." Ujar Dara bergurau.


Aisyah menutup kembali kulkas. Kemudian mengambil sapu untuk membersihkan lantai,dan saat dia menyapu di bawah kolong meja,keluarlah beberapa potong daging ayam dari sana.



What???


Aisyah menatap daging ayam tersebut dengan hati tak percaya. "Aku tidak salah lihat kan,daging ayam ini bagaimana bisa jatuh di bawah meja?" Aisyah menatap Dara,berharap Dara punya jawaban dari pertanyaannya.


Dara hanya menggeleng pelan dengan raut wajah ketakutan,dia mulai membayangkan sesuatu yang mengerikan.


__ADS_1


'°°••°°


__ADS_2