Kampung Sihir

Kampung Sihir
Amukan Warga (Akhir)


__ADS_3

Tak ada yang bergerak,tak ada yang mengikuti perintah Reza,semua pengikut setianya terdiam,mereka menatapnya dengan tajam.


"Kenapa kalian diam saja? Cepat lakukan apa yang aku suruh!" bentaknya kemudian.


"Apa yang harus kami lakukan?" tanya pak Agus seperti orang linglung.



Aisyah tidak terlihat takut sama sekali,sebab dia tahu kalau mantra Reza sudah tidak lagi berguna pada mereka.


"Kamu bodoh atau apa? Tidak dengar ya,apa yang saya suruh tadi?" Reza semakin marah.


Pak Broto juga sama marahnya,lelaki tua itu mulai menyadari akan adanya keanehan pada murid-muridnya itu.


"Apa bapak juga akan membunuh Aisyah,sama seperti bu Anet dan nenek ini?" tanya Adinda. Gadis itu sudah sadar,dia sudah terbebas dari mantra sihirnya Reza.


Tiupan angin semakin kencang, memporak-porandakan tempat pemujaan mereka. Tampak sosok makhluk hitam bertubuh tinggi dan besar muncul di depan mereka,setelah lilin pemujaan benar-benar padam.


"Bunuh dia! Bunuh dia sekarang juga Reza!" suruh makhluk itu.


Tak ada yang bisa melihat makhluk tersebut,selain Reza dan Aisyah juga ayahnya Loli,yang tak lain adalah pak Broto.


Loli pergi dari tempat itu,dia mau menghindar dan mencari tempat yang lebih aman.


Reza mengambil sebilah pisau yang di letakkan di samping tempat pemujaan,niatnya adalah untuk membunuh Aisyah. "Kalian tidak mau membunuh? Kalau kalian tidak mau membunuhnya,biar aku yang akan melakukannya sendiri!"


Aisyah masih berada dalam cengkeraman pak Broto,meski Reza sudah memegang pisau di tangannya,tetap saja hal tersebut tidak membuat Aisyah takut.



"Berhenti!" orang-orang di sana mulai mencegahnya,dia terkejut. Sekarang baru sadar kalau mantranya sudah tidak berfungsi lagi,semuanya lenyap bersamaan dengan hangusnya boneka pemujaan itu.


"Ini semua gara-gara kamu!" tuduhnya,Reza mengamuk seperti orang gila. Dia bahkan menodongkan pisau itu ke arah semua pengikut setianya. "Reza! Apa yang kau lakukan?" pak Broto mulai panik,lelaki itu sudah tidak lagi memegang Aisyah,berusaha melindungi dirinya sendiri. Karena Reza mengancam semua orang.


"Kalian semua akan aku bunuh!" dia mendekat,dan terus mendekati pengikutnya. Mereka tidak tinggal diam,semuanya lari kocar-kacir. Malam yang gelap di tengah hutan yang tak ada penduduknya. Satu persatu lari untuk menyelamatkan diri.


Keadaan kacau,Aisyah masih di tempat yang sama. Dia membaca Ayat-ayat Al-Qur'an,untuk membuat iblis yang sekarang menguasai tubuh Reza segera pergi.


"Tak akan ada yang bisa mengalahkan aku saat ini," ucapnya sinis.


Aisyah menjauh,pak Broto berada di belakangnya. Pak tua itu mengamati apa yang akan di lakukan oleh menantunya.


Si iblis masih tidak mau keluar dari tubuh Reza,sekuat itu kah?


Apakah akan ada bantuan untuk Aisyah? Kenapa Fandi dan Asep lama sekali datangnya.


"Kamu juga makhluk Allah,atas izin Allah aku bisa mengalahkan kamu,aku tidak takut sama sekali." Ucap Aisyah.


Iblis dalam tubuh Reza tertawa keras. Keberanian Aisyah di tertawakan.

__ADS_1


Dia berlari ke arah Aisyah dengan membawa pisau di tangannya. Aisyah menghindar ke samping. Syukur pisau itu tidak menancap di perutnya.tapi...


"Akh..." Erangan kesakitan keluar dari mulut pak Broto.


Salah sasaran,bukan Aisyah yang kena tapi ayah mertuanya. Perut ayahnya tertusuk begitu dalam. Darah mengalir keluar,Aisyah terkejut. Dia tidak berani mendekat.


Pisau yang di pegang Reza jatuh ke tanah,kesadarannya kembali. Lelaki itu juga terkejut melihat darah begitu banyak keluar dari perut mertuanya. Tidak terima hal buruk menimpa ayah istrinya,kini Reza mengambil kembali pisau itu dan berniat membunuh Aisyah.


"Ayah,aku tidak sengaja. Aku tidak sadar,ini semua karena gadis itu,aku akan membunuhnya untuk mu!" matanya berkilat tajam menatap Aisyah.


"Tolong hentikan semua ini pak! Iblis itu sudah membisikkan kejahatan dalam hati Pak Reza," Aisyah mencoba membuat Reza bisa berpikir dengan jernih.


Tapi semuanya tak bisa, jiwanya sudah di kuasai amarah. "Hentikan ini semua Reza!" sekelompok warga kampung sudah berada di sana.



Pak Broto sudah jatuh ambruk ke tanah dan tak sadarkan diri.



Di tangan mereka masing-masing memegang kayu,karena marah atas perbuatan Reza yang membuat orang kampung dukuh mengikuti ajaran sesatnya,mereka tanpa rasa iba langsung memukul Reza dengan membabi-buta.



BUK!



BUK!



"Cukup! Hentikan!!!" teriak Reza,tak ada yang mendengarkan. Tak satupun dari mereka yang mau berhenti.


Aisyah seolah lupa akan apa yang sedang terjadi di sekelilingnya. Dia terduduk lemah di depan jasad nek Lastri dan bu Anet.



Gadis itu kembali menangis,tangisannya tak bisa di tahan. Aisyah tahu semua sudah berakhir,dan akhirnya malah menjadi sebuah tragedi berdarah.



Karena larut dalam kesedihannya,Aisyah sampai tidak sadar akan kedatangan pak imam,Fandi,dan juga Asep.



"Sekarang sama siapa Aisyah mau meminta penjelasan tentang sebab nenek di bunuh?" ucap Aisyah di sela isak tangisnya.


__ADS_1


"Sudah lah Syah,semua sudah terjadi. Kita doakan yang terbaik buat nenek."



Mendengar suara Fandi membuat Aisyah semakin menangis sedih. Tadinya dia sudah berpikir kalau Fandi tidak akan datang,namun kenyataannya Fandi datang juga untuk menyusulnya ke hutan itu.



"Aku tidak menyangka Fan,kalau nek Lastri rela datang ke tempat lelaki jahat itu hanya untuk menyuruhnya kembali ke jalan yang benar,tapi kamu lihat sendiri kan,apa yang di terima nenek? Nek Lastri di bunuh oleh muridnya sendiri." Aisyah menangis sesenggukan.



"Aisyah,kita harus segera membawa mayat bu Anet dan nek Lastri ke luar dari hutan ini. Reza sudah di tangani sama para warga,dia akan mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatannya." Ujar Pak imam.



\*\*\*\*



Sebulan telah berlalu,setelah kejadian menyedihkan dan mengerikan di tempat air terjun tujuh kembang,kini kehidupan Aisyah mulai tentram kembali.



Seminggu yang lalu Dara pulang ke rumahnya,karena nek Ijah sudah balik dari kota.


Sekarang Aisyah tinggal berdua lagi bersama neneknya,dan malam ini dia menghabiskan waktu bersama sang nenek. Mengungkap seluruh isi hatinya,mengenai rencananya untuk kembali tinggal bersama sang ibunda di kota.


"Kamu sudah yakin sama keputusan kamu,nak?" tanya Nek Ijah.



"Aisyah yakin,nek." Jawabnya gamblang.



"Kamu tidak ingin tinggal di sini dan menemani nenek?" nek Ijah tampak sedih.



"Aku tidak akan pergi sendiri,nenek akan ikut bersama aku,setelah menikah dengan Fandi,aku akan menetap di kota,aku tidak ingin kembali kesini lagi nek. Jujur saja,aku tidak sanggup melewati hari-hari yang begitu menegangkan,cukuplah kejadian tragis di air terjun tujuh kembang menjadi akhir dari petualangan mistis ini,aku tidak ingin hal seperti itu terulang lagi," ucap Aisyah,matanya berkaca-kaca,setiap kali teringat dengan nasib nek Lastri dan bu Anet,dia selalu sedih.



Reza memang masih hidup,dan saat ini dia harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri yang sudah membunuh bu Anet,nek Lastri,pak Broto dan juga Yura. Sedangkan isterinya Loli,sampai saat ini tidak ada yang tahu di mana keberadaan wanita itu.



Aisyah berharap kehidupannya di kota akan menjadi lebih baik lagi,dia tidak mau kejadian yang sama terulang lagi. Dia akan membuka lembaran baru bersama lelaki yang sangat di cintainya.

__ADS_1



\*\*\*\*\*


__ADS_2