Kampung Sihir

Kampung Sihir
Kalajengking


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu."



Ustadz Yusuf kembali membaca Ayat-ayat Al-Qur'an,setelah membaca Ayat Kursi dan di akhir ayat,makhluk halus itu kembali menjerit kesakitan.


"Berhenti...!"


"Ampun... Ampun,aku menyerah!"


"Aku menyerah!"


"Dia sedang mempermainkan kita ustadz,jangan percaya dengan ucapan dustanya." Ucap Aisyah,tatapan gadis itu tajam dan menusuk.



"Tidak... Tidak,aku benar-benar akan keluar dari tubuh ini,aku tidak akan mengganggu lagi,tolong berhenti!"



Ustadz Yusuf pun akhirnya berhenti,beliau memberikan kesempatan untuk jin itu menunjukkan kesungguhannya untuk keluar dari tubuh Nek Ijah.



Setelah Ustad Yusuf berhenti membaca Ayat-ayat Al-Qur'an,Nek Ijah kembali sadar. Meski beliau kembali sadar bukan berarti jin itu sudah tidak ada di sana.



"Nek,nenek sudah sadar." Aisyah senang melihat neneknya sudah kembali ke dirinya sendiri,tubuhnya sudah tidak lagi di kuasai oleh roh jahat.


"Tubuh nenek sangat lemah,Syah." Adu neneknya.


Ustadz Yusuf kemudian menyuruh nenek untuk berbaring saja.



"Apa makhluk itu benar-benar sudah pergi ustad?" tanya Bu Indri.



"Tidak,dia hanya berhenti sebentar saja,karena tubuhnya sudah sakit."



"Berarti ibu kami tidak bisa di sembuhkan lagi ya ustadz?" kini giliran Hanum yang bertanya.



"Semuanya perlu proses Hanum,dan proses ini tidaklah singkat,apalagi jin ini sudah berada dalam tubuh Nek Ijah semenjak beliau berumur 26 tahun,dan sekarang beliau sudah berumur 67 tahun,bayangkan betapa lamanya dia berada dalam tubuh ibu kamu." Tutur sang ustadz.



Hanum dan yang lainnya hanya bisa terduduk lesu mendengar penjelasan sang ustadz,memang tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak,kalau Allah sudah menakdirkan neneknya sembuh,beliau pasti akan sembuh.



"Kalian juga tidak boleh berkecil hati,Allah akan memberikan jalan untuk hambanya yang mau berusaha dan terus berdoa,kita juga harus mendoakan Pak Wisnu semoga beliau sadar bahwa apa yang dilakukannya saat ini salah,dan semoga beliau cepat bertobat meminta ampunan kepada Allah." Ucap Ustad Yusuf



"Amiinnn..." Mereka menjawab serempak.



\*\*\*\*



"Aghhh..." Lagi-lagi wisnu harus menerima kekalahannya. Dia mengerang kesakitan.



Ayu yang saat itu sudah lelap dalam tidurnya jadi terbangun saat mendengar suara suaminya.



"Kenapa mas? Kamu kenapa?" tanya Ayu tampak khawatir.



"Sepertinya jin yang aku kirim ke rumah Nek Ijah tidak berhasil melaksanakan tugasnya." tutur Wisnu.



"Dada ku sangat sakit Yu.!" Keluh lelaki itu.



"Mungkinkah Ustadz yang bersama mereka itu benar-benar sakti mas,aku rasa kamu harus minta bantuan dari Mbah Ijan."



"Kamu menyuruh aku untuk pergi meminta bantuan dari lelaki brengsek itu? Apa kamu tidak tahu hah,dialah orang yang sudah membuat bapak meninggal!" sentak Wisnu.

__ADS_1



Ayu mengerjabkan matanya beberapa kali,tidak percaya dengan pendengarannya sendiri kalau Wisnu berani membentaknya.



Selama ini suaminya itu sangat patuh,dia tidak pernah meninggikan suara dengannya.



"Mas Wisnu kenapa jadi gusar seperti ini? Kalau tidak mau ya jangan lakukan,tidak perlu membentak aku seperti itu!" Balas Ayu tak kalah kerasnya.



"Dia berani membalas bentakan kamu Wisnu,jadi suami jangan mau di perbudak sama istri,kamu tidak boleh membiarkan dia mengatur hidup kamu." Bisikan-bisikan halus itu terdengar di telinga Wisnu,dia mendengarkannya,perlahan-lahan bisikan itu masuk ke otaknya dan berhasil membuat pikiran lelaki itu jadi lebih sensitif.



Wisnu melihat jam di dinding kamarnya,ternyata sudah tengah malam.



Dia tidak jadi melanjutkan tidurnya,lelaki itu bangun dan pergi ke ruang ritualnya yang berada di samping gudang,Ayu yang melihat suaminya berjalan keluar dari kamar langsung saja bertanya.



"Mas mau kemana?"



"Aku mau mengirimkan kalajengking itu ke tempatnya Nek Ijah." Jawab Wisnu seraya membalikkan badannya.



"Aku ikut!" pinta Ayu.



"Tidak perlu,aku akan melakukannya sendiri,lagian aku juga yang sudah menerima wasiat terakhir dari bapak,jadi aku harus melakukannya sendiri,sebaiknya kamu tidur saja!" perintah Wisnu.



Ayu akhirnya hanya bisa merebahkan kembali tubuhnya ke kasur,dia tahu Wisnu sangat mencintainya,Wisnu bahkan lebih rela dirinya yang menjadi penerus dari ilmu hitam bapaknya,dia tidak mau Ayu berurusan dengan hal begituan.



\*\*\*\*




Aisyah yang merasakan ada sesuatu yang bergerak-gerak di bawah telapak kakinya,langsung saja bangun dan melihatnya.



"Astaghfirullah... Kenapa ada kalajengking disini?" Aisyah mencoba untuk tidak panik,dia mencari-cari sesuatu di dalam kamarnya yang bisa di gunakan untuk membunuh kalajengking tersebut.



Aisyah segera melempar kalajengking itu kebawah,dan kemudian mengambil peti kayu miliknya dan langsung membunuh binatang itu,baru tiga kali Aisyah memukulnya tapi kalajengking itu mendadak hilang tanpa jejak.



DEG!



"Ternyata dia jelmaan iblis," ucap Aisyah.



"Yang penting aku sudah memukulnya, walaupun tidak mati,dan pastinya sekarang dia sedang mengadu kepada tuannya."



Aisyah kembali lagi ke tempat tidurnya,namun tiba-tiba dia mendengar bunyi.



DUK...



DUK...



DUK...



Semakin lama semakin keras,dan bunyi itu berasal dari lemari pakaiannya.

__ADS_1



Teror...



Ya,kata-kata itu sangat sesuai di gunakan untuk menggambarkan situasi yang tengah di alami oleh Aisyah saat ini,dia di teror di saat dia tidur sendiri.



Makhluk itu benar-benar usil,bahkan tidak membiarkan Aisyah tidur dengan tenang malam ini,makhluk itu ingin menakuti-nakutinya,supaya Aisyah ketakutan dan mereka dengan mudah dapat merasuki tubuhnya.



DUK...



DUK...



Terus berbunyi,seolah menyuruh Aisyah untuk membukanya,Aisyah masih berbaring di kasurnya dan memeluk gulingnya.



Kenapa ketakutan timbul dalam dadanya,apa yang terjadi?



Kakinya juga mendadak lemah,mungkinkah karena memukul kalajengking tadi?



Aisyah mulai menduga-duga.



"Bunda...



"Bunda...



Tidak!



Aisyah kehilangan suaranya,dia tidak hanya kehilangan suaranya saja,tapi tangan dan kakinya juga tidak bisa di gerakkan sama sekali.



Badannya terasa berat,seperti ada yang menindihnya,mungkinkah ada makhluk halus yang sedang menindih tubuhnya?



Aisyah tidak bisa melihatnya,dia hanya bisa membaca Ayat-ayat Al-Qur'an dalam hatinya.



"Ayah!!!"



"Ayah!!"



Sekeras apapun dia memaksa,tetap saja tidak bisa.



Mereka akhirnya muncul,muncul menampakkan dirinya di depan Aisyah,ternyata targetnya sekarang adalah Aisyah,mereka ingin membuat Aisyah tumbang seperti neneknya.



Aisyah memejamkan matanya,tapi semakin dia menutup matanya,makhluk-makhluk itu semakin jelas terlihat,wajah mereka sangat menyeramkan,hal itu membuat Aisyah gemetar.



Di saat yang mulai genting,dia teringat akan Ustadz Yusuf,Aisyah tahu saat ini dia hanya bisa memanggil beliau,lewat hatinya dan dengan bacaan-bacaan yang di ajarkan Ustadz Yusuf,akhirnya Aisyah bisa memanggil beliau.



Ustadz Yusuf tersadar saat Aisyah memanggilnya dalam hati,beliau terbangun tapi tidak pergi ke kamarnya Aisyah,Ustadz Yusuf hanya berdoa di tempatnya dan kemudian berselawat maka hilanglah sesuatu yang membelenggu Aisyah tadi.



Iblis-iblis itu menghilang semuanya,dan keadaan Aisyah kembali normal.


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2