Kampung Sihir

Kampung Sihir
Malam Yang Menyeramkan


__ADS_3

Derap langkah kaki terdengar pelan,tetesan air hujan yang jatuh mengenai atap rumah menghasilkan suara yang berisik. Angin bertiup kencang diluar.


Aisyah mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar. Suasana menjadi seram tiba-tiba.


"Kenapa ada suara langkah kaki? Padahal ini sudah larut malam?" Dia berkata pelan.


Dara yang disampingnya sudah mulai terlelap dalam tidurnya.


Langkah kaki itu semakin lama semakin terdengar kuat. Bersamaan dengan itu pula terdengar suara lonceng yang terus berbunyi.


Ibliss!!!


Makhluk jahanam itu datang lagi


Aisyah menenangkan debaran jantungnya,tangannya mulai terasa dingin.


Wajah hitam dengan mata merah menyala,lidah menjulur keluar dan dia merangkak diatas langit-langit kamar,rambutnya panjang dan menyentuh lantai.


Ingin sekali Aisyah berteriak dan membangunkan Dara.


Tapi itu tidak mungkin,kalau dia melakukannya berarti dia takut pada iblis itu.


Iblis itu masih merangkak diatas atap,sejenak berhenti. Dia memutar-mutarkan kepalanya,ingin membuat Aisyah takut.


Aisyah memberanikan diri membuka matanya dengan lebar,dia melihat kearah iblis itu.


Tangannya mencoba menggapai tasbih yang diletakkannya disamping Dara.


Iblis itu menyeringai menampakkan taringnya.


Setelah itu dia melompat turun kelantai,dan berdiri didepan ranjang Aisyah.


A'udzubillahhiminassyaitanirrajim


Bismillahirrahmanirrahim...


Dengan fasih dan khusyu' Aisyah membaca Ayat Kursi,An-nas dan Al-falaq. Dia tidak ingin rasa takut membuat imannya goyah.


Iblis itu tertawa menggelegar. Suaranya membuat Aisyah hampir tidak fokus dengan bacaannya.


"Teruslah,teruslah membacanya Aisyah kau tidak akan bisa mengalahkan ku! Hahaha... Kalian manusia hanya makhluk yang lemah.


Aisyah tetap menfokuskan pikirannya,supaya bacaannya tidak salah.


Suara petir terdengar menggelegar,hujan semakin deras.


Dan yang paling aneh adalah kenapa Dara tidak terjaga saat mendengar suara iblis itu? Apa mungkin hanya Aisyah yang bisa melihat dan mendengarnya?


Iblis itu semakin mendekat,Aisyah terus membaca Ayat-ayat Alquran yang dia hafal.


"Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung" Ucap Aisyah diakhir bacaannya.


Seketika iblis itu menghilang bersamaan dengan bangunnya Dara.


"Syah,kamu masih belum tidur juga? sudah jam dua loh!" Ucapan Dara mengagetkannya.


"Astaghfirullah... Kamu ngagetin aja!" Aisyah tersadar,dia melihat ketempat dimana iblis tadi berdiri.


"Kamu ngapain duduk sambil memegang tasbih? Kamu lagi ngigau ya?" Dara bergurau


Aisyah hanya menjawab dengan senyumannya. "Aku enggak bisa tidur."


BRUAK!!!


"Suara apa itu?" Dara membulatkan matanya karena kaget.


"Ayo kita lihat!" Ajak Aisyah


"Jangan!" Cegah Dara

__ADS_1


Gadis itu memegang tangan Aisyah kuat-kuat. Rasa takut mulai menyelimuti.


"Jangan kesana."


Terdengar bisikan di telinganya Dara,suara yang mencegahnya untuk pergi.


"Pergi! Pergi! Lihat apa yang terjadi diluar sana!"


Bisikan lain terdengar ditelinga Aisyah. Bisikan yang berbeda-beda.


Aisyah mendengar bisikan itu,dan dia menurutinya. Sedangkan Dara mengabaikan bisikan ditelinganya,dia tidak punya pilihan lain selain ikut bersama Aisyah.


Mereka membuka pintu kamar pelan-pelan agar tidak menimbulkan bunyi.


PYARR!!!


Diluar suara petir masih terdengar menggelegar. Angin semakin berhembus kencang,kini mereka mulai mencium bau amis didalam rumah.


Tok


Tok


Tok


Terdengar bunyi pintu diketok,sudah larut malam tidak mungkin ada orang yang bertamu.


Apalagi sedang hujan lebat begini


Dara bersembunyi dibelakang Aisyah,dia benar-benar takut.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan Dara?" Dia bertanya,meminta pendapat Dara.


"Jangan membuka pintu,kita lihat saja melalui jendela"


Merekapun berjalan menuju jendela,dan betapa terkejutnya Aisyah saat melihat Andi dengan mulut berlumuran darah sedang memakan seekor ayam.


"Andi,Andi diluar." Aisyah menjawab gugup sambil menunjuk keluar jendela.


Giliran Dara yang melihatnya,dan tiba-tiba


Huaaaa!!!


Sosok yang mirip Andi itu sudah berada didepan kaca jendela,dan membuat Dara kaget.


Spontan dia menutup gorden itu,tubuhnya ambruk kelantai. Dia merasakan seluruh otot-ototnya lemas.


Mulut Dara bungkam,dia tidak sanggup mengeluarkan suara sedikitpun,air matanya mengalir karena shock berat.


Aisyah langsung memeluk sahabatnya.


Ternyata tak berhenti sampai disitu,lampu ruang tengah tempat dimana mereka berada sekarang tiba-tiba mati.


JLEB!!!


Suasana gelap gulita,Aisyah dan Dara tidak bisa melihat apapun.


"Mbak...


"Mbak Ningsih!!!


Panggil Aisyah dengan suara keras. Tapi tak ada sahutan.


Dara menggigil ketakutan dalam pelukan Aisyah.


"Kakek!!!


"Kakek! Mbak Ningsih!!!" Aisyah tak berhenti memanggil.


Tapi mengapa? Mengapa tidak ada yang mendengar suara mereka.

__ADS_1


"Rudi!! Rudi...Tolongin kita Rud" Dara baru bisa mengeluarkan suaranya.


Suasana semakin mencekam,hujan juga tidak berhenti-henti. Bau busuk menyebar kemana-mana,Aisyah menutup hidungnya.


"Syah,sebaiknya kita kembali kekamar."


"Iya,sebaiknya kita memang kembali kekamar." Aisyah membantu Dara bangun,mereka berjalan sambil berpegangan tangan.


Sangat gelap,mereka bahkan harus meraba-raba jalan dengan kakinya. Dan saat itu kaki Dara ditarik dari belakang hingga dia jatuh ambruk kelantai.


"Aaaa....." Dia menjerit.


" Dara...Dara kamu dimana?" Aisyah mulai khawatir


"Aisyah tolong aku! Ada yang menarik kaki aku." Dara menendang-nendang kakinya agar terlepas dari cengkeraman makhluk halus itu


Aisyah kalang kabut,dia takut terjadi sesuatu dengan Dara. Saat ini suasana juga gelap gulita.


"Dasar iblis jahannam, keluar kamu! jangan ganggu teman aku." Bentak Aisyah.


Tidak ada jawaban apapun,malah tubuh Aisyah terpelanting begitu hebat,hingga punggungnya menabrak dinding.


"Akhh..." Aisyah meringis menahan sakit. Rasanya tulang-tulang rusuknya seperti patah.


Makhluk itu seperti sedang menguji kesabaran Aisyah,gadis itu benar-benar marah.


Dara sudah lepas dari cengkeraman iblis itu,dia merangkak perlahan menuju tempat Aisyah terlempar.


"Aisyah... Aisyah kamu dimana?"


"Aku disini Dara."


Akhirnya Dara menemukan Aisyah. Mereka membaca doa bersama-sama meminta pertolongan dari Allah,tidak tahu makhluk seperti apa yang saat ini tengah mereka hadapi auranya begitu kuat.


****


Keesokan harinya ketika membuka mata Aisyah dibuat terkejut dan tak habis pikir dengan apa yang dilihatnya.


Semakin aneh saja,mereka sekarang sudah berada ditepi sungai.


Dara juga ada disana,dia masih tertidur.


"Dara...Dara bangun Dar!"Panggil Aisyah.


"Uh..." Dara menggeliat,dia tidak sadar kalau sekarang dirinya sedang berada didalam hutan ditepi sungai.


"Dara,bangun!" Ucap Aisyah tepat disamping telinganya.


"Aku masih ngantuk Syah"


"Bangun sekarang Dara,buka mata kamu dan lihat sekarang kita berada dimana." Suruh Aisyah.


Dara membuka matanya yang masih terasa berat,dia masih sangat ngantuk.


GLEK!


Dara mengerjabkan matanya beberapa kali,berharap dia sedang bermimpi.


"Sejak kapan kamar kita jadi tembus pandang begini Syah?" Ditengah keadaan seperti itu sempat-sempatnya Dara melontarkan pertanyaan konyolnya.


"Please Dara,jangan berlagak bodoh seperti itu,kita sekarang sedang berada ditepi sungai." Ucap Aisyah.


"Mungkinkah sekarang kita sedang bermimpi?" Dara semakin bingung.


Sebenarnya apa yang terjadi?


???


,🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2