Kampung Sihir

Kampung Sihir
Masih Menjadi Misteri


__ADS_3

Pak imam dan Aisyah berjalan lebih dekat dengan tubuh Bu Mei yang terbujur kaku.



"Pak imam,apakah Bu Mei masih hidup?"



Lelaki itu segera memeriksa denyut nadinya untuk memastikan,dan ternyata Bu Mei sudah meninggal.



Semua warga masih berdiri di luar rumah,tidak ada yang berani masuk. Tak berselang lama,kembali terdengar suara menggelegar. "Dia sudah terbebas sekarang,dia sudah menunaikan janjinya,aku sudah mengambil apa yang sudah menjadi hak ku,hahaha...!"



Suara itu menghilang lagi.



"Inilah yang terjadi saat manusia memilih bersekutu dengan iblis." Ujar pak imam.



Kematian Bu Mei sangat mengenaskan,mulutnya menganga dan matanya melotot,sangat mengerikan.



"Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun....!" Pak imam menutup matanya Bu Mei hingga matanya tertutup rapat.



Aisyah tidak menyangka bahwa di akhir hayatnya Bu Mei akan berakhir seperti itu.



\*\*\*\*



Paginya setelah jasad Bu Mei selesai di makam kan,pak imam juga Aisyah duduk bersama sambil mendengar penjelasan dari Agus terkait mertuanya yang melakukan perbuatan syirik itu.



"Awalnya saya juga tidak tahu pak,apa yang di lakukan ibu setiap malam di kamarnya,setiap malam saat kami melewati kamar ibu pasti ada bau kemenyan. Ketika saya tanya ibu selalu menjawab "Hidung kalian itu sudah enggak benar,ibu saja tidak mencium bau apa-apa." Kata Agus mengulang kembali ucapan ibu mertuanya.



"Lalu kapan kamu mengetahui perbuatan mertua kamu?" Tanya pak imam.


Aisyah hanya mendengarkan saja,karena dia masih belum memilki pertanyaan untuk di ajukan.


"Setelah bayi saya hilang tanpa jejak,tidak ada yang tahu dia di culik orang atau di ambil makhluk halus,saat itu saya mulai curiga kalau ibu ada hubungannya dengan bayi saya yang hilang,saya mencoba mengatakannya pada Wiwin,tapi dia tidak percaya."



"Kenapa Bu Mei sampai mau menjadi sekutunya iblis,?" tanya Aisyah.



"Manusia Syah,kalau sudah tergila-gila dengan harta apa sih yang tidak mau mereka lakukan? Ibu pun begitu,dia menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsunya,dan kamu lihat sendiri akhirnya bagaimana,cucunya jadi korban,anaknya,hingga dirinya sendiri juga ikut jadi mangsanya iblis." Tutur Agus.


__ADS_1


"Lalu bagaimana bisa Mbak Wiwin berada di tepi sungai?" pak imam masih penasaran dengan kematian Wiwin yang menurutnya tidak masuk akal itu.



"Malam itu ibu mengajak Wiwin keluar,katanya ada yang penting. Aku sudah berusaha mencegahnya,tapi Wiwin tidak mau mendengar perkataan ku,dia bilang aku terlalu berburuk sangka sama ibu. Jadi aku biarkan saja dia pergi." Ucap Agus bercerita.



"Jam berapa saat Bu Mei mengajak Mbak Wiwin keluar?" tanya Aisyah lagi,pak imam melihat Aisyah dengan kening berkerut,lelaki itu menganggap pertanyaan Aisyah seperti seorang polisi yang sedang menginterogasi saja.



"Sekitar jam sepuluh,kurang lebih sih begitu." Jawab Agus,dia tidak merasa curiga dengan setiap pertanyaan yang Aisyah tanyakan,dia menjawab begitu saja tanpa memikirkan apa yang sebenarnya rencana Aisyah sehingga dia mengajukan pertanyaan yang begitu banyak.



Jawaban terakhir Agus membuat Aisyah terdiam,dia tidak lagi bertanya. Gadis itu hanya menatap pak imam dengan pandangan yang sulit diartikan.



"Mas Agus,tentu saja kamu juga menyimpan rahasia yang lebih besar,dia juga berbuat kesalahan dan mungkin lebih parah,tapi menumpahkan semuanya pada Bu Mei." Ucap Aisyah dalam hatinya.



\*\*\*\*



"Kamu pulangnya lama sekali Aisyah? Nyangkut di mana sih?" tanya Hanum sambil membawa sirup dingin untuk Aisyah.



Aisyah masih melamun tanpa menyadari kedatangan bibinya,dia menyandarkan kepalanya di tiang gazebo kayu tempatnya duduk. Pikirannya masih di penuhi dengan setiap jawaban tidak masuk akal yang di berikan Agus tadi pagi.




"Ya ampun bi,bikin aku kaget aja! Enggak tahu apa aku lagi banyak pikiran ni" ujar Aisyah.



Dia meminum seteguk sirup dingin itu,membuat tenggorokannya terasa lebih segar.



"Mikirin apa sih?" Hanum duduk lebih dekat.



"Tadi aku sama pak imam mampir sebentar ke tempatnya Mas Agus,Mas Agus menceritakan semuanya sama kami alasan kenapa Bu Mei tega menjadikan anak dan cucunya sebagai tumbal,dia menceritakannya secara rinci."



"Kalau tidak ada yang aneh dari penjelasannya kenapa kamu kepikiran?"



"Yang anehnya cuma satu aja,saat pak imam bertanya sama Mas Agus kenapa Mbak Wiwin bisa meninggal di tepi sungai."



"Lalu dia jawab apa?" tanya Hanum,dia tidak sabaran karena cerita Aisyah di rasa semakin menarik aja.

__ADS_1



"Tunggu dulu,jawabannya nanti saja Aisyah katakan,coba bibi bilang sama aku jam berapa bibi pulang dari rumah Mbak Wiwin?" tanya Aisyah,dia mengabaikan pertanyaan Hanum tadi.



"Malam itu bibi pulangnya sekitar jam 23:30 sudah hampir tengah malam." Memangnya kenapa?"



"Nah,benar seperti dugaan ku,pasti Mas Agus berbohong."



"Maksud kamu apa?" Hanum mulai curiga.



"Mas Agus bilang,malam itu sekitar jam sepuluh Mbak Wiwin di ajak oleh ibunya keluar entah kemana dia juga tidak tahu,Mas Agus sudah mencoba mencegah supaya Mbak Wiwin tidak pergi,tapi Mbak Wiwinnya malah marah dan mengatakan kalau Mas Agus terlalu buruk sangka sama ibunya,dan akhirnya ya Mbak Wiwin ikut sama Bu Mei."



"Kenapa jadi enggak masuk akal gini ya ceritanya?" Hanum semakin bingung. Sebab malam itu dia dan Wiwin menghabiskan waktu cukup lama,sembari bercerita tentang masalah dalam rumah tangganya setelah bayinya hilang,mulai dari Agus yang sering terlihat bicara sendiri,dan ibunya yang seperti menyembunyikan sesuatu darinya.



"Aisyah kamu tahu enggak,saat aku ke rumahnya Wiwin,Agus enggak ada di sana,Wiwin juga enggak tahu dia pergi ke mana,dan lagi,mana mungkin Wiwin pergi bersama ibunya jam sepuluh malam,bibi kan masih di sana sampai tengah malam baru pulang ke rumah,saking asyiknya kami ngobrol."



Mereka berdua sama-sama bingung 😕



Pikiran jadi buntu. Bagaimana cara menyelesaikan masalah itu,Bu Mei sudah meninggal dan sekarang yang tinggal hanya Agus,hanya lelaki itu yang tahu kebenarannya.



"Aku rasa Mas Agus juga ikut andil dalam kematian Mbak Wiwin,dan bisa jadi penjahat sebenarnya adalah lelaki itu." Ucap Aisyah mulai menduga-duga.



"Bibi juga ngerasa begitu."



"Tapi Bu Mei juga bersekutu dengan iblis,aku mendengarnya sendiri,saat mengikuti Bu Mei yang pergi ke belakang rumahnya dan wanita itu terlihat sedang bicara dengan makhluk halus,karena takut ketahuan aku langsung pergi,enggak tahu deh apalagi yang mereka bicarakan setelah itu." Ungkap Aisyah.



"Bu Mei memang menjadikan anaknya sebagai tumbal,tapi aku rasa Agus juga ikut andil dalam masalah ini."



"Aghhh... Pusing!" Geram Aisyah,semakin penasaran saja dia dengan kematian Wiwin,dan jawaban Agus yang menimbulkan tanda tanya.



Agus memberikan jawabannya atas pertanyaan Aisyah,tapi jawabannya itu malah menimbulkan tanda tanya baru,memang aneh.



\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2