
Coba berpikir secara logis,enggak mungkin kan nenek nyembunyiin daging ayam di bawah kolong meja?
Aisyah memunguti satu persatu daging ayam tersebut,lalu memberikannya kepada seekor kucing yang sedang berdiri di depan pintu belakang.
Meow..
Meow..
Aneh,si kucing tidak memakannya,dia menatap saja ke arah daging ayam yang di buang Aisyah. Tak lama kemudian kucing itu kembali mengeong dengan cukup keras.
Meow!!!" Bulu-bulu kucing berdiri semua,dia seperti ketakutan dan setelah itu pergi dari sana.
Tanpa aba-aba dari Aisyah,Dara langsung menutup pintu,dan menguncinya.
Jantungnya berdegup kencang,dia seolah bisa mendengar sendiri bunyi detak jantungnya.
"Kamu lihat sendiri kan?"
"Aku tidak melihat apa-apa!" jawab Aisyah sembari meletakkan sapu di dekat pintu.
"Kamu tidak merasa aneh dengan tingkah kucing tadi?" tanya Dara,mengikuti langkah Aisyah yang pergi masuk ke kamar.
"Ya,sedikit aneh memang." Aisyah masih menjawab santai.
"Aku lelah Dar,pengen tidur dulu,tutup pintunya!" suruh Aisyah karena Dara yang masuk terakhir.
Mereka berdua merebahkan tubuh di atas kasur,sambil memainkan ponsel di tangannya Dara menggerak-gerakkan kakinya yang menjulur ke bawah.
"Aih...!!" Dara merasakan kakinya di gelitik seseorang.
Buru-buru dia menarik kakinya,dan melihat Aisyah dengan perasaan takut,suaranya tercekat.
Melihat Dara yang berteriak tiba-tiba,Aisyah langsung bertanya "Kamu kenapa?" sambil mematikan ponselnya,kini dia fokus dengan Dara.
"Kaki aku di gelitikin seseorang!" jawab Dara.
Aisyah tertawa,tidak percaya dengan omongan Dara.
"Bercandanya enggak lucu."
"Ya udah kalau kagak percaya!" Dara memunggungi Aisyah,dia kesal karena Aisyah tidak percaya dengan omongannya.
.\*\*\*\*
Malam ini Aisyah dan Dara tidak pergi ke masjid,mereka tidak berani keluar setelah ada peraturan baru di kampung mereka. Di atas jam sepuluh tidak ada yang boleh berkeliaran lagi di jalan,untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi.
"Sekarang kita terkurung di sini,membosankan banget Syah,masa nonton film terus sih!" cicit Dara.
"Mau gimana lagi Dar,jalani saja enggak lama kok,bentar lagi teror-teror itu juga ngilang sendiri."
Aisyah tidak terlalu perduli dengan ocehan Dara,dia terus asik dengan sinetron yang di sedang di tontonnya.
"Yach,aku di cuekin lagi." Sungut Dara.
"Syah,ganti dong siarannya!"
"Bentar lagi."
"Ganti!"
__ADS_1
"Tunggu sampe iklan dulu Dara," ucap Aisyah.
"Ah kelamaan," Dara merebut paksa remote di tangan Aisyah.
Aisyah juga tak mau melepaskannya begitu saja,mereka saling tarik menarik. Sinetron yang di lihat Aisyah jadi berganti dengan sinetron lain.
Dalam tv itu menampakkan seorang wanita berambut panjang berdiri membelakangi mereka.
"Film apa itu?" Dara tampak penasaran.
Tidak ada suara,Aisyah pikir Dara tidak sengaja mengecilkan volume suaranya,saat mereka rebutan remote tadi.
Wanita dalam tv itu hanya menampakkan punggungnya yang tertutup rambut panjang,mereka melihat dengan seksama apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sudah Lima menit lebih di tunggu,tapi film itu masih tetap sama,tidak ada yang berubah,pemeran wanita juga tidak menghadap layar tv,hingga akhirnya saat yang di tunggu-tunggu oleh mereka datang juga.
"Ah bosan,aku ganti aja ya!" Dara mengambil remote hendak menggantinya,tapi Aisyah mencegah sobatnya itu,dia penasaran dengan wanita berambut panjang tersebut.
Pelan-pelan pemeran wanita mulai membalikkan badannya menghadap ke layar.
Dan...
"Aaaa...." Mereka terkejut dengan wajah si wanita,Dara tidak menunggu persetujuan dari Aisyah,dia segera mengganti siaran tv.
Hal yang tak di inginkan terjadi lagi,siaran tv tidak bisa di ganti. Semakin panik,apalagi setelah menyadari bahwa yang semenjak tadi mereka tonton bukanlah sinetron,melainkan sesuatu yang nyata,makhluk mengerikan itu mulai mengeluarkan kepalanya dari tv,dia merangkak dengan kedua tangannya,di belakangnya juga masih ada dua lagi,dan ini sangat mengerikan,mereka berbaju merah tapi tak punya kepala,berusaha keluar dari dalam tv.
Mengikuti kuntilanak tadi. "Dara,cepat matiin!" Aisyah kalang kabut.
"Enggak bisa Aisyah!" teriak Dara sangat ketakutan,dia terus menekan tombol off di remote.
Dengan tangan bergetar,Aisyah berjalan lebih dekat dengan tv,dan menekan tombol off di sana,sebab remotenya tidak berfungsi.
Klik'
Tv mati,gelap... Tak ada lagi sosok mengerikan yang tadi menakuti mereka.
Prang...
Di kamar Aisyah terdengar suara piring pecah,sejurus kemudian terdengar suara orang mengetok pintu."
Tok!!
Tok!
Keduanya saling pandang,dengan mata melotot tidak berkedip.
"Ha-ha-ha..." suara tawa terdengar lagi,dan ini lebih besar.
"Mungkin kita harus tetap di sini Syah,tidak perlu menyelidiki dari mana asal suara itu seperti yang pernah kita lakukan dulu." Ucap Dara.
Aisyah mengambil ponselnya berniat menelpon pak imam.
Tapi,baru saja dia mengambil ponselnya mendadak ponselnya jatuh begitu saja dari tangannya seperti ada orang yang menepisnya.
"Kenapa jadi seperti ini ya? Apa cuma kita saja yang di gangguin? Kita harus keluar untuk mencari pak imam Syah,di rumah kamu sudah tidak aman lagi!" Dara semakin takut.
Aisyah sendiri tidak sependapat dengan Dara,menurutnya di luar lebih mengerikan lagi.
"Sebaiknya kita ke kamar aja Dara,keluar dari rumah dan pergi mencari bantuan dari pak imam juga tidak mungkin,karena aku rasa makhluk ini tidak akan memberi kesempatan untuk kita keluar,buktinya aja handphone aku bisa jatuh sendiri tadi," ujar Aisyah memaparkan alasan.
__ADS_1
"Kalau begitu kita suruh saja mereka yang datang kesini!" usul Dara.
Aisyah mengambil handphone yang jatuh tadi,dan dia mengetik dengan cepat sebuah pesan singkat untuk pak imam,dia mengatakan kalau saat ini dirinya dengan Dara sedang berada dalam bahaya.
Tok
Tok
Lagi-lagi terdengar ketokan dari pintu depan.
Tok... Tok...
Semakin lama semakin keras,Aisyah dan Dara langsung masuk ke kamar,pintu kamar di kunci.
Dara pergi ke tepi ranjang dan berdiri dengan harap-harap cemas. Aisyah masih berdiri di depan pintu.
"Kamu yakin Syah makhluk itu tidak akan masuk ke sini?"
"Aku tidak yakin Dara,tapi setidaknya kita sudah tidak di ruang tengah lagi,suasana di sana sangat menyeramkan,dan yang penting jangan lupa untuk terus berdoa."
Mereka tetap waspada.
Aisyah tidak tahu bahwa makhluk itu terus mengikuti mereka,dia bahkan tidak merasakan bahwa makhluk yang sekarang tengah di hadapinya sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Ini adalah sosok yang memiliki aura yang sangat kuat,dia di bangkitkan karena dendam.
Dara yang masih berdiri di belakang Aisyah menjerit keras saat kakinya tiba-tiba di tarik ke bawah kolong tempat tidur.
"Aaaa.... Aisyah,tolong aku!" pekiknya
Spontan Aisyah menoleh ke arah Dara,dan apa yang sedang dia lihatnya?
Setengah badan Dara sudah berada di bawah kolong ranjang,Aisyah manarik tangan Dara untuk membuat temannya itu bisa keluar.
"Aaa...., Kamu membuat kaki aku semakin sakit Syah!"
"Pegang tangan aku erat-erat,jangan di lepaskan! Aku akan membuat iblis itu menampakkan wujudnya." Teriak Aisyah.
"Aaaa..." erang Dara,semakin dia mencoba untuk keluar,kakinya semakin di tarik ke dalam. Tinggal kepalanya saja yang menyembul keluar.
Aisyah mencoba sekuat tenaga,dan dia juga membaca Ayat-ayat Al-Qur'an yang di hafalnya,tapi tidak berpengaruh sama sekali,malah membuat Dara semakin sakit.
__ADS_1
"Aisyah,tolong aku! Dia semakin erat mencengkeram kaki aku."