
"Fandi!"
Panggil Aisyah,dia berjalan mendekati saung tempat Fandi dan Dewi duduk ngobrol.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Fandi ketus.
"Fan,kamu di suruh umi untuk segera pulang,katanya ada hal penting yang perlu di bicarakan," Aisyah terpaksa berbohong.
Sepasang matanya dapat melihat makhluk mengerikan duduk di tengah-tengah Fandi dan Dewi.
"Pasti ini jin pemikat yang bersama Dewi," batin Aisyah.
Jin itu tersenyum melihat ke arah Aisyah. "Aku masih belum mau pulang,masih betah disini,jangan menggangguku!" ucap Fandi kasar.
Itu bukan sifat Fandi,kenapa dia bersikap dingin terhadap Aisyah.
Dara dan Asep terkejut melihat perubahan sifat temannya,tak dapat di ragukan lagi,ini semua pasti karena Dewi.
"Oh ya Fan,sepertinya aku harus pulang dulu,nanti malam kita ketemu lagi ya,di rumah makan Mbak Yuni." Ucap Dewi sebelum pergi meninggalkan Fandi.
Saat melewati Aisyah,Dewi tersenyum sinis,dia juga berbisik di telinganya Aisyah "Kali ini Fandi akan jatuh cinta sama aku!" kata-katanya penuh rasa percaya diri.
Dia juga menatap tajam ke arah Asep dan Dara yang berdiri di belakang Aisyah.
Fandi kemudian bangun dan pergi dari sana,mereka mengikutinya dari belakang.
"Ngapain ngikutin aku?" Fandi membalikkan badannya dan menatap mereka dengan penuh amarah.
Benar-benar beda,dia bukan lagi Fandi yang dulu. "Kita tinggalkan saja dia sendiri Sep!" Aisyah mengajak kedua temannya pulang lebih dulu,mereka meninggalkan Fandi yang masih berdiri di depan saung.
... ....
Aisyah,Asep dan juga Dara sudah bersiap-siap menunggu kedatangan Fandi,mereka menunggu di depan rumah cowok itu.
Rencana mereka adalah untuk menggagalkan pertemuan Fandi dan Dewi.
"Syah,Fandi sudah keluar tu!" tunjuk Asep,mereka mundur beberapa langkah ke belakang supaya Fandi tidak menyadari keberadaan mereka.
Fandi keluar dari rumahnya,dia berjalan terburu-buru. Kemudian membuka pagar besi,dan saat itu lah Aisyah keluar dari tempat persembunyiannya.
Dia menarik lengan Fandi,dan mengarahkan cowok itu untuk melihat wajahnya,sambil dalam hati membaca doa,seperti yang di suruh pak imam.
Aisyah sebenarnya tahu,kalau Fandi memang sangat menyukainya.
"Kamu mau kemana Fan?" tanya Aisyah.
Fandi bingung,dia seperti orang linglung. "Kamu ngapain disini.?" dia balik bertanya.
"Kami kesini karena mau ketemu kamu," Dara ikut bergabung bersama mereka. Asep juga keluar dari tempat persembunyiannya.
"Ayo kita masuk dulu!" Fandi seketika lupa pada janjinya,dia malah menyuruh teman-temannya untuk masuk,dia sama sekali tidak mengingat Dewi.
....
__ADS_1
Dewi datang kembali ke rumah ustadz Reza,dia mengadukan semua hal itu kepada sang ustadz gadungan.
"Semuanya gagal pak." Adu Dewi.
"Saya tahu orang yang sudah menangkalnya" ucap ustadz itu.
"Sepertinya ini ulah Aisyah pak,dia tidak suka kalau Fandi dekat-dekat dengan saya" ucap Dewi.
Kilatan mata ustadz Reza begitu tajam, "Kamu pulang saja lebih dulu Dewi,saya tahu apa yang harus di lakukan. Dan kali ini Aisyah akan tahu akibatnya," mendengar perkataan ustadz Reza,harapan Dewi untuk bisa mendapatkan Fandi tumbuh lagi,dia yakin cara yang akan di lakukan ustadz Reza kali ini pasti berhasil.
....
"Duh,ada yang lagi berbunga-bunga ni." Dara sengaja menggoda Aisyah,membuat gadis itu tersipu malu.
"Biasa aja kok," jawab Aisyah,tersenyum simpul.
"Dapat lampu hijau dari pak imam dan ustadzah Maira membuat kamu sangat bersemangat kan? Kayaknya bener ni,kalau kamu enggak akan meninggalkan kampung ini." Dara menerka-nerka.
"Sok tahu kamu Dara! Dengar ya,kalau nanti Fandi beneran jadi jodoh aku,enggak akan deh aku tinggal disini lagi." Tekad Aisyah,ucapannya cukup terdengar serius dan menyakinkan.
"Percaya enggak ya? Kita lihat saja nanti,apa omongan kamu itu bisa di pegang," Dara masih tidak yakin.
Setelah shalat isya,keduanya langsung tidur tanpa menghabiskan waktu untuk ngobrol lagi,seperti yang sering mereka lakukan.
Aisyah berpikir bahwa setelah melepaskan Fandi dari pemikat yang di gunakan Dewi,semuanya sudah selesai. Tapi tidak! ini baru permulaan. Dan malam ini lah ustadz Reza mengirimkan makhluk halus yang akan menggangu ketenangan hidup Aisyah.
"Aisyah!!!"
Mendengar namanya di panggil Aisyah terbangun dari tidurnya. Dia menyapu pandangannya ke sekeliling sudut kamar,tapi tidak menemukan apa-apa.
Yang ada hanya tirai jendela kamarnya yang bergerak-gerak di tiup angin.
"Loh,kok bisa sih? perasaan tadi sudah aku kunci deh itu jendela" Aisyah berkata dengan suara pelan.
"Coba aku kunci balik deh." Aisyah turun dari ranjangnya,untuk mengunci balik jendela kamarnya.
Saat mengunci jendela kamarnya,Aisyah merasakan di belakangnya seperti ada orang lewat.
Wushhh...
Begitu cepat seperti angin berlalu,bulu kuduknya mulai merinding.
Aisyah buru-buru menutup jendelanya dengan rapat,dia juga memastikan bahwa jendela itu sudah benar-benar terkunci dan tidak mungkin bisa terbuka lagi.
"Sudah beres." Gumam Aisyah seraya berjalan menuju tempat tidur.
Tirai kembali bergerak-gerak di tiup angin. Angin yang semakin kencang,jendela terbuka lagi.
__ADS_1
Aisyah sadar,sesuatu yang buruk akan terjadi. Dia kemudian membangunkan Dara.
"Dara!"
"Dar,Dara!!!"
"Ayo bangun Dar!" Aisyah membangunkan temannya,Dara menatap Aisyah bingung. "Jam segini kamu masih belum tidur Syah?"
"Aku sudah tidur tadi,tapi terbangun lagi sebab aku seperti mendengar seseorang memanggil namaku," jawab Aisyah. "Dar,coba kamu lihat jendela kamar kita!" suruh Aisyah menatap ngeri ke arah jendela kamar yang kembali terbuka.
"Kok terbuka?" Dara terkejut melihatnya,angin masih berhembus kencang,bahkan dedaunan kering dari luar ikut terbang masuk ke dalam kamar.
Kini Dara yang bangun dan menutup jendelanya.
Jendela berhasil di tutup,meski di luar angin masih bertiup kencang. Selesai dari satu masalah,masalah lain muncul lagi. Dan kali ini giliran pintu kamarnya yang terbuka.
"Aisyah!" Panggil Dara dengan suara bergetar.
Aisyah menghembuskan nafas berat,sambil memijit pelipisnya dia berkata "Jika ada seseorang yang mengirimkan makhluk halus ke rumah kita,maka ini waktu yang tepat."
"Apa maksud kamu,Syah?" Dara panik.
"Aku lagi datang bulan Dar,dan kamu tahu itu artinya apa kan?"
"Ka-kamu..." Dara menggantungkan ucapannya.
"Ya,dia akan semakin mudah mengganggu kita,aku harus segera memberitahukan hal ini pada pak imam."
"Tapi sudah larut malam," Dara melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 02:00 dini hari.
Aisyah bangun lagi dari tidurnya,berjalan ke depan pintu dan menguncinya lagi.
Tak di sangka,jendela kamar terbuka lagi untuk yang ketiga kalinya. Sungguh membuat mereka ketakutan.
"Ini terjadi pasti karena kita sudah ikut campur sama urusan Dewi,jin yang bersama dia pasti sedang mengganggu kita." Tebak Dara.
"Ya,karena dia sudah mengadukan hal ini kepada ustadz Reza,dan pastinya lelaki itu lah yang mengirim makhluk halus itu kesini untuk mengganggu kita."
"Syah,ayo kita tutup jendela itu bersama-sama!" ajak Dara.
Keduanya pun pergi bersama-sama untuk menutup jendela,namun tiba-tiba ada tangan dengan kuku hitam dan panjang memegang tangan Dara,tangan itu seolah mencegah Dara untuk menutup jendela.
__ADS_1
Reflek,mereka berdua sama-sama menjerit "Aaa..."