
Ada beberapa orang/grub/geng berkumpul namun pada ruas-ruas mereka, disitu juga ada 5 orang teman sedang mengobrol cantiknya.
"sintia, asyik juga yah kalo punya jodoh tapi yang kaya" ujar meta sembari fokus pada hpnya,
"maksudnya?" tanya melati bingung.
"alah mel, kayak lu gak tau si meta aja! palingan komik atau gak novel fiktif trus ngayal jadi kenyataan" ketus sintia,
"udah biarin aja meta, lagi pula impian harus digantung setinggi-tingginya" dukung nisa.
"alah lu juga ngarep kan" ejek rana,
"lah kok malah jadi debat, udah kalo pun jadi kenyataan gak mungkin si meta yang jadi peran utama wanita. Palingan peran pembantu" ejek melati.
"iya deh, gak pantas emang si meta pantesnya ya elu mel" jawab rana,
"lah kok jadi gw" kesal melati.
"yah karena lu orangnya kan gak suka bahkan kepincut sama orang yang ada kastahnya, buktinya aja sama kak leon dan kak hanif gak kepuncut sama sekali" pungkas nisa,
"nah bener banget" sambung sintia.
__ADS_1
"apa sebenarnya lu suka sejenis?!" oceh meta sembrono, sayangnya waktu ucapan meta kantin lagi rame dan kisruh. Saat meta omongin itu yang awal mulanya ribut berubah menjadi sunyi,
"enak aja, masih suka cowo gw. Lagian kalo pun gw gak suka mereka bukan berarti gw demen sejenis" ketus melati.
"iya kali lu...." ucapan meta terhenti dikarenakan tatapan membunuh dari melati,
"yah elah mel, gitu aja marah. Meta bercanda" relai rana.
"iya mel, lu juga meta ngapain lu ngatain temen sendiri" ujar nisa,
"lah kok gw! ok ok,,,maapkan hamba yah nyai, ndoro, paduka" jawab meta sembari melihat ke arah 4 temannya bergantian. Tidak lupa menempelkan kedua tangannya seperti pemujaan, ke 5 nya tertawa, mereka menikmati nasi bungkus murah meriah(kalo daerah ku tinggal namanya nasi kucing).
Betapa beruntungnya mereka, dikarenakan bel masuk bunyi dan mereka sudah berada di dalam kelas. Tak berapa lama bel masuk bunyi guru pelajaraan selanjutnya datang dan masuk ruang kelas, belajar mengajar pun dimulai kembali.
Saat bel pulang berbunyi,
Semua siswa kini berada di luar sekolah begitupun ke 5 teman itu.
"say, maaf yah gw pulang duluan" kata rana sebagai pembonceng,
"iya gw juga, soalnya ada urusan mendadak" jawab si nisa sebagai yang dibonceng.
__ADS_1
"ok, kalian hati-hati. Nis, kalo rana balap-balap ketuk saja helmnya dengan kencang" oceh meta,
"sip pasti" jawab nisa. Rana dan nisa pamit duluan, dan disusul beberapa menit kemudian oleh meta, sedangkan melati dan sintia pulang bersama.
Yah jawaban sederhana, karena sintia dan melati satu komplek dan melati selalu nebeng dengan sintia.
Setelah perjalanan menuju rumah dilewati dengan senda dan gurauan dari sintia dan melati, kini mereka telah sampai di depan rumah sintia. Motor yang awalnya bunyi dimatikan oleh sintia, melati turun dari motor.
"makasih yah" ucap melati,
"alah mel, kayak siapa aja" ujar sintia.
"gw duluan, bye" pamit melati,
"gak mau masuk dulu?" tanya sintia.
"gak usah, bilang saja sama bunda. Maaf belum bisa mampir" kata melati,
"ok" balas sintia. Mereka berpisah, melati menuju rumahnya dan sintia masuk kedalam rumah.
BERSAMBUNG
__ADS_1