
"apa orang tua nona, seperti ini sebelumnya?" tanya fast tiba-tiba,
"belum pernah sampai sebegininya fast, biasanya kalo pun mau acara pasti pergi pamit, setidaknya aku dikabari. Namun kali ini berbeda" tutur melati sembari terus memijit fast.
"sudah merasa baikkan?" tanya melati,
"sudah nona, terima kasih" balas fast.
Melati bangun dan kedapur, fast yang bingung hanya mengikuti melati.
"apa nona mau masak?" tanya fast,
"iya nih, laper. Kamu mau makan apa?" cerca melati sembari melihat ke arah fast.
"eeemmmm,,,,terserah nona" jawab fast,
"makan batu aja kalo gitu" sebal melati.
"kok batu?" tanya fast bingung,
"iya dong batu kan katamu terserah aku" ucap melati santai.
"emang nona bisa masak menu apa?" tanya fast,
"bentar yah" kata melati sembari memeriksa panci yang di atas kompor.
__ADS_1
"kuah bakso" ujarnya sembari mencicipinya,
"masih enak" oceh melati.
Melati menyalakan kompor untuk memanaskan kembali kuahnya, sehabis itu melati ke arah kulkas dan membuka kulkas.
"asyik, ada bakso dan juga mie. Lengkap ada ayam juga" ujar melati,
"kamu mau apa?" tanya melati sembari melihat ke arah fast.
"eeemmm,,,mie ayam deh non" ujar fast,
"ok, tapi bantuin yah" balas melati. Mereka membuatnya sedikit heboh, masing-masing saling menjaili tapi lebih banyak melati.
"sudah siap" balas melati, makanan yang mereka siapkan jadi. Mereka memakannya, sembari makan sekalian melati memanaskan kembali kuahnya. Syukurnya walaupun tidak ia panasi sorenya namun masih enak, begitu mendidih melati mematikan kompornya.
"benarkah?" ujar melati dengan sedikit antusias.
"bener nona, enak banget" kata fast,
"lebay" ejek melati. Melati menghabiskan makanannya dan menaruh piringnya di cucian piring,
"masih mau nambah?" tanya melati yang membawa air untuk dirinya dan juga fast.
"enggak nona, nanti saja" kata fast, melati menyodorkan minuman ke fast. Diterimanya air dan diminum, melati melihat ke arah jam pukul 4 pagi kurang.
__ADS_1
"masih belum ada kabar" sedih melati,
"hp aku mana yah fast?" lanjutnya.
"eemmm,,mungkin di tempat kita tidur tadi nona" balas fast yang kini tengah cuci piring, melati meninggalkan fast dan kembali ketempat dimana dia ketiduran dengan fast.
Setelah menemukan hpnya, tanpa aba-aba melati mengambil hpnya. Ternyata hpnya mati,
"paling mama atau papa chat" kata melati. Setelah itu melati mencharger hpnya, tak lama kemudian fast datang.
"siapa yang mau mandi dulu? sepertinya mereka belum akan pulang nona" ujar fast, saat akan dibalas melati! suara adzan subuh berkumandang.
"alhamdulillah" kata melati, sedangkan fast bingung. Bukan karena suara adzannya namun melati yang mengucapkan alhamdulillah, melati yang tau fast sedikit bingung akhirnya bertanya "ada apa?".
"kok pas adzan berkumandang harus mengatakan alhamdulillah, bukannya setiap hari selalu begitu?" ucap fast,
"denger ini yah fast, biarpun adzan selalu berkumandang namun kita harus selalu bersyukur. Karena masih bisa hidup, makan, hari ini" oceh melati sembari tersenyum.
"kok nona bilang kayak gitu" rasa masih penasaran timbul di diri fast,
"yah alhamdulillah masih dengar adzan hari ini, berarti ALLAH masih beri kita kehidupan. Kan kita gak tau mati kita kapan, siapa tau aja sebenarnya mati kita tadi. Tapi dengan KEBAIKAN ALLAH kita masih diberi kehidupan hari ini" cerca melati.
"udah yah, aku mau mandi dulu" lanjut melati sembari senyum, dia berjalan kearah kamar mengambil seragam. Lalu keluar menuju kamar mandi, sedangkan fast terkejut dan terdapat senyum yang manis disana.
'biasanya, semua kenalanku tidak ada yang tau rasanya bersyukur. Kamu memang gadis unik' dalam hati fast, beberapa menit melati mandi. Setelah selesai melati bergantian dengan fast, setelah semua itu mereka memeriksa dan memasukan buku-buku pelajaran hari ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG