Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Penjelasan itu...berarti


__ADS_3

Hari Senin


Seperti biasa, masuk sekolah sehabis itu upacara dan masuk kelas. Walau naik kelas mereka duduknya berdempetan, itu juga kalo punya teman sama seperti melati dkk.


"woy, kenapa lu seharian mukanya gak enak?" tanya rana blak-blakkan,


"lu pasti pada tau" jawab melati.


"meta? emang dia apain elu?" tanya nisa,


"dia ngehancurin gw, sebel gw" jawab melati kesal.


"udah pelan-pelan aja ceritanya, biar gak makin naik darah tarik nafas dulu" bantu sintia, melati mendengarkan nasehat sintia. Dia menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan,


"kemarin itu, , ,


#kejadian hari minggu.


Setelah membuat sarapan dan memberikannya kepada mama dan papa fast melati kembali ke kamar yang ditempatinya tidur kemarin untuk membersihkan dirinya agar bersih, siap buat diantar pulang. Namun sebelum itu tetap melati dan fast tetap sarapan dahulu,


"gimana masakan tante? enakkan?" tanya mama fast.


"enak banget nte! makasihloh nte masakin aku, gak ngerepotin tantekan?" ucap melati,


"enggak dong, cuma manasin bakso goreng kemarin loh itu. Masa kamu gak lihat" balas mama fast.


"enggak nte, kalo tau gitu tadi tak tambahin bakso kedalam masakan nasgornya" ujar melati, mama fast hanya tertawa. Para lelaki ralat maksud saya papa fast dan fast sedang asyik mengobrol sambil duduk di sofa sembari menonton tv, mungkin lebih tepatnya tv yang nonton mereka.


"fast! antar melati dengan selamat. Tak boleh ada lecet apapun" kata sang papa fast,


"pasti pa, aku lihat dulu melati udah selesai apa belum" balas fast. Papanya hanya mengangguk, fast menyusul melati ke ruang makan yang menyatu dengan dapur. Fast melihat mamanya dan melati sedang bersenda gurau, mamanya maupun melati sama-sama tertawa lepas.

__ADS_1


"ngobrolin apa sih? seru bener" kata fast yang ingin masuk dalam perbincangan,


"kasih tau gak nih?" tanya mama fast sembari melihat melati sebagai jawabannya.


"tinggal tantenya saja, kalo aku ikut ajalah" jawaban santai tapi sopan dari melati,


"gak usahlah yah, masalahnya itu pembahasan perempuan" ejek sang mama.


"aku ngalah deh ma" jawab kesal fast, mama fast dan melati tertawa. Kesenangan itu datang hanya sebentar, sang setan/perusak suana pun muncul.


Bel pintu berbunyi,


"siapa?" tanya fast. Melati berpikiran yang sama, pintunya dibuka oleh papa fast. Diluar ternyata meta yang datang dengan membawa oleh-oleh,


"cari siapa?" tanya papa fast.


"maaf om, saya meta anaknya bu siska. mau nyari tante rahmah" balas meta,


Melati, fast dan mama fast menyusul ke depan ke arah ruang tamu.


"siapa pa?" tanya mama fast,


"nyari kamu, katanya anak dari bu siska" balas santai papa. Mama fast langsung menemui tamunya,


"buruan antar si melatinya" lanjut papa melihat fast.


"sip pa" jawab sang anak,


"makasih loh om, udah mempersilahkan saya datang betamu sekalian menginap" ucap melati.


"gpp, lagian harusnya keluarga saya yang berterima kasih mau datang dan menjenguk istri saya yang sedang sakit" ucap papa sembari melihat fast dengan tatapan yang hanya diketahui maksudnya oleh fast dan papanya, tiba-tiba mama menyusul dengan membawa tamu yang ternyata itu adalah meta.

__ADS_1


"kenalin ini meta anak teman arisan mama, ituloh bu siska" ucap mama sembari memperkenalkan meta,


"bu siska yang suka ngajakin mama traveling?" tanya fast memastikan.


"betul banget" jawaban mama,


"maaf nte, kami sudah saling mengenal. Kami itu satu sekolah dan juga satu kelas" nimbrung tanpa diundang oleh meta.


"oh ya, dunia emang kecil. Anak mama dan anak temen mama ternyata sudah kenal dan berteman" jawab senang mama,


"bukan hanya itu tante, saya dan melati adalah kawan baik juga" bahas yang gak perlu oleh meta.


"oh yah, senang banget tante. Yuk kita duduk di luar, sembari mengobrol" ucap mama,


"boleh aja tante" jawab sopan/alias carmuk meta. Melati gak suka lihat kepura-puraan meta,


"tante saya mau pulang, mari tante" ungkap melati kepada mama fast. Sebenarnya dia sudah gak betah akibat meta disana,


"aku antar melati dulu ma" sambung fast.


"aku boleh ikut gak?" ucap meta,


"tante aku pulang aja deh, ini ada sesuatu dari mama buat tante" lanjutnya.


"loh repot-repot! sampaikan makasih tante pada mama kamu" balas sang mama sembari mengambil bungkusan dari tangan meta,


"aku biar diantar fast aja" kata meta.


"yaudah, fast sekalian antar meta pulang" ucap mama, begitulah awal melati marah. Mungkin kearah cemburu, kini mereka di dalam satu mobil. Fast dan meta saling mengobrol asyik, sedangkan melati hanya diam saja. Sudah gak betah dia menyuruh fast menepikan mobilnya dan diapun turun dengan alasan mau nyari sesuatu, sudah fast bilang biar fast antar tapi melati dengan seribu satu alasan tetap menolak. Fast mengalah dan melanjutkan perjalanannya, tentu dengan meta di dalamnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2