Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
feling gw, tapi knp?


__ADS_3

Hari pertemuan pun terjadi, di tempat pertemuan terakhir kali.


"ma! yuk kita pulang" kata melati,


"emang ada apaan?" tanya ibu.


"perut dan kepalaku kok kayak muter-muter ma" balas melati,


"alah, alasan itu ma" ejek mawar.


"serah kamu mawar" ujar pasrah melati,


"ma! pa! ayo pulang" pinta dengan garis keras.


"nak! kita tunggu bntar lagi yah. Kalo belum datang juga baru kita pulang" ucap menenangkan ayah,


"sampai kapan? lagian aku yakin gak bakal datang" ujar dengan yakin oleh melati.

__ADS_1


"tunggu 10 menit lagi" balas ayah, melati karena sudah tidak tega dengan orang tuanya akhirnya pasrah. Alasan yang sangat keras melati mau pulang karena 'dia' orang yang dijodohkan dengan melati serta keluarganya ngaret datangnya, seperti emang dati awal gak ada niatan buat datang.


Tak lama berselang pak harun dan sang istri datang beserta pengawal-pengawalnya, sesampainya di meja yang ada melati dan keluarga! mereka juga ikut duduk.


"maaf yah jeng telat" ucap tante rahma,


"gpp kok, tau kesibukan mba rahma" balas ibu.


"belum memesan?" tanya om harun ramah,


"maaf yah! lagi-lagi kami telat datang" ucap tante rahma dengan senyum,


"hehhe" hanya itu jawaban melati. Semuanya dibuat-buat,


"maaf jika saya agak kurang etika, kalo om sama tante gak ada niatan buat ketemu dengan saya! saya sih gak ada masalah namun saya mohon jangan sama kedua ibu dan ayah saya" ucap melati. Mendengar hal itu kedua orang tua melati kaget.


"apa-apaan kamu nak! tidak sopan" bentak ibu,

__ADS_1


"aku hanya gak ingin kita dipermalukan, apakah ibu tau bahwa kita sedang di permalukan karena berharap dengan keluarga yang kaya sedangkan keluarga kaya itu gak peduli" ujar melati.


"aku sudah lelah, kalo ibu dan semuanya mau disini silahkan! saya mau pulang. Saya permisi" lanjut melati sembari membungkuk dengan spontan sejenak, saat melati pergi dan menuju pintu keluar ternyata ditahan oleh beberapa pengawal keluarga harun yang terhormat.


"minggir" bentak melati, melati masih tidak diijinkan pergi. Melati tidak menyerah, dia melakukan siasat cantik dengan menunggu di lobi sembari mencari celah jikalau pengawal lengah. Tapi sia-sia, sudah menunggu 15 menit mereka belum juga lengah malah semakin waspada.


"aduh, perutku" ujar melati yang memegang perutnya, itu membuat para pengawal yang berjaga di depan pintu mendekat. Membuat alasan melati dapat kesempatan karena disana! didepan pintu tidak ada penjagaan, dengan masih memegang perutnya melati menangis.


"nona! mari kita kedalam" pinta salah satu pengawal,


"iya" ucap melati bangun dan mengikuti ucapan pengawal. Disitulah kelengahan terjadi, dengan sigap melati melewati celah walau kecil kemungkinan berhasil tetap dilakukannya. Melati melewati para penjaga dengan sigap, alasannya karena para pengawal sedari tadi tidak berani bertindak kasar dengan menyentuh atau membawa paksa melati. Melati berlari sekencang yang dia bisa, melati benar-benar sudah keluar dari sana walau masih dikejar oleh pengawal. Melati lari sekencang mungkin, melati tidak berusaha untuk panik. Dia berusaha tenang dan terus berlari tanpa menoleh ke belakang, setelah beberapa lama lari seperti **** hutan dia pun melambatkan larinya dan melihat sesaat ke belakang.


"sudah tidak mengejar" ucap melati yang melambatkan larinya sampai pada tahap benar-benar berhenti berlari,


"syukurlah" kelegaan yang terucap dari mulut melati.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2