Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
feling gw, tapi kenapa?(2)


__ADS_3

Melati masih ditempat yang sama, tiba-tiba ada yang mendekat. Melati mempeesiapkan dirinya jikalau para pengawal sialan mengejarnya,


"nona" ucap orang yang melati kenal suaranya.


"kamu, ada apa? kalo menyuruhku kembali ke tempat sana aku gak sudi" balas melati,


"tapi apa nona tau alasan tuan dan nyonya telat datang" kata fast.


"gak tau dan gak mau tau, yang aku tau beliau tidak niat cuma mempermainkan keluargaku. Silahkan melapor sana pada tuan dan nyonyamu" kesal melati, saat itu ternyata muncul tante rahma


"maaf ya sayang, om dan tante benar-benar tidak punya niatan untuk mempermainkan keluargamu namun saat kemari ada kecelakaan dijalan yang membuat kami tersendat sayang" ucap dengan lembut dan penuh kasih sayang dari tante rahma.


"ok, tante tapi saya sudah sangat kecewa. Mari kita batalin saja, aku mohon sama tante. Keluarga saya tidak sebanding dengan tante"balas melati,


"dengar sayang, apapun omongan kamu! kami tidak pernah menganggap kalian tidak sebanding dengan kami. Malahan kami yang merasa seperti itu, karena selalu mengecewakan kalian. Maafkan tante" penuturan tante rahma sembati membungkuk. Membuat melati berlari dan mengangkat tubuh tante buat bangun dan berdiri,


"bukan seperti ini yang saya mau nte, maafkan saya yah nte" kata melati sembari masih memegang kedua pundak tante rahma.


"tapi tante sudah buat kamu jadi begini" kata tante rahma sambil menangis,


"jangan nangis tante, aku mohon. Itu membuatku jadi serba salah" ujar bingung melati.

__ADS_1


"maafkan melati, apapun permintaan tante akan melati turuti asal tante gak menagis" lanjut melati walau banyak keraguan dalam hatinya,


"menjadi menantu tante yah" pinta tante.


Melati sudah tau dan akhirnya pasrah dengan mengangguk, tante rahma memeluk melati dan dibalas oleh melati.


"kamu mau kembalikan dengan tante" ujar tante rahma dengan tatapan sedih,


"iya tante tapi jangan nangis dan berekpresi seperti itu yah. Aku gak mau tante nanti jadi gak cantik lagi" oceh melati, tante rahma tertawa.


"yuk kita kembali kesana" kata tante rahma, melati hanya senyum dan mengikuti tante rahma, mereka kembali ke acara.


"maafkan saya om, tante" sembari membungkuk.


"sudahlah mba, ayo kita lanjut makan" kata tante rahma, mereka pun kembali memakan hidangan yang mereka pesan tetapi tidak dengan melati.


"apa tidak enak?" kata om harun,


"enggak om, hanya lagi gak enak makan soalnya masih gak enak perut saya om" balas melati dengan sopan.


"pst,,kak apa kk tau kalo fast itu adalah tuan mudanya" bisik feri,

__ADS_1


"mkasudnya gimana?" kata melati.


"waktu kk pergi beberapa detik fast keluar dan menjelaskan semua dan di-iyani oleh om harun bahwa dia adalah putranya" ujar feri, melati kembali menahan emosi yang sempat redam.


"om, apakah fast anak om? tapi kenapa? dan kamu juga fast. Kamu mau lihat seperti apa aku, apa hanya karena uang aku mau sama kamu?" ucapan bernada ketus keluar dari mulut melati,


"maafkan aku, aku gak berpikir seperti itu" balas fast.


"aku hanya takut waktu aku datang kamu menolakku jadi aku berpura-pura agar dekat denganmu, tidak ada hubungannya dengan apa yang kamu ucapin" lanjut fast, melati menangis. Membuat semua kaget.


"maaffin aku"ucap fast lagi sembari mencoba memeluk melati namun tangannya ditepis melati,


"ma! pa! aku mohon, ayo kita pulang. Om harun, tante rahma maaffin melati yah tapi melati butuh waktu" ujar melati sembari menangis.


"yaudah ayo kita pulang" ngalah ayah,


"kami pamit dulu" lanjut ayah sembari pamit. Sebenarnya fast ingin mejelaskan namun ditahan sang ayah,


"biarkan dia tenang dulu, nanti setelah dia tenang kamu coba lagi" kata ayah fast.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2