
Melati sudah menerima perjodohan itu, yah walau masih kaget. Tapi setidaknya gak langsung digelar, hari ini tepat pertemuan ke 2 diselenggarakan. Cuma kali ini berbeda bukan dirumah melainkan di hotel berbintang, melati sekeluarga memasuki area resto. Dibimbing oleh pengawal dari om harun,
"ma, bisakah menyuruh om-om ini untuk gak ngawal? ngawasin saja dari jauh" risih feri.
"iya nih ma, bete tau! mana jadi bahan perhatian gini" lanjut melati yang merasa risih di tatap oleh banyak orang yang lewat,
"yah, dek! kak! kalian harus terbiasa, nanti kan kalo udah kk resmi dengan anak om harun bakalan seperti keluarga kerajaan setiap saat" ucap bersemangat mawar.
"yah kamu saja war yang jadi jodohnya" kesal melati,
"iiisss,,,,adik kamu masih kecil" protes ibu.
"lagian kalo pun mama bilang pasti belum di-iyani, soalnya ini urusan om harun. Sudah syukurin saja" lanjut ibu, sedangkan ayah berjalan beberapa langkah dari sang ibu dan ketiga anaknya agar terbebas dari pertanyaan dan permintaan sang anak.
'huft,,,syukur jalannya ku kasih jarak jadi gak repot' ucap dalam hati ayah, kini mereka tiba di area resto dalam hotel.
Mereka di arahan tempat yang telah ditentukan, semuanya kini sudah sampai dan duduk dikursinya.
"pa! mana kak harun" ucap ibu,
"iya ma! sabar!bentar lagi lah nyampe, namanya orang sibuk" balas ayah.
"suruh datang malah telat" kicau feri,
"gak niat banget tuh" sambung melati.
"husshhh,,kalian ini, yang sopan" marah ibu, feri dan melati mendengus sebal. Sedangkan mawar sedang fokus melihat sekeliling,
"neng,,,jangan katro" ejek melati.
"iisshhh,,,kk banyak bacot" kesal mawar,
"kalian bisa tidak sopan sedikit" ujar dengan emosi ibu.
__ADS_1
"dengarkan ibu kalian, kalian mau dihabisi sama ibi kalian" kata ayah,
"iya,,," jawab mawar dan melati bersamaan.
Tak berapa lama kemudian, om harun datang dengan digandeng wanita yang elegan dan cantik. Cocoklah pasangan menawan dan elegan, mereka juga duduk dimeja yang sama dengan keluarga melati.
"maaf yah, sis telat. Habisnya pak harun ini ada metting tadi" kilah wanita disampingnya,
"gpp kok mba rahmah, nyantai saja" balas ibu melati.
"owh iya nak, ini istri pak harun. Namanya rahmah" kata ibu sembari memperkenalkan dengan ketiga anaknya,
"salam tante, nama saya mawar" ucap manis mawar.
"yo, nte nama feri" ujar nyatai feri,
"sedangkan saya kknya mereka melati, salam kenal tante" kata melati.
"gpp kok jeng, namanya anak laki, saya paham kok" balas tante rahmah dengan senyum.
"karena udah ngumpul mari kita makan sambil berbincang" sambung om harun, pelayan datang membawakan menu. Mereka memilih hal yang dipilih oleh om harun, beberapa menit makanan datang dan mereka pun makan.
Disela makan, "sis, sudah lama kita gak pergi shopping. Habis ini yuk kita shopping, sama mawar dan juga melati" kata tante rahmah.
"eehhh,,,jangan jeng. Gak usah" balas ibu,
"isshhh,,,gpp. Lagian mengenang masa dulu" ungkap tante.
"mending jangan deh tante, kami sekeluarga yang gak enak nanti" ucap melati, ibu melihat melati dengan tatapan membunuh. Melati yang sadar dilihatin ibu hanya bisa menelan ludah,
suasana kembali hening. Canggung, itulah yang terjadi.
"hhhmmm,,,mana anaknya?" basa-basi ayah,
__ADS_1
"iya yah,,,kok gak kelihatan" ujar ibu.
"hhhmmm,,,anak kami sedang studi. Gak bisa ditinggal studinya maaf yah jeng" jawab tante rahmah,
"maaf no, anak saya mengingkari janji. Tapi nanti saya akan langsung tarik dia untuk menemui kamu dan keluarga" tambah om harun.
"iya gpp kok harun santai saja" kata ayah,
"kalo gak bisa nepati janji, mending dibatalin saja" ucap pelan melati namun dapat terdengar oleh semuanya yang 1 meja itu.
"maafkan anak om yah melati" kata om harun,
"iya maafkan anak tante yang gak bisa menuhi janji, tapi lain kali tante akan paksa kok" lanjut tante rahmah.
"maaf om, tante, bukannya bermaksud gak sopan namun saya gak akan mau menjadi pasangan dengan orang yang belum saya lihat dan gak bisa menuhi janji" ucap melati yang tiba-tiba berdiri dan pergi meninggalkan semuanya,
"aduh maafkan anak saya yah, mba rahmah, mz harun" kata ibu tak enak hati.
"biar saya yang ngejar" kata ayah, namun
"gpp, biarkan saja dia dulu no, mba, biarkan dia menenangkan diri. Lagian juga ini memang salah kami berdua" ucap om harun.
"benar, biar saya saja yang menyusul melati" kata tante rahmah,
"jangan jeng, biar saya saja. Memang itu anak susah diaturnya" bantah ibu.
"gpp, namanya juga perempuan kan" jawab tante rahmah,
"atau saya nemeni jeng nyusul si melati, biar kita jelasin bersama" lanjut tante rahmah.
"kalo gitu yang terbaik, saya ikut saja" sambung ibu, sedangkan mawar dan feri makan dengan asiknya.
BERSAMBUNG
__ADS_1