
Melati jadi kepikiran tentang chat dari teman-temannnya,
"apa iya gw jatuh hati?" ricaunya sendiri.
"gak boleh! jatuh dalam perangkapnya, harus bisa lupa bahkan menjauh" racaunya lagi, melati malas membahas dan memilih untuk tidur namun sepertinya emang melati tidak diizinkan untuk istirahat. Dia masih saja memikirkan chat dari temannya, sehingga tak terasa pagi telah menjelang.
Untungnya ini hari minggu, hari libur. Melati bangun dari tidurnya dan mempersiapkan dirinya, setelah itu melati mencari anggota keluarga yang lain namun tidak ada tanda-tanda dari mereka semua. Saat menuju pintu depan, melewati ruang tv ada seseorang yang nampak familiar duduk sedang asyik menonton tv.
"ngapain kesini" kata melati sekenanya,
"eemmm,,,tante om dan kedua adikmu pergi dan mereka menitipkanmu padaku" balas fast sembari terus fokus menonton.
"oh, tapi mendingan kamu pulang aja deh yah,,,aku kan bukan anak kecil lagi" ujar melti ketus,
"maaf yah, sayangnya gak bisa. Sudah janji sama om dan tante yaitu orang tuamu" balas fast dengan melirik sekilas melati dan memberikannya senyuman.
Melati yang melihat fast seperti itu merasa enek, melati karena malas meladeni akhirnya pergi ke dapur. Saat didapur sedang menyiapkan makanan fast menyusul dan memeluknya dari belakang,
__ADS_1
"masak apa?" tanya dengan nada yang cukup membuat melati berdesir.
"jauhkan tanganmu dariku" ucap melati murka,
"gak mau" balas fast semakin memper erat pelukannya.
Merasa dipermainkan melati menusukkan pisau ditangan fast, walau pelan tapi tetap saja sakit. Sedangkan fast tak bergeming,
"kalopun mau membunuhku silahkan, aku tidak bermasalah" ujar fast santai. Melati menyerah, dia hanya pasrah. Melati melanjutkan membuat masakan dengan kikuknya karena gerakannya terbatas oleh pelukan fast yang erat, bahkan melati dapat merasakan ada yang sedang menempel pada belakangnya. Semakin membuat melati panik,
"bisakah kamu melonggarkannya? aku sedang masak! apa kamu mau masakanku gak jadi dan tiba-tiba aku kena sesuatu yang berbahaya seperti pisau atau melepuh karena air panas" ujar melati sudah benar-benar kikuk. Melihat melati yang seperti itu membuat fast tersenyum simpul, dia berhasil menggoda melati. Berarti ada kemungkinan bagi dirinya untuk diterima kembali oleh melati,
"apa?" tanya melati,
"kamu harus menciumku" balas fast menggoda.
"lagian kita bakal resmi juga kan" lanjutnya,
__ADS_1
"tch,,,,maaf tuan fast lebih baik aku terkena air panas atau cipratan minyak panas dari pada menyetujui permintaan gilamu itu" kesal melati.
'perempuan tangguh' dalam dikiran fast, karena melihat kasihan si melati yang kewalahan jadi fast melepaskannya, setelah dia lepaskan dia duduk di kursi sembari menatap melati dengan intens dari atas hingga bawah.
'gak nyangka kalo badannya bagus, empuk. Pantas si 'dia' bangun' dalam pikiran fast. Setelah semua jadi melati menyiapkannya di piring. Dia berikan ke fast dan juga untuknya, mereka sarapan dengan lahapnya.
"fast, apa kamu tau keluargaku pergi kemana?" tanya melati tiba-tiba,
"katanya mau keluar kota, papa ada kerjaan disana" jawab fast senyun.
"iya apa urusannya dengan keluargaku dan kamu disini" tutur melati menyimpan kekesalannya, saat itu fast tidak langsung menjawab melainkan mendekatkan wajahnya dengan melati. Menarik melati lebih dekat dan fast menjilat bibir samping melati sehabis itu melepaskannya, melati syok.
Matanya terbelalak dengan besarnya,
"ada kotoran bekas makananmu, sayang kalo dibuang" ujar fast mengetahui kekagetan melati. Sedangkan melati melanjutkan makannya dengan tergesa-gesa,
"aku suka kamu yang begini" goda fast.
__ADS_1
BERSAMBUNG