Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Mimpi terasa nyata


__ADS_3

Melati, ibu, ayah, mawar, dan feri duduk.


"sekarang coba jelaskan padaku apa yang terjadi bu! ayah" tegas melati,


"alah kk nih kalo lagi kesal pasti manggilnya ibu, ayah, tapi kalo senang manggilnya papa, mama, mami, papi, ayahanda, ibunda" racau mawar. Melati menatap mawar dengan tatapan killer,


"g-ggggini,,,waktu papa muda dulu. Papa berjanji kalo anak papa perempuan dan om harun laki-laki ataupun sebaliknya bakal kami jodohkan, namun jika sejenis atau sejalur kami jadikan saudaraan" ujar ayah.


"sebenarnya papa mengatakan itu jauh sebelum dengan mama kalian, yah tentu saja kalian juga belum lahir. Aku bilang saat main judi dan kalah, trus yang bantu lunasi adalah om harun itu. papa kira dia lupa, karena udah gak ketemu lama. Tapi ternyata dia ingat..hehehehe maaf yah nak" lanjut ayah yang cengengesan sembari menggaruk kepalanya,


"sudahlah nak, lagian kamu juga dijodohkan dengan orang kaya, sesuai apa yang kamu mau. Jadi orang kaya" racau ibu.


"kan aku maunya ayah kerja yang giat dan kita kencangkan ikat pinggang biar kaya" rengek melati,


"tapi kan sama saja, kita juga bakal kaya? iya kan!?" kalimat dengan nada tergantung dan melirik sang suami untuk meminta pertolongannya. Sang suami peka "iya nak, sudahlah om harun dan keluarganya itu baik. Pasti anaknya pun sama" ayah mengatakan itu, melati menghela nafas. Melati berdiri dan berlari ke kamarnya, mengunci pintu dari dalam. Walau rumahnya terkesan minimalis kebawah namun sang papa memberikan prifasi kepada setiap anaknya dengan membuatkan kamar yang punya pintu gak hanya gorden/tirai doang,


"melati" panggil papanya dari luar namun tidak di indahkan panggilan oleh si empunya.


"sudahlah pa,,nanti juga anakmu akan buka pintunya" kata ibu sembari menepuk serta mengelus pundak ayah, ayah pasrah dan pergi. Memberikan ruang buat melati berpikir dulu,


Jam terlewati begitu lama, hingga fajar pun turun namun melati belum keluar juga dari kamarnya.


"fer, panggil kkmu gih! kalo sama kamu kan lempeng" ujar sang ibu kepada adik yang paling kecil feri,

__ADS_1


"baiklah" balas feri. Dia pergi ke tempat sang kakak, menggedor pintunya.


"kak,,,bolehkah aku masuk?" kata feri disela ketukan pintu, tiba-tiba terbuka pintu 'kkkkrrreeett' dan yang ditunggu pun keluar. Mata yang sebam akibat kelamaan menangis, melati keluar kamar menuju kamar mandi.


"ma! kakak udah keluar" kata feri,


"baiklah, suruh kakakmu makan juga" balas ibu di ruang nonton, sebelum feri memanggil kakaknya melati sudah keluar dari kamar mandi dan mengatakan "ayo kita ke ayah dan ibu". Feri meng-iyani, mereka menuju ruang tv. Betapa terkejutnya ibu dan mawar melati keluar dengan mata seperti panda,


"astaga,,," ujar sang ibu terkejut dengan sang anak. Melati dan feri duduk di samping mamanya sembari melihat kartoon yang lagi di tonton sang adik mawar,


"kakak, lagi belajar make up yah? seperti setan dilihatnya, lagi niru gaya stayle setan kunti yah kak" kacau sang adik.


"iya kamu tau aja, gimana walau kakak berdandan kaya kunti kakak gak seram kan" ejek melati untuk diri sendiri,


"lagian juga kamu mel, kenapa sih juga mesti nangis. Wong cuma tunangan doang, kan kalo nikah juga masih lama dan lagian kami sebagai orang tuamu gak bakal maksain kamu. Namun kami hanya memberikan solusi yang terbaik untuk saat ini" sambung ibu.


"iiiyyyaaa,,,tapi kan aku gak mau dijodohin. Emang jaman apa ini?! bukan siti nurbayah akunya mah" rengek melati,


"lah emang kamu bukan siti tapi melati! lupa ingatan kah sekarang" ejek sang ibu. Namun bukan tawa yang di dapat melainkan rengekkan dari sang anak,


"mama jahat, kenapa mesti aku toh ma! kan ada si mawar" ujar melati.


"adik kamu masih kecil dan usia yang siap di jodohkan kan cuma kamu, masa iya mama!" kata ibu.

__ADS_1


"emang kamu mau mama pisah sama papa?!" tanya ibu,


"iiiissshhhh,,,,bukan gitu juga maksud aku ma" kesal melati.


"ya udah! terima saja" kesal ibu,


"gara-gara cerita kita ini menghabiskan hampir 700 kata! woy author kapan bersambungnya!" bentak ibu(dalam imajinasi si author).


"ini juga udah mau saya buat bersambung ibunda, YA ALLAH! karakter ibu judes banget" kata author,


"apa lu bilang! gw kutuk jadi batu, nyahok lu" marah ibu.


"maapkan saya nyai" kata author,


"ok kita sudahi dulu sampe sini yah" kata author. Namun telinga sang author di jewer,


"lama lu" kesal ibu.


DAH BERSAMBUNG


author hanya berada dipojok


(Ya Tuhan karakter ibu yang ku buat bak emak-emak! gak ada anggunnya) itulah ucapan dalam hati,

__ADS_1


"cuma di novel, isi hati dapat diketahui" racau feri dan di angguki oleh mawar dan juga melati.


__ADS_2