
#kembali ke masa sekarang
"jadi?" tanya rana,
"yah bete aja, carmuk mulu" jawab melati.
"itu namanya lu jealous" kata blak-blakkan sintia,
"enggak lagi" ngeles melati.
"ngeles aja lu" bantu rana,
"serah lu pada deh yah. Bukannya nenangin temennya malah nambahin kesel gw" racau melati.
"udah,,,udah,,emang cemburu itu sulit dihilangin. Lagian gpp juga kalo cemburu, kan belum janur melengkungkan" ujar nisa,
"nah itu maksud gw beb, pinter lu" celetuk rana.
"dari dulu" nisa membangga diri, melati hanya menatap mereka dengan penuh kekesalan.
"udah!males bahasnya, btw udah pada kerjain tugas lu pada?" nyari topik lain melati,
__ADS_1
"udah dong" jawab rana bangga.
"udah" jawab santai nisa, sedangkan sintia hanya memperlihatkan bukunya. Ternyata bel sekolah tanda pelajaran dimulai pun berbunyi, para murid masuk ke dalam kelas karena guru-guru akan mengajar. Semua belajar mengajar dengan cara mereka, ada yang tenang, ada yang rusuh, ada banyak lagi. Tak terasa jam pelajaran berganti dengan jam istirahat, tentu saja para murid keluar untuk nyari makan. Begitupun dengan melati dkk, tak ada yang berubah hanya meta yang nampak lebih dekat dengan fast.
Membuat api cemburu meluap-luap dari melati, tak tahan dengan apa yang dilihatnya! melati lebih banyak menghindar atau langsung menegur dengan lantangnya seperti:
#kalo mau bermesraan ditempat lain aja yah. Atau
#plis! jangan disini cari aja noh pojokan biar makin yahut.
Dibalas dengan meta dan fast hanya senyuman tapi ledekan dari orang membuat mereka resah, akhirnya mereka pergi dari sana.
Bel masuk berbunyi behitu seterusnya hingga bel pulang berbunyi,
"gw buat apaan?" kata melati polos,
"soal fast dan meta" jawab rana.
"lah emang iya kan! mengganggu, kalo gak suka makanya jangan diumbar" balas santai melati,
"tapi kasihan mereka tau. Gara-gara elu mereka jadi bahan ledekan" pungkas nisa.
__ADS_1
"itu sih masalah dia" kata santai melati,
"sudahlah, lagian ada benernya kok melati. Biar gak makin cemburu dan panas aja" ledek sintia.
"lu ya,,awas aja lu" ujar melati yang mendekati sintia, tau bakal di unyeng-unyeng sintia lari. Tanpa sadar mereka jadi kejar-kejaran di kelas dan tanpa sadar melati kegiring oleh sintia ke tempatnya fast,
"segitu cemburunya sampe datang sendiri kesini" ujar meta sarkatik. Melati yang sadar langsung menatap meta dengan tatapan membunuh, dia melihat ke arah fast. Tak tau apa yang terjadi melati mendekati fast, dari yang terlihat oleh orang lain melati mencium pipi fast. Tapi kenyataannya melati hanya dekat sekali dengan fast dan membisikkan
"ajarin pasangannya dengan benar kalo emggak bakal malu-maluin" dengan senyuman kemenangan yang ditunjukan langsung ke meta, melati mencubit pipi fast dan kembali ketempat duduknya. Aura marah meluap-luap dari meta,
'awas kau, akan aku balas' dalam hati tapi tatapan murka itu ke arah melati.
Melati menjawab dengan senyuman kemenangan,
"yuk gaes kita pulang" ucap melati memberitahukan kepada 3 temannya untuk pulang. Mereka yang kaget pun tersadar dan mengikuti melati yang sudah berjalan duluan,
"berani bener, awasloh ntar malah dapat lebih parah balasannya. Lu taukan meta seperti apa?!" ujar nisa.
"iya nih melati, tumben berani nyari mati" tak kalah hebohnya rana,
"udah yuk" balas santai melati. Mereka ber 3 hanya geleng-geleng tak percaya atas apa yang dilihat mereka, kini melati menjadi sosok yang berubah 360 derajat.
__ADS_1
BERSAMBUNG