Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Kejadian


__ADS_3

Hari berlalu, kini berganti dengan senin yang baru tanda bahwa kehidupan suramnya datang.


"ma" panggil dita di kamar mandi,


"apa?" balas ibu.


"ambilin handuk dong ma, aku lupa bawa,,,hehehe...maaf yah ma" kata melati,


"dasar yah kamu. Bentar mama ambilin" balas ibu. Melati lupa bahwa kini dirinya akan diawasi oleh ajudan/pengawal dari keluarga harun, seseorang mengetuk pintu. Melati mengira itu mama, dibukanya pintu sedikit. Melati mengulurkan tangannya,


"mana ma?" tanya melati.


Diberikan, saat dita menyenggol tangannya ternyata tangan pria. Melati pikir itu ayah,


"makasih pa" ucap dita.


"sama-sama non" balas seseorang, melati tau itu bukan suara sang ayah. Melati memakai handuknya dan membuka seluruh pintu,


"siapa kamu?" tanya melati menahan emosi.


"saya suruhan pak harun nona. Nama saya fast" jawabnya dengan sopan, melati marah dia memegang tangan fast dan menyeretnya keluar. Saat menuju lorong termyata bukan dirinya saja melainkan setiap anggota didalam rumah punya 1 ajudan,


"kalian semua keluar" bentak melati. Ibu dan yang lain kaget,


"ibu! ayah! suruh mereka keluar" teriak melati. Melati lupa dia sedang memakai handuk dan kurang mengencangkannya sehingga handuk melati terlepas, namun sebelum terlepas di pegangi fast(aspri melati).


"nona, tidak apa?" tanya fast polos, namun dia menempel salah. Tempat kenyal, alias dada si melati. walau bertemu antara dada tapi sanggup membuat melati cengo,

__ADS_1


"nona perbaiki handuk anda, saya akan menutupnya" ujarnya. Melati tersadarkan,


"awas kalo lu lihat" ancam melati.


"saya janji gak akan melihat nona, nona bisa pegang omongan dan janji saya" balas fast, melati memegang handuknya.


"sudah, makasih" kata melati, langsung berlari kekamarnya.


Didalam kamar


"astaga, ya ampun, mati gw. Malu banget" ocehnya sendiri, tiba-tiba suara ketukan pintu.


"maaf nona, cepat berpakaian. Kita bisa terlambat ke sekolah" kata fast,


"ya,,,bawel lu. Tunggu bentar" ucap melati. Melati buru-buru, saat sudah selesai dirinya buka pintu dan benar saja fast menunggu di depan pintu.


"tidak bisakah kamu menunggu di depan saja" kesal melati,


"maksud gw itu di ruang makan, kumpul sama nyokap bokap gw" emosi melati.


"maaf nona, saya tidak bisa meninggalkan anda" balas fast,


"astaga, rajin bener" ucap melati dengan nada sarkatis.


"tentu nona, karena pak harun sudah sangat baik dengan saya" puji fast,


"serah lu lah" balas melati.

__ADS_1


"yuk kita makan" ajak melati,


"nona silahkan di depan jalan dulu" ungkapnya.


"lah bawel" jawab melati, melati menarik tangan fast. Mereka bergandengan ke ruang makan yang tentu saja disitu ada ibu, ayah, mawar dan feri sekalian dengan aspri mereka.


"cie" ejek mawar,


"diem lu" bentak melati.


"melati, mawar" nengahi ayah,


"sudah ayo makan" kata ibu. Melati melepaskan genggaman tangannya dan duduk makan, namun serasa aneh karena cuma mereka yang makan.


"nek imah (umr 80-an), ayo makan bareng kami" kata ibu,


"iya kakek puguh(umr 70-an, pasangan nek imah) juga" kata ayah. Sedangkan untuk feri dan mawar yang nemani adalah julo,


"julo, kamu juga" kata melati. Mereka mengikuti, makan bersama. Sebenarnya para aspri sempat menolak karena segan makan dengan tuan mereka namun karena desakkan dari keluarga melati, para aspri setuju.


Di sekolah


"say,,," ucapan meta terpotong melihat melati yang dibelakangnya ada cowo cakep,


"siapa?" nyenggol nisa ke melati.


"ayo ngaku" kata rana yang kini sudah merangkul melati,

__ADS_1


"bawel lu pada, tanya noh sendiri" ujar melati kesal. Tentu saja mereka tanya, yang awalnya resek ke melati kini reseknya ke fast.


BERSAMBUNG


__ADS_2