
"mel, lu fast, julo, bantuin ngirim proposal ok" kata sintia,
"nganter ke mana?" tanya melati.
"butuh dana lebih nih, cariin brand yang mau ikutan" imbuh sintia,
"ok, masalah itu tinggal bilang ke fast. Pasti aman" balas julo.
"penjilat lu" ucapan melati bernada ketus,
"ye nona gitu banget" ujar julo.
"jangan irilah nona, kalo gitu setuju saja perjodohannya" lanjut julo kelepasan, yang lain bingung atas apa yang diucapkan oleh julo dan melati hanya menatap julo dengan tatapan membunuh.
"perjodohan? emang sama siapa? dan siapa?" kata salah satu orang,
"adalah, yang intinya nona melati dengan dengan teman ayahnya" balas julo.
"udah, kok malah bahas gw. Kalo udah kelar gw keluar nih! laper pengen makan" kata melati,
"iya udah kelar tapi fast dan melati gw butuh kalian berdua ngirim ini ke tempat kepala sekolah" ujar sintia.
"knp gak taruh dikantor saja sih, lagian kenapa mesti gw" ketus melati,
"ya elah, elu nemenin si fast sekalian kasih proposal ke ayahnya dan juga kepsek lagi di luar dia minta kita nganter ke tempatnya. Bantuin napah temen lu ini, maunya sih gw tapi urusan masih numpuk nih. Plis! sebagai rasa terima kasih gw, nnti gw traktir deh! yang lain juga" oceh sintia.
__ADS_1
"iya mel, mending pergi aja lu biar yang lain kita yang atur" kata seorang anggota osis,
"bener" kata yang lain.
"ok gw ngalah tapi kapan mau nganter?" ketus melati,
"ketus amat neng, pulang gw kasih proposalnya" jawab sintia. Fast hanya diam, dan selalu melihat melati.
Maklum duduknya berhadapan dengan melati, rapat pun dibubarkan. Mereka kembali ke kelas masing-masing,
Dalam kelas
"mel, tugas ini jawabannya gimana?" kata meta.
"ini" jawab melati sembari memberikan bukunya kepada meta,
"mereka pasangan serasi yah" basa-basi fast.
"iya, banget! imut cara mereka. Sweet banget buat ngiri" ucap melati yang gak fokus kalo yang nanya itu fast,
"mau seperti itu juga?" tanya fast lagi. Sadar bahwa itu suara fast, muka melati masam.
"enggak" jawab singkat melati, fast mengambil tangan melati namun ditarik kembali oleh melati.
"apaan sih lu?" kesal melati, fast hanya senyum.
__ADS_1
"sakit jiwa" sebal melati, saat mencoba pergi fast menahan melati dan memaksa melati duduk kembali.
"aku yang bakal pergi" ucap fast,
"bagus deh kalo lu pergi, bila perlu yang jauh dan jangan pernah kembali" ketus melati.
"nanti lu kangen gimana?" kata fast dengan pedenya,
"uwek! sorry yah" balas melati dengan nada sarkatis.
"aku hanya kasih waktu tenang buat kamu, tapi kalo untuk lebih dari itu! maaf gak bisa karena hati udah terpaut ke kamu" balas fast penuh dengan gombalan, melati hanya menatapnya dengan geram.
Fast pergi pindah tempat duduk sementara di tempat julo, ngumpul dengan anak laki lainnya. Sedangkan perempuan pada bondong-bondong ke melati,
"ketus banget lu sama fast" kata salah satu teman perempuan melati.
"kalo gw jadi lu gak bakal gw anggurin" kata seorang lainnya,
"sok jual mahal lu" kata yang lain.
"trik lu receh banget" hujat lainnya ke melati,
"bukan gitu ladies, dia itu playboy banyak mangsa yang sudah dia buat nangis. Gw gak mau ketipu" jawab melati boong.
"bukannya kalo badboy malah seru yah?" kata teman melati,
__ADS_1
"iya itu elu, gw nyari yang baik aja deh" balas melati.
BERSAMBUNG