Kehidupan Suram

Kehidupan Suram
Setelah semua itu


__ADS_3

Di dalam rumah


"kenapa kalian lama?" tanya rana penasaran,


"hehhe maaf, kehabisan. Cari apa yang kalian mau" jawab acuh plus dengan tatapan dingin dari sintia.


"gw capek, mau istirahat. Kalo kalian gak ada kerjaaan gantian pada masak sono" lanjut sintia sembari berjalan ke kamar, dia membuka pintu dan menutupnya dengan kencang.


"pst, kenapa tuh anak?" tanya nisa ke melati,


"kalian sih minta pada macam-macam, sudah tau barang yang kalian mau itu agak susah, dia capek cari tadi" ceeca melati.


"astaga, masa sih! tumben banget bareng kita pada sulit dicari" tak percaya meta,


"kalian lupa sekarang posisinya gimana? keadaan kayak apa?" ujar judes melati.


"iiissshhhh,,,gitu aja marah, iya iya maaf. Sebagai gantinya biar kita yang masak deh" ujar rana merayu.


"yuk beb" lanjut rana sembari menggaet nisa dan meta untuk ke dapur, tidak lupa mengambil barang belanjaan yang telah dibawa oleh sintia dan melati. Melati menyusul sintia,


Di dalam kamar


"sin, kamu masih mual?" tanya melati.


"enggak, hanya masih muter-muter" balas sintia,


"ya udah kalo gitu lanjut istirahata, btw besok kita masih harus kesana lagi" ucap melati. Saat akan pergi, dari belakang sintia memeluknya.


"aku hanya ingin sembuh" kata sintia sembari menangis, melati hanya mengelus kepala sintia sekenanya.


"aku tau, tapi kalo kamunya yang gak mau dari hati gak akan ada perkembangan" balas melati sekenanya, takut menyinggung hati sintia. Tiba-tiba pintu terbuka dan masuk meta, meta melihat sintia dan melati pun mendekat ke arah mereka.


"kenapa?" tanya meta hawatir,

__ADS_1


"enggak beb, hanya saja si sintia kangen nyokapnya tapi lagi-lagi nyokap gak bisa pulang" kilah melati. Meta duduk disamping mereka dan memeluk sintia,


"kan ada kita, lagian kalo kangen kan tinggal vc sayang" ujar meta dengan tenangnya.


"enak ngomongnya, belum tau aja kalo nyokapku kalo dia senggang baru bisa kalo sibuk jangan harap. Kayak gak tau nyokapku kayak apa" balas sintia sedikit sebal,


"iya iya, sorry aku lupa. Udah ah gak perlu sedih-sedihhan, makanan udah siap tuh. Yuk makan" ucap meta sembari melepaskan pelukannya.


"pada masak apa?" tanya sintia penasaran sembari melepaskan pelukan,


"eemmm,,yuk mending liat sendiri" balas meta sembari menarik sintia untuk keluar. Sedangkan melati mengikuti mereka dan senyum melihat tingkah teman-temannya,


Di ruang tv


Sudah tersedia semua makanan, ada nisa dan rana namun tak ada fast dan rangga.


"mana mereka?" tanya sintia tiba-tiba,


"mungkin abis minum obat kali" ejek rana,


" lucu lucu,,,,giliran baik di ejek. Jahat juga diejek pada gaje lu" jawab sintia.


"bebku ini ngambekkan mulu" ujar rana sembari mencubit pipi sintia dengan gemas,


"iya nih" sambung nisa sembari memeluk erat sintia.


"woy, jangan siksa gw. Lepas mau makan nih" oceh sintia,


"ogah" jawab bersamaan rana dan nisa. Melihat hal itu melati, meta, dan kemudian disusul ketiga temannya tertawa.


Tiba-tiba muncul dari belakang fast, rangga, dan julo.


"wah cewe-cewe pada asyik bercanda gak ngajak-ajak" ujar julo nimbrung,

__ADS_1


"yey,,, sama lu ogahh" jawab judes nisa.


"ce elah pasangan lagi berantem" ujar sintia menohok,


"sintia apaan sih?!" ujar sebel nisa.


"iiihhh sekarang dia yang ngambek" balas sintia,


"udah-udah bisakah kita langsung makan saja, aku udah lapar. Iya kan rangga" ucap meta dengan nada manja setiap nyebut nama rangga. Sedangkan rangga hanya tertawa paksa, mereka pun duduk mengelilingi makanan. Namun hal yang tak terpikirkan terjadi, melati duduk di apit oleh rangga dan juga fast.


"mel, ambilin makanan dong?" titah fast,


"ambil noh sendiri, punya tangan juga" jawab kesal melati.


"udah,,,udah biar adil hompimpaan aja. Yang paling terakhir siapin kita makanannya" kata rana,


"ok" seru semuanya. Satu/dua orang berguguran menyisakkan melati dan juga sintia, saat hompimpaan terakhir yang kalah adalah sintia.


"nah karena sintia yang kalah, siapin gih dipiring makanan buat kita" ejek nisa, dengan muka kesal mau ndak mau dia menyiapkannya dan memberikan secara estafet makanannya. Mereka makan dengan canda gurauan, tiba-tiba hp sintia berbunyi. Sintia menjawab,


"halo" kata sintia. Entah siapa dan apa yang di omongkan oleh lawanya tetapi muka sintia tampak masam, dengan muka masam dia menutup telpon.


"siapa?" tanya melati,


"kak yuli mau datang, udah ku serlock kesini" jawab sekena sintia.


"siapa kak yuli?" tanya kepo meta dan tentu saja yang lain ikut penasaran,


"pacar sintia" jawab melati. Hal yang diterima oleh temannya adalah pada cengo dan terkejut bukan main,


"kenapa? emang kelihatan seorang jones gw?" tanya sarkatik sintia karena tatapan teman-temannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2