
Mereka sudah dalam kelas dan belajar seperti biasanya,
"nona" kata julo.
"aku bukan lagi nonamu, panggil aku melati" balas melati semnari tersenyum.
"kamu hanya boleh senyum kepadaku" ujar fast yang menarik melati untuk melihat dirinya,
"ada guru fast" kata melati. Fast melepaskan melati, tanpa terasa jam bel istitahat bunyi. Semua siswa keluar ke kantin,
"tunggu, bukannya aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku ingin bicara" kata fast. Melati yang mendengar perkataan tertawa,
"hey, emangnya ini zaman dinasti apa! formal banget. Biasa saja kale, lebay banget. Apa yang kakanda ingin bicarakan?" kata melati meledek fast.
Fast menarik melati hingga masuk kedalam pelukannya,
"dengarkan aku, aku minta maaf karena telah menipumu tapi sayangku itu tulus" ujar fast sembari memeluk melati.
"cih, sekarang mengatakan sayang. Lucu! sampah sepertiku mana bisa membuat orang yang bertahtah tinggi bisa membuatmu suka, apakah lu sedang menjilat ludah sendiri?" ucap sarkatis melati,
"apa maksudmu?" tanya fast bingung. Melati melepaskan pelukan dan mengambil hp serta memutarkan beberapa vidoe dan audio, mengambil handset dan membiarkan fast mendengar sendiri.
Betapa terkejutnya fast mengetahui kalo melati menyimpan bukti sekongkolan dirinya dan sang ibunda,
"kaget, bukalah semuanya. Dengarkan semuanya baik-baik, dan 1 hal lagi jangan menjilat ludah sendiri" kalimat melati yang merampas paksa hpnya.
"aku tau, aku miskin tapi jangan sakiti keluargaku. Tanpamu dan juga keluargamu kami bisa bahagia dan baik-baik saja" ucap melati menahan marah. Melati pergi, saat beberapa jauh melati berhenti dan berbalik "aku dengar tante diambang kehancuran kan?! mending urusi saja mamamu jangan mengurusiku" kata melati yang langsung berbalik pergi meninggalkan fast.
Sedangkan disisi lain
(isi hati fast)
__ADS_1
'dari mana dia bisa tau dan merekamnya?' mukaku membeku menahan amarah,
'awas kau akan aku dapatkan gimanapun caranya' ku kepalkan tangan lalu memukul meja.
Dikantin
"mbeb, kemana sih lu? tumben lama" oceh meta,
"dari kelas, benerin rosleting tas" kilah melati.
"ya elah beli aja yang baru" ujar rana,
"enggak bisa hannyku" balas manja melati.
"karena itu kesukaanku, ada sejarahnya kalian masih mau dengar? itu mulu alesanlu" kata nisa,
"bener dong, kan emang fakta" balas melati. Sedangkan ketiga temannya hanya menghembuskan nafas pasrah,
"btw mana sin sintia?" tanya nisa.
"iya onta, masa nanya bukantin" geram nisa.
"bukannya sama kalian keluarnya" kata melati bingung,
"paling osis" ucap rana.
"nah tuh rana juga tau, sudah jangan berisik gw mau makan" timpali meta, mereka sedang menikmati makanan fast dan julo datang bersama sintia.
"apaan say?" tanya meta,
"bantuin gw dong, pensi buat kk kelas" kata sintia.
__ADS_1
"kan kk kelas yang punya acara, ngapain ribetin orang" kesal nisa,
"merepotkan ogah gw" tutur rana.
"jangan gitu napah, bantuin gw yah 1 kali ini" memelas sintia,
"baik tapi ada imbalannya yah"mengajukan persyaratan dari melati.
"ok" jawab sintia,
"jajanin kita selama 2 minggu.
"tega bener kalian, 1 minggu + hanya memenuhi 1 permintaan dari kalian" tawar sintia,
"ok deh" jawab meta.
"ya boleh lah" kata rana,
"setuju deh yah" ucap nisa.
"kalo lu mel gimana?" tanya kepastian dari sintia,
"serah lu pada aja yeh" jawaban melati.
"syukurdeh terbantu gw, mana fast dan julo juga bantuin gw. Senang banget gw" kata sintia,
"udah bawel lu makan" kata melati yang memberikan mie yang dipesan untuk sintia.
"makasih" kata sintia semangat,
"jangan salah ini lu yang trakyir kita" ucap nisa kemudian.
__ADS_1
"iya iya" hanya ucapan itu yang keluar dari mulut sintia, mereka pun tertawa namun tidak dengan melati dan fast.
BERSAMBUNG