
"maaf yah" kata melati berpura-pura dan terkesan sok manis, saat itu juga fast datang dan menarik melati menjauh dari rangga. Merangkul melati,
"terima kasih" ujar fast.
"ok" jawab rangga dengan senyum tipis,
"say, are you okay?" kata meta kambuh stresnya.
"iya, gak usah deh kayak inggrissan bisa makan cilok kuah aja" sebal melati,
"kan hawatir beb" kilah meta. Melati mengelus pipi fast sebentar,
"makasih" ujar melati dengan senyum. Fast menutup mata sejenak merasakan elusan lembut dipipinya, Di dekatkan wajahnya ke telinga melati.
"jangan harap untuk mendua, tidak akan aku biarkan siapapun pria selain aku menyentuhmu. Jika ada yang berani kamu tau kan apa yang akan aku lakukan" kata fast berbisik, sedangkan mekati menggertakkan giginya.
"jangan membuat orang yang tak bersalah mati karenamu" lanjut fast dengan serius, melati membuang muka ke arah lain.
__ADS_1
"sudah sudah yuk nak melati dan temannya diminum tehnya" ujar ibu nisa mencairkan suasana, mereka pun duduk bersama dengan lainnya. Membicarakan seputar berita, makanan dan banyak lagi. Saat itu nisa, rana, meta dan sintia masuk ke dalam dengan alasan mau ngambil cemilan meninggalkan melati, fast dan rangga disana.
"udah jam segini, ayo kita pulang. Nanti kalo ibu tau bisa dimarahi kita" kata fast,
"baik baik" pasrah melati.
"sampaikan ke yang lain, balik duluan" kata melati pamit ke rangga, sedangkan rangga hanya senyum. Melati dan fast meninggalkan rumah nisa, sesampainya di rumah melati masuk dengan muka yang kusut dan cemberut. Dia buang dirinya ke sofa,
"bisakah kamu lebih mengerti sedikit saja" kesal melati.
"bukannya aku sudah mengerti" jawab fast,
Melati pergi ke kamar, membanting pintu dan mengunci dari dalam. Sedangkan fast hanya menghela nafas, didalam kamar melati menerima chat yang ternyata dari rangga. Entah berapa pesan yang terkirim atau ke terima tapi hasil akhirnya bahwa dia dan yang lain datang ke rumah melati, dengan semangat melati bangun dari kasur. Bersiap dan keluar dari kamar, melihat melati yang seperti itu fast bingung.
"mau kemana?" tanya fast,
"gak kemana-mana, cuma mau nonton aja" jawab melati acuh.
__ADS_1
"apa seseorang mau datang?" tanya fast lagi,
"iya" ujar ketus melati.
"siapa?" rasa penasaran fast timbul,
"rangga" kata santai melati.
"ngapain dia kesini?" ucap fast yang mulai menahan emosi,
"yah nemenin dong" balas melati santai.
Fast mendekati melati, mendekap, dan membuat spasi sangat tipis. Bahkan bisa dibilang bahwa kini mereka bertatapan dengan 1 centi spasi mereka, dapat diartikan sudah saling menempelkan hidung.
"kenapa kamu siruh dia datang?" tanya fast yang marah dengan wajah menahan untuk mengamuk,
"emang gak boleh? ini kan rumahku" jawab ngeyel melati. Tanpa babibu fast mendaratkan ciuman yang terkesan dipaksakan, tidak membiarkan melati bernafas. Melati sudah mencoba untuk berontak tapi semakin berontak maka fast semakin menyiksanya bahkan fast menggigit bibir melati, melati yang sudah tidak sanggup menangis dalam diam. Rasa tidak enak hati muncul dari dalam diri fast, dia melepaskan melati. Pergi kedalam kamarnya, meninggalkan melati dengan tangisnya.
__ADS_1
"laki-laki kirang ajar, biadab" teriak melati disela tangisnya, tak ada suara yang dapat menggantikan issakan melati. Entah sudah berapa lama melati menangis dan fast yang tak kunjung keluar dari kamar, namun saat itu bel pintu rumah melati berbunyi dan terdengar suara meta, nisa, rana, sintia dan rangga menunggu diluar.
BERSAMBUNG