
Sejak hari itu semua berubah, lebih tepatnya meta yang berubah. Dari yang awalnya beringas dan terkesan nakal kini jadi anak polos serta baik,
awal cover si meta
cover sekarang meta
Dari pakaian yang selalu terbuka kini pakaiannya kebanyak tertutup, entah apa yang membuatnya benar-benar berubah. Semua orang melihat perubahan meta kaget dan setengahnya kagum, hanya saja sikapnya benar-benar tertutup dan misterius. Para sahabatnya benar-benar mencemaskannya,
"beb!!" kata nisa yang tiba-tiba memeluk meta dari belakang.
"hhhmmm???" balas meta dengan senyum tipis,
"kemarin kemana? katanya ngadain pesta tapi malah kamu yang ingkar janji" ketus nisa.
"maaf beb, kemarin ada acara party teman-teman ditempat kerja yah,,intinya gitu deh! tapi tapi makasih untuk bahan masakannya. Baru aku masukin tadi pagi" jawab meta sembari cengengesan,
"untung aja si melati ingatin untuk beli yang praktis, kalo enggak udah busuk semua tuh barang" oceh nisa.
"kamu harusnya makasih sama si melati noh" lanjut nisa yang kini tepat disamping meta,
__ADS_1
"pasti! btw mana yang lain?" alihin meta.
"gak tau. Katanya sih udah pada dijalan mau kesini" ujar nisa,
"sudah mau pergi lagi?" tanya nisa dengan tatapan marah.
"enggak! cuma nanya doang. Astaga sensi banget" jawab meta,
"habis kamu juga selalu kayak gitu, kapan lagi kita kumpul! toh juga kita udah survei ke beberapa tempat kerjamu. Katanya kamu udah ambil cuti hari ini jadi gak ada masalah harusnya" penuturan nisa.
"omg!! segitunya pengen pergi sama gw. Sampai ditelusuri sampai ke akar-akarnya" ucap meta tak percaya atas apa yang didengarnya,
"biar kamu gak banyak alasan lagi" skak nisa. Meta hanya menghela napas pasrah, tak berapa lama kemudian yang lain datang.
"gpp! lagian kita belum lama ada disini kok" jawab meta. Nisa melihat meta yang kayak aneh gimana gitu, yaiyalah kan biasanya meta banyak ngomelnya tiap kali kalo kita telat dan gak akan menerima alasan apappun. Hanya kali ini dia dapat mentolerir, nisa hanya mengangkat kedua bahunya sebagai tanda untuk memikirkan hal yang gak seharusnya(itupun menurutnya).
"kalian mau aku pesanin dulu?" tanya meta,
"udah biar aku sama melati aja! mumpung sekalian bangun" jawab sintia.
"emang kalian mau kemana?" tanya nisa,
"kamar mandi sayang, kenapa? mau ikut? sekalian siramin mau?" kata sintia.
__ADS_1
"iiiissshhhhz,,"balas nisa jijik,
"wwweeeekkk" jawab sintia sembari menjulurkan lidahnya.
"sudah,,,sudah! berantem mulu" relai melati,
"dia duluan" saling menyalahkan antara sintia dan nisa.
"kalian sama saja, udah ayo! mau apa enggak?" kesal melati,
"iya ya, gara2 kamu si nisa" sintia menyalahin nisa.
"yah elu lah! kenapa ladenin gw" jawab nisa dengan kemenangan, karena melati pegel. Dia menarik sintia agar pergi, sedangkan meta sekaligus rana hanya geleng-geleng dengan kejadian nisa dan sintia.
"untung temen deket! kalo enggak,,hhhaaaiiissshh" kata rana dengan perasaan yang entah harus dijabarkan kayak apa, meta hanya tertawa ringan mendengar ocehan rana.
Beberapa menit kemudian sintia dan melati kembali, tak lupa membawa pesanan mereka.
"kenapa? kangen sama gw" kata sintia yang merasa aneh dipandang nisa,
"idih pede" balas nisa.
BERSAMBUNG
__ADS_1